|
Menurut Kantor Berita Xinhua, pemerintah Tiongkok telah mengambil serangkaian langkah untuk menangani peristiwa kekerasan yang terjadi di Lhasa, ibukota Daerah Otonom Tibet pada tanggal 14 Maret lalu.
Kantor Berita Xinhua dalam komentarnya hari ini (26/3) menunjukkan, menanggapi peristiwa kekerasan tersebut, polisi bersenjata dan polisi tidak menggunakan senjata pemusnah.
Komentar menunjukkan, menahan diri tidak berarti mentoleransikan kekerasan. Para warga menuntut untuk menindak keras penjahat dan anasir separatis.
Komentar menunjukkan pula, stabilitas sosial merupakan keinginan rakyat berbagai etnis, massa berbagai etnis tak akan menikmati kehidupan bahagia tanpa stabilitas. Upaya siapa pun dan kekuatan mana pun yang mencoba mensabot stabilitas Tibet bertentangan dengan keinginan rakyat. 1,3 miliar rakyat Tiongkok termasuk rakyat berbagai etnis Tibet mutlak tidak akan menyetujuinya.
|