Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2007-10-12 15:59:31    
Sun Yumei, Pemain Saham Kawakan di Shanghai

cri

Sun Yumei yang berusia 53 tahun adalah seorang pemain saham biasa di Shanghai, kota terbesar di bagian timur Tiongkok. Yang akan kami ceritakan, tidak ada kaitannya dengan apa yang disebut "legenda menjadi kaya". Melainkan pengalamannya berkiprah di "lautan saham" selama 15 tahunlah yang akan Anda dengarkan. Dari kisahnya ini, Anda akan mengetahui bagaimana seorang pemain saham biasa, menjadi matang melalui rajin belajar dan terus praktek. Dari pengalamannya, kita pun dapat mengetahui perubahan Tiongkok dalam pembangunan pasar modal.

Sama dengan para pekerja kerah putih lainnya di Shanghai, Sun Yumei "masuk kerja" tepat pada pukul 9 pagi pada hari biasa.Tentu saja ia tak perlu berdesak-desakkan dalam bis, bahkan ia tak perlu melangkahkan kakinya ke luar dari pintu rumah. Melainkan, ia hanya membeli dan menjual saham yang bisa ia lakukan dari dalam rumah.

Berbeda dengan beberapa tahun yang lalu, sekarang Sun Yumei dapat disebut sebagai "separuh ahli" saham. Mengenai pengalamannya 15 tahun yang lalu, Sun Yumei mengatakan:

"Tanggal 19 Desember tahun 1990, Bursa Sekuritas Shanghai resmi didirikan, yang artinya bursa saham terbuka bagi setiap warga kota. Dua tahun kemudian, yaitu tahun 1992, Sun Yumei masuk bursa dan memainkan saham. Hingga sekarang ia sudah berkecimpung di dunia saham selama hampir 15 tahun. Dibandingkan dengan sejarah bursa saham yang berumur 17 tahun di Tiongkok, Sun Yumei boleh dikatakan seorang pemain saham kawakan. Intensitas hubungannya dengan bursa saham dapat dilacak dari tahun 1992, yaitu ketika diluncurkannya Kartu Pembelian Saham yang diterbitkan Shanghai. Saai itu, bursa saham Shanghai akan meluncurkan belasan macam saham. Untuk menjualnya secara aman dan lancar, Bank Senteral Tiongkok sebagai pihak pimpinan saham waktu itu, mempunyai sebuah akal yang tercatat dalam kitab sejarah, yaitu meluncurkan dulu Kartu Pembelian Saham. Menurut peraturan Bank Senteral Tiongkok, hanya pemegang Kartu Pembelian Saham yang nomor pada kartunya tercantum dalam lingkup nomor yang dihasilkan melalui undian, yang bisa membeli saham.

Sun Yumei beruntung sekali. Nomornya tercantum dalam undian itu, sehingga ia boleh membeli satu macam saham yang baru. Empat tahun kemudian, saham itu baru resmi dipasarkan, dan memberikan manfaat sebanyak 6.000 yuan kepadanya. Pada saat indeks harga saham naik terus, Sun Yumei berambisi membeli lebih banyak saham. Tahun 1993, bursa saham di dalam negeri sedang menunjukkan gejala meningkat. Saat itu, ia membeli 100 helai saham dengan harga 27 yuan ketika indeks harga naik sampai 1.300 poin. Tak lama setelah itu, bursa saham mulai merosot, dan untuk sementara waktu, indeks harga turun hingga 300 poin. Harga saham yang dibelinya pun turun tajam.

Seperti pemain saham lainnya, yang pada waktu itu hampir hampa pengetahuan tentang saham, bursa saham Tiongkok juga berada pada proses perkembangan tahap awal. Antara tahun 1993 sampai 1999, indeks harga saham di Bursa Shanghai mengalami fluktuasi besar-besaran. Dalam kurun waktu itu, Sun Yumei membeli saham-saham yang berprestasi baik sebagai investasi jangka panjang.

Kepercayaan para pemain saham tidak hanya berasal dari reformasi atas hak saham, melainkan lebih-lebih berasal dari perkembangan makmur ekonomi negara. Dari tahun 1980 sampai sekarang, melalui reformasi dan keterbukaan selama 27 tahun, ekonomi Tiongkok berkembang sehat dan pesat. GDP naik dari 300 miliar yuan menjadi 20,94 trilyun yuan pada tahun 2006. GDP per kapita telah naik sampai 1.800 dolar Amerika. Terlepasnya bursa saham Tiongkok dari pasar saham yang lesu dalam waktu yang panjang adalah sebuah sejarah.

Tanggal 4 Januari tahun 2006, indeks harga saham di Bursa Shanghai terus naik dari 1.163 poin. Agustus tahun 2007, indeks harga saham Bursa Shanghai menerobos 5.000 poin. Bersamaan dengan itu, jumlah pemain saham juga bertambah secara drastis. Menurut statistik terbaru yang diumumkan September lalu, jumlah rekening saham perorangan Tiongkok telah melampaui 100 juta.

Mengenai prospek bursa saham pada masa depan, Sun Yumei penuh keyakinan seperti para pemain saham lainnya. Ia mengatakan: "Karena penuh keyakinan terhadap prospek bursa saham, maka saya berani menanam semakin banyak modal. Saya yakin pengeluaran saya pasti akan mendapat keuntungan."