Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2007-10-12 13:59:22    
Kesan Wartawan ASEAN Dalam Liputannya Di Guangxi

cri

Bulan September lalu, lebih dari 70 wartawan dalam dan luar negeri dari 26 media radio dan televisi, antara lain Radio Tiongkok Siaran Internasional--China Radio International, Radio Nasional Tiongkok--China National Radio, Stasiun Televisi Pusat Tiongkok--CCTV, serta media Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam dan Jepang berkumpul di Daerah Otonom Zhuang Guangxi, Tiongkok barat daya, berturut-turut mengunjungi kota-kota Nanning, Chongzuo, Fangchenggang, Qinzhou, Beihai, Yulin, Liuzhou dan Guilin di Guangxi untuk meliput dan melaporkan keunggulan lokasi Guangxi, percepatan pembangunan jalan raya, jalan kereta api, pelabuhan, penerbangan dan instalasi dasar lainnya di Guangxi, serta keadaan pengembangan kerja sama di bidang-bidang ekonomi, kebudayaan dan pariwisata Guangxi-ASEAN dan keadaan persiapan Ekspo Tiongkok-ASEAN Ke-empat. Dalam acara tetap Ruangan Tiongkok-ASEAN edisi pekan ini, akan kami laporkan kesan indah para wartawan asing yang mengikuti peliputan di Guangxi.

Saudara pendengar, kota-kota Fangchenggang, Qingzhou dan Beihai adalah tiga kota pelabuhan besar di Guangxi. Kini, di sana telah dibangun 60 buah dermaga, dan telah menjadi tiga pelabuhan penting dalam 12 pelabuhan terminal utama di pesisir Tiongkok. Lin pelayaran dari pelabuhan itu menuju lebih 220 pelabuhan domestik serta 80 lebih negara dan daerah di dunia. Tahun lalu, volume bongkar muat tiga pelabuhan itu telah mencapai 100 juta ton, sejumlah besar di antaranya adalah komoditas ASEAN. Ketika meliput di tiga kota pelabuhan itu, wartawan dari berbagai negara ASEAN menyatakan minat tebal atas tindakan Guangxi yang mengintegrasikan sumber daya pelabuhan dan membangun pelabuhan di pesisir laut menjadi kelompok pelabuhan gabungan ukuran besar yang pembagian kerjanya jelas dan dapat saling mengisi. Mereka berpendapat, mendorong pertukaran ekonomi dan perdagangan melalui kerja sama antara pelabuhan berbagai negara itu sangat menguntungkan. Ketua Departemen Produksi Perusahaan Radio ABS-CBN Filipina, Ephram Antonio mengatakan,

"Sejumlah besar negara ASEAN dan Tiongkok relatif banyak tergantung pada perdagangan laut. Sama seperti dengan banyak pelabuhan unggul di Filipina, pelabuhan Tiongkok ini mempunyai lingkungan perdagangan yang unggul dan merupakan pelabuhan yang terbuka. Mendorong hubungan ekonomi dan perdagangan melalui kerja sama pelabuhan sangat menguntungkan bagi kerja sama antara Tiongkok dan ASEAN."

Dalam liputan, para wartawan dengan gembira menemukan bahwa seiring dengan kemajuan kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Guangxi dengan negara-negara ASEAN, logam non besi, pabrik petrokimia, bahan bangunan, bubur kertas dan industri-industri pilar lainnya serta industri yang berciri khas sedang bangkit di pesisir laut Guangxi. Keunggulan lokasi dan pelabuhan di Guangxi menarik semakin banyak sorotan mata dalam dan luar negeri. Kini, General Motors (GM) Amerika, Thailand Zhengda Group, Grup Sinar Mas (APP) Indonesia dan perusahaan-perusahaan terkenal di dunia serta sejumlah perusahaan terkenal Tiongkok berturut-turut menempatkan cabangnya di Guangxi.

Perusahaan Otomotif Dongfeng adalah salah satu dari tiga grup besar industri otomotif di Tiongkok. Dari bulan Januari sampai April tahun ini, volume ekspor perusahaan itu mencapai 3,957 juta dolar Amerika, sejumlah besar di antaranya dipasarkan ke negara-negara ASEAN. Ketika meliput di basis kendaraan penumpang PT Otomotif Dongfeng Liuzhou, wartawan dalam dan luar negeri sedikit pun tidak merasa asing dengan kendaraan bisnis Fengxing yang baru diluncurkan pabrik itu, karena yang mendampingi rombongan peliputan selama belasan hari itu justru adalah sedan tipe itu.

Wartawan RRI, Lala Hozilah dengan saksama menanyakan penanggung jawab perusahaan Dongfeng tentang keadaan penjualan kendaraan itu di Indonesia serta kemungkinan kerja sama antara perusahaan itu dengan Indonesia ke depan. Dikatakannya,

"Perkembangan Guangxi memberi kesan yang mendalam kepada saya, terutama otomotif yang diproduksi di Kota Liuzhou mempunyai daya saing yang kuat di pasar ASEAN. Kendaraan bisnis yang kita tumpangi kali ini amat sesuai dengan kebutuhan keluarga biasa di Indonesia, ruangnya besar, tempat duduknya banyak, keluarga biasa dapat bertamasya ke luar dengan kendaraan itu. Selain itu, kendaraan itu fungsinya banyak, kualitasnya dapat dipercaya dan juga murah."

Wartawan dalam dan luar negeri sangat memperhatikan keadaan perintisan pasar industri otomotif dan produk mesin rekayasa industri tersebut di negara-negara ASEAN. Mereka dengan sebulat berpendapat, bahwa Vienam, Laos, Kamboja dan negara-negara lainnya yang sedang mempercepat perkembangannya sangat memerlukan produk mesin rekayasa industri dan otomotif tersebut.

Sepanjang perjalanan, lingkungan nan indah dan ciri khas Guangxi yang istimewa meninggalkan kesan yang tak akan terlupakan bagi wartawan-wartawan berbagai negara.

Wartawan RRI, Rita Asmara mengatakan,

"Sebagai wartawan media, saya akan banyak melaporkan kepada rakyat Indonesia, supaya mereka mengetahui bahwa banyak melakukan pendorongan dengan Tiongkok di bidang ekonomi, perdagangan, industri dan pariwisata dapat mencapai kemenangan bersama."

Pengertian rakyat berbagai negara ASEAN terhadap keadaan kerja sama Tiongkok-ASEAN pertama-tama berasal dari apa yang dilihat dan dihayati oleh wartawan media berbagai negara. Wartawan Kamboja, Hy Helene mengatakan,

"Kegiatan peliputan kali ini menyediakan sebuah kesempatan yang sangat baik kepada wartawan ASEAN. Kita berkumpul di sini, suasananya amat baik. Itu dapat memungkinkan kita semakin mengenal Tiongkok dan Guangxi. Media radio dan televisi Guangxi dan ASEAN mempunyai tradisi baik untuk bekerja sama, dapat mengembangkan kerja sama di banyak bidang. Tidak saja di bidang pertukaran antara media, juga perlu mendorong pertukaran di bidang lain melalui media."