|
Gubernur Bank Rakyat Tiongkok Zhou Xiaochuan hari ini (6/3) mengatakan, krisis kredit kemacetan perumahan (secondary mortgage facility/SMF) Amerika Serikat ( AS ) yang dimulai musim panas tahun lalu, hingga saat ini masih terus berlangsung tanpa berakhir, maka tak boleh diremehkan.
Di depan jumpa pers sidang pertama Kongres Rakyat Nasional ( KRN ) yang diadakan hari ini, Zhou Xiaochuan mengatakan, lembaga moneter Tiongkok juga mengalami kerugian tertentu akibat investasnya di bidang fasilitas hipotek sekunder. Akan tetapi secara keseluruhan, jumlah dan proporsi modal yang ditanam Tiongkok tidak banyak. Skala lembaga moneter Tiongkok relatif besar, apalagi kinerja operasinya cukup memuaskan, dan mampu menanggung kerugian dalam jumlah kecil.
Zhou Xiaochuan menyatakan pula bahwa secara layak menaikkan nilai mata uang RMB akan bermanfaat bagi menekan inflasi pada taraf tertentu, tetapi itu bukan unsur yang menentukan dalam menekan inflasi.
|