|
Menurut Kantor Berita Xinhua, Harian Ekonomi Tiongkok kemarin (29/3) memuat wawancara khusus dengan Xia Chuntao, periset dari Akademi Ilmu Pengetahuan Sosial Tiongkok dan Zalo, ahli masalah etnis dengan judul: perbaikan penghidupan rakyat Tibet pantang disangkal.
Dalam wawancara itu, Xia Chuntao mengatakan, baru-baru ini sejumlah media Barat melakukan pemberitaan yang memutarbalikkan kenyataan terhadap kerusuhan yang terjadi Lhasa. Misalnya ada laporan yang mengatakan, bahwa rakyat Tibet "merasa tak pernah bermanfaat apa pun dari kemakmuran", dan menyebutnya sebagai salah satu sebab yang menimbulkan kerusuhan kali ini.
Xia Chuntao mengatakan, selama setengah abad sejak pembebasan Tibet secara damai, pemerintah pusat selalu menaruh perhatian besar pada pengembangan ekonomi dan sosial Tibet, dan melaksanakan kebijakan-kebijakan preferensial yang menguntungkan perkembangan Tibet di bidang-bidang ekonomi, kebudayaan, pendidikan, pengobatan, iptek dan perdagangan perbatasan. Berkat dukungan kuat pemerintah pusat, Tibet mencapai perkembangan yang kuat dan penghidupan rakyat mengalami perbaikan nyata.
Zalo mengatakan, ekonomi Tibet memelihara laju pertumbuhan 12% ke atas selama 7 tahun berturut-turut. Tahun lalu pendapatan bersih perkapita petani dan penggembala Tibet memelihara laju pertumbuhan dua digit untuk kelima tahun berturut-turut. Laju pertumbuhan lebih tinggi 7% daripada taraf rata-rata seluruh negeri.
|