Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2007-10-26 17:04:21    
Kerja Sama Pariwisata Utamakan Lalu Lintas

cri

Saudara Pendengar, Daerah Otonom Etnis Zhuang, Guangxi yang terletak di Tiongkok barat daya berbatasan dengan Vietnam dan bertetangga dengan Asia Tenggara. Lokasi yang unggul itu menyediakan kondisi geografi yang fasilitas kepada kerja sama pariwisata antara Guangxi dan berbagai negara ASEAN. Untuk memainkan sepenuhnya peranan sebagai jembatan kerja sama pariwisata antara Tiongkok dan ASEAN, Guangxi aktif mengembangkan lalu lintas pariwisata, menyempurnakan jalan darat, jalur laut dan lin penerbangan yang menuju negara-negara ASEAN. Dalam acara pekan ini akan kami sampaikan laporan tentang pembangunan lalu lintas antara kedua pihak.

Saudara pendengar, sumber daya pariwisata Guangxi dan negara-negara ASEAN mempunyai keistimewaannya masing-masing, dan dapat saling mengisi. Misalnya, di Guangxi terdapat pemandangan alam Guilin yang terindah di seluruh Tiongkok, pantai pasir putih Beihai yang dijuluki sebagai "pantai pertama di seluruh Tiongkok", dan " Air Terjun Detian " yang merupakan air terjun lintas negara yang paling besar di Asia. Sedangkan Vietnam mempunyai warisan alam dunia, yaitu Teluk Ha Long, di Kamboja ada warisan budaya dunia, Angkor Wat, dan di Indonesia memang adalah Pulau Bali yang indah pemandangannya, kesemuanya itu meletakkan dasar baik bagi kerja sama pariwisata antara kedua pihak. Akan tetapi, sebleumnya lalu lintasnya yang sangat terbatas mengekang perkembangan kerja sama itu. Kini, seiring dengan semakin eratnya pertukaran Tiongkok dengan ASEAN, berbagai tempat Guangxi menempatkan perkembangan lalu lintas dengan negara-negara ASEAN pada kedudukan yang sangat penting.

"Kami berencana membuka semua jalur penerbangan dari Guilin ke negara-negara ASEAN dalam lima tahun mendatang." Demikian kata Walikota Guilin, Zhang Xiulong."

Setiap tahun, Guangxi akan menerima ratusan ribu wisatawan ASEAN, sejumlah besar di antaranya bertamasya ke Guilin. Kini, hanya terdapat dua lin penerbangan langsung antara Guilin dan negara-negara ASEAN, masing-masing adalah jalur penerbangan ke Bangkok, Thailand dan ke Kuala Lumpur, Malaysia. Pemerintah Guilin menganggap kedua jalur penerbangan itu jauh tidak cukup. Tahun ini, mereka memberi tunjangan senilai 7 juta yuan RMB kepada maskapai penerbangan untuk memperbaiki instalasi dan membuka jalur penerbangan yang baru.

Penanggung Jawab Bandara Internasional Liangjiang Kota Guilin, Bapak Xu memperkenalkan kepada wartawan,

"Kini, sejalan dengan didirikannya Zona Perdagangan Bebas Tiongkok-ASEAN, kami mempersiapkan pembukaan lin penerbangan ke Jakarta Indonesia, Angkor Wat Kamboja, serta Kota Ho Chi Minh Vietnam untuk memenuhi permintaan. Selain itu, ada pula pesawat carter tak berkala ke negara-negara Asia Tenggara. Pembukaan lin penerbangan itu akan menyediakan pemudahan besar kepada wisatawan Tiongkok dan berbagai negara ASEAN."

Selain pemandangan alam Guilin yang terkenal di seluruh dunia, Guangxi dengan pesona khasnya juga menarik sejumlah besar wisatawan dari Asia Tenggara. Di antaranya, Kota Beihai adalah salah satu tujuan wisata yang mempesona. Beihai adalah sebuah kota pantai yang indah, terdapat satu-satunya trayek pelayaran pariwisata di atas laut dari Daratan Tiongkok ke Vietnam. Tahun lalu, jumlah wisatawan yang melalui trayek itu melampaui 100 ribu orang, dan tahun ini diperkirakan akan melampaui 150 ribu orang, dan berkemungkinan mencapai 200 ribu orang. Untuk merealisasi target itu, Walikota Beihai, Lian Nongyou mengatakan, 

"Kami akan menambah lin penerbangan, sementara memperpanjang trayek pelayaran itu. Kini trayek itu sudah tiba di Teluk Ha Long, dalam tahun ini akan diperpanjang ke Kota Danang bahkan berkemungkinan ke Kota Ho Chi Minh. Pada tahap berikut, jalur itu akan diperpanjang ke Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina dan Brunei, sehingga terbentuk sebuah lingkaran pariwisata."

Kini, peningkatan kerja sama dan pengembangan lalu lintas telah menjadi kesepahaman bersama Guangxi dan berbagai negara Asia Tenggara. Pada paro pertama tahun ini, Sekretaris Komite Partai Komunis Tiongkok Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, Liu Qibao dan Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong dalam pertemuannya dengan bersepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang infrastruktur lalu lintas, dan memutuskan untuk mewujudkan perhubungan darat antara Kota Nanning, ibukota Guangxi dan Singapura. Wakil Inspekstur Program Radio Singapure International, Lee Yong Tick berpendapat, hal itu merupakan hal yang amat baik bagi wisatawan. Dikatakannya,

" Setelah dibukanya jalan darat dari Nanning ke Singapura, banyak wisatawan akan bertamasya ke Guangxi melalui jalur itu. Orang Singapura sebenarnya sangat suka mengendarai mobil untuk bertamasya ke Malaysia bahkan ke Thailand, adalah hal yang sangat baik apabila mengendarai mobil dari Thailand langsung menuju ke Nanning."

Selama tahun-tahun belakangan ini, Guangxi berangsur-angsur menjadi tujuan wisata titik panas bagi para pengunjung Asia Tenggara, sementara semakin banyak warga Tiongkok bertamasya ke berbagai negara Asia Tenggara. Mengenai pengembangan lalu lintas untuk kerja sama pariwisata antara Guangxi dan ASEAN, wartawan Filipina, Ephraim B. Antonio Jr menyatakan, ia sangat berharap dapat terbang langsung dari rumahnya ke Guangxi untuk bertamasya pada sesuatu hari, dan juga berharap semakin banyak pengunjung Tiongkok berkunjung ke Filipina. Dikatakannya, 

"Kini di antara Filipina dan Guangxi masih belum ada dinas penerbangan langsung. Kalau dibuka, waktunya akan dipersingkat. Dilihat dari sudut tertentu, itu akan memperpendek jarak Guangxi-Filipina, dibukanya lin penerbangan itu akan mendorong lebih banyak wisatawan berkunjung ke Guangxi atau pergi ke Filipina, saling mengenal kebudayaan dan mencicipi makanan yang enak di berbagai negara. Selain itu, penerbangan langsung juga akan mendatangkan manfaat ekonomi yang besar. Oleh karena itu, pembukaan lin penerbangan adalah menang bersama bagi Guangxi Tiongkok dan Filipina."

Ekspo Tiongkok-ASEAN ke-4 akan diadakan di Nanning, ibukota Guangxi pada akhir bulan ini. Sama seperti ekspo sebelumnya, ekspor tahun ini juga terdapat paviliun yang khusus mempromosi pariwisata berbagai negara Asia Tenggara. Pariwisata telah menjadi salah satu isi penting dalam kerja sama antara Tiongkok dan negara-negara ASEAN, dan memainkan peranan yang tak tergantikan dalam mendorong pertukaran yang bersahabat dan saling pengertian antara berbagai negara serta menggerakkan pertumbuhan ekonomi.

Demikian tadi saudara pendengar, Ruangan Tiongkok-ASEAN untuk edisi pekan ini, penyiar Anda Nining mengucapkan terima kasih atas perhatian Anda, sampai jumpa pada acara yang sama minggu depan.