Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2008-03-27 14:27:27    
Pembicaraan Telepon Hu Jintao dan Bush

cri

Menurut Kantor Berita Xinhua, Presiden Tiongkok Hu Jintao kemarin malam (26/3) mengadakan pembicaraan dengan Presiden AS, George W. Bush melalui telepon atas undangan.

Mengenai masalah Taiwan, Hu Jintao menghargai pendirian tegas Presiden Bush dan pemerintah AS yang berulang kali menegaskan berpegang teguh pada politik satu Tiongkok, menaati tiga Komunike Bersama Tiongkok-AS, menentang 'Taiwan Merdeka' dan referendum Taiwan mengenai penggabungan dalam PBB, dan menentang Taiwan bergabung dalam PBB dan organisasi internasional yang hanya boleh diikuti negara berdaulat. Hu Jintao mengharapkan agar Tiongkok dan AS terus melakukan upacara bersama untuk memelihara perdamaian dan kestabilan Selat Taiwan.

Mengenai peristiwa kejahatan kekerasan di Lhasa baru-baru ini, Hu Jintao menunjukkan, peristiwa tersebut bukan aksi unjuk rasa damai dan non-kekerasan yang disebut Klik Dalai, melainkan kejahatan kekerasan yang serius dan terang-terangan. Pemerintah manapun yang bertanggungjawab tidak akan membiarkan kejahatan kekerasan yang dengan serius melanggar HAM dan mengacaukan tata tertib sosial serta membahayakan keselamatan jiwa dan harta benda massa rakyat.

Hu Jintao menekankan, asal Dalai Lama dengan sungguh-sungguh melepaskan pendirian 'Tibet Merdeka' dan menghentikan kegiatan memecah-belahkan tanah air, lebih-lebih menghentikan kegiatan kejahatan kekerasan yang dihasutnya di Tibet dan tempat lainnya serta sabotase terhadap Olimpiade Beijing, mengakui Tibet dan Taiwan adalah bagian yang tak terpisahkan dari wilayah Tiongkok, pemerintah Tiongkok baru bersedia meneruskan kontak dan perundingan.

Kedua pihak juga bertukar pendapat mengenai masalah nuklir Semenanjung Korea.