|
Sidang tahunan pertama Kongres Rakyat Nasional (KRN) Tiongkok yang baru sedang berlangsung di Beijing. Dalam sidang itu, pemerintah pusat mengajukan target ekspektasi penempatan kerja yang lebih tinggi daripada sebelumnya. Para wakil KRN menyatakan bahwa hal ini menunjukkan konsep penyelenggaraan negara pemerintah sekarang ini yang menjadikan penempatan kerja sebagai dasar kesejahteraan rakyat. Untuk merealisasi target itu, para wakil aktif mengajukan usul dan pendapat.
"Salah satu target ekspektasi perkembangan ekonomi dan sosial tahun ini adalah menciptakan lapangan kerja baru bagi 10 juta penduduk di kota." Demikian kata Perdana Menteri Wen Jiabao dalam laporan pekerjaan pemerintah di depan sidang KRN. Dibanding dengan laporan sebelumnya, angka ekspektasi jumlah orang yang mendapat kesempatan kerja di kota tahun ini bertambah satu juta.
Warga Beijing Li Li mengatakan, ia yakin target itu akan dapat terpenuhi, karena ia telah menyaksikan teman-teman sekerjanya yang kehilangan lapangan kerja setelah perusahaannya gulung tikar, kini sudah dipekerjakan kembali berturut-turut. Dan ia sendiri juga mendapat pekerjaan dengan penghasilan yang lumayan. Dikatakan oleh Li Li, "Perusahaan kami gulung tikar tahun 2006 karena salah urus, dan semua karyawan kehilangan pekerjaan. Biro Pariwisata Nasional tahun lalu merekrut sejumlah pemandu wisata, saya lalu ambil bagian dalam kursus pelatihan pemandu wisata, dan berhasil memperoleh pekerjaan sebagai pemandu wisata."
Wakil KRN Zhou Sumin mengatakan, setelah melaksanakan kebijakan penempatan kerja yang proaktif selama bertahun-tahun, pemerintah Tiongkok kini lebih yakin dapat meredakan tekanan di bidang penempatan kerja. Dikatakannya,"Pemerintah pada tahun-tahun belakangan ini telah menggulirkan banyak kebijakan tentang penempatan kerja. Masyarakat menyambut baik kebijakan pemerintah untuk menciptakan lebih banyak kesempatan kerja."
Dalam kurun waktu lima tahun lalu, ekonomi Tiongkok tumbuh dengan kecepatan di atas 10 persen setiap tahun dan telah menciptakan sejumlah besar lapangan kerja. Yang lebih penting ialah pemerintah telah melaksanakan serangkaian kebijakan penempatan kerja yang proaktif.
Yang patut dikemukakan ialah, Undang Undang Promosi Penempatan Kerja yang mulai diberlakukan tahun ini telah meningkatkan kebijakan penempatan kerja yang berhasil pada tahun-tahun belakangan ini menjadi undang-undang.
Menteri Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial, Tian Chengping mengatakan, pada tahun-tahun belakangan ini, tingkat pengangguran terdaftar di kota menunjukkan kecenderungan menurun, dan dewasa ini terkendali pada taraf sekitar 4 persen.
Menteri Tian Chengping mengatakan, pemerintah selama lima tahun ini menaruh perhatian sangat besar pada penempatan kerja dengan menciptakan kesempatan kerja bagi 51 juta penduduk di kota, dan tahun lalu saja mencapai 12 juta orang."
Namun demikian, berhubung Tiongkok memiliki jumlah penduduk 1,3 miliar, maka situasi di mana penawaran tenaga kerja lebih besar daripada permintaan akan berlangsung untuk jangka waktu panjang, dan situasi penempatan kerja jauh daripada optimis, antara lain pertambahan tenaga kerja dewasa ini, khususnya lulusan sekolah tinggi dan petani yang mencari pekerjaan di kota terus meningkat, mutu keterampilan pekerja masih belum dapat memenuhi permintaan.
Maka Perdana Menteri Wen Jiabao menunjukkan perlunya mencurahkan berlipat-lipat tenaga untuk melakukan dengan baik pekerjaan penempatan kerja yang merupakan dasar bagi kesejahteraan rakyat.
Pemerintah Tiongkok kini telah menempatkan perluasan penempatan kerja pada posisi yang lebih menonjol dalam pembangunan ekonomi dan sosial.
Para wakil yang sedang menghadiri sidang KRN juga mengajukan banyak usul. Kong Lingchen dari Provinsi Henan mengatakan,"Bagi karyawan yang kena PHK dan angkatan kerja baru perlu diberi pelatihan keterampilan agar mereka mampu menyelenggarakan usaha. Dengan demikian dapat menciptakan lebih banyak kesempatan kerja. Selain itu, pemerintah perlu menyediakan dana untuk membeli lapangan kerja yang bersifat kesejahteraan umum seperti pembantu pengelola lalu lintas dan pelestarian lingkungan."
Profesor Ye Qing dari Universitas Politik dan Hukum Keuangan dan Ekonomi Zhongnan mengatakan,"Mahasiswa harus menjadi kekuatan aliran utama dalam merintis usaha, namun kegairahan mereka di bidang ini masih kurang. Konsep tentang penempatan kerja dan perintisan usaha harus ditanamkan di kalangan mahasiswa selama mereka kuliah. Pengusaha sukses boleh diundang ke kampus untuk menceritakan proses mereka dalam merintis usaha."
Para wakil KRN berpendapat, dalam situasi pertumbuhan pesat ekonomi Tiongkok dewasa ini, ditambah kebijakan penempatan kerja proaktif yang hasilnya semakin tampak, maka target untuk menciptakan kesempatan kerja baru bagi 10 juta penduduk kota tahun ini sepenuhnya dapat terpenuhi, dan tingkat pengangguran juga dapat dikendalikan pada taraf rendah seperti tahun-tahun sebelumnya."
|