Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2008-03-10 13:06:35    
Semangat Seorang Pekerja Magang Konveksi Mengejar Impiannya

cri

Saudara pendengar, untuk membuat sepotong pakaian, orang Tionghoa di era sebelum tahun 1980-an sering membeli kain dan pergi ke toko penjahit. Kini, seiring dengan semakin banyaknya merek pakaian dengan model yang berenaka ragam, pelanggan toko jahit semakin berkurang. Meskipun demikian, pasar kain dan bisnis toko jahit di Hanzhou propinsi Zhejiang masih saja ramai. Dalam Ruangan Kehidupan Sosial hari ini kami akan perkenalkan seorang pekerja magang, Zhou Xiaoyan yang bekerja di sebuah toko jahit di Hanzhou.

Saudara pendengar, di sebuah toko jahit di pasar kain Hanzhou, terlihat banyak gulungan kain tersusun rapi di tempatnya. Bagian belakang toko itu terlihat sebuah ruang jahit. Di sinilah para pembeli ramai berkonsultasi soal rancangan pakaian dengan si penjahit. Bunyi proses penjahitan pakaian pun terdengar bising. Toko Jahit Hongye adalah salah satu toko jahit di pasar kain itu, dan disinilah tempat Zhou Xiaoyang bekerja. Di dalam toko yang luasnya hanya 10 meter persegi, ruang penjahitan baju memakan hampir separuh areal toko itu. Zhou Xiaoyan mengatakan:

"Saya melakukan hampir pekerjaan di toko ini, termasuk menerima pembeli, mengukur, dan sebagainya. Walaupun sibuk, saya merasa senang, karena saya memang suka membuat pakaian."

Di sebelah mesin jahit Zhou Xiaoyan terlihat setumpuk majalah busana. Zhao Xiaoyan mengaku bahwa dirinya suka membaca-baca majalah busana untuk mempelajari teknik merancang pakaian. Dikatakannya:

"Biasanya kami membuat pakaian sehari-hari. Terkadang kami juga menjahit pakaian seragam atau pakaian model."

Zhou Xiaoyan mengatakan, banyak pelanggannya lebih suka memilih model busana seperti yang ada di dalam majalah. Dibandingkan dengan pakaian-pakaian jadi yang ada di butik, pakaian yang dibikin di toko jahit nampak lebih pas dengan bentuk tubuh mereka. Zhou Xiaoyan mengatakan, asal model pakaian yang diminta tidak rumit mereka pasti dapat menjahitnya. Dikatakannya:

"Pelanggan kami ada yang muda juga ada yang tua. Bahkan orang asing pun berlangganan dengan kami."

Karena pelanggannya berasal dari berbagai kalangan dan umur, Zhou Xiaoyan tahu betul soal trend busana. Di depan toko tempatnya bekerja, dipasang model busana yang dapat memikat mata pelanggan. Di Toko Jahit Hongye, pelanggan tidak saja bisa memilih rancangan busana yang disukai, mereka juga bisa memilih jenis bahan kainnya.

Selain Toko Jahit Hongye, toko jahit yang lain pun ramai pembeli. Menurut penjelasan Wang Yin selaku penanggung jawab pakaian dan tekstil Komisi Ekonomi Hanzhou, Hanzhou adalah pangkalan produksi kain tradisional Tiongkok, karena itu pemerintah setempat sedang berupaya mengembangkan industri pengolahan palaian. Dikatakannya:

"Pemerintah lokal telah mengalokasi 3 juta Renminbi setiap tahunnya untuk mendukung industri pengolahan pakaian sejak tahun 2002. Dan sejak tahun 2006, nilai dana ditambah hingga 20 juta Renminbi." Selain itu, pemerintah lokal juga menerapkan program yang memungkinkan orang-orang di bidang ini dapat belajar dan memperoleh pembinaan. Dikatakannya:

"Kami mempunyai kursus senior. Penjahit dapat belajar ke Akademi Teknik Pakaian Hanzhou. Biaya yang dikenakan hanya separuh harga, sedangkan separuhnya lagi ditanggung pemerintah. Syaratnya adalah memiliki surat sertifikat yang diakui."

Zhou Xiaoyan sangat tertarik dengan program tersebut, sehingga ia berencana akan mendaftarkan dirinya. Ia mengatakan, karena sering melihat-lihat majalah busana, ia mempunyai sejumlah konsep rancangan pakaian. Semua konsepnya itu dicatat dan dimodifikasi. Nantinya, kalau ia sudah mendapat surat sertifikat, ia akan membuka sendiri toko yang diidam-idamkannya. Zhou Xioayan mengatakan dirinya akan merasa sangat bahagia, bila suatu hari nanti ia melihat ada orang lain yang memakai baju hasil rancangannya.