Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2008-05-13 15:18:50    
Tiongkok Baratdaya Digoncang Gempa Hebat

cri

Pada pukul 14:28 menit kemarin (12/4), di Kabupaten Wenchuan Provinsi Sichuan terjadi gempa bumi berkekuatan 7,8 pada skala Richter. Di belasan provinsi dan kota lainnya dalam negeri terasa gempa. Terhitung sampai pukul 7 hari ini, gempa bumi mengakibatkan seluruhnya 9,219 ribu orang tewas di 8 provinsi dan kota antara lain Sichuan, Gansu, Shaanxi dan Chongqing. Berikut kami sampaikan laporan wartawan.

Setelah terjadinya gempa bumi, Presiden Hu Jintao segera memberikan instruksi untuk dengan selekasnya menolong personel yang cedera dan menjamin keselamatan jiwa rakyat di daerah bencana. Selain itu, juga telah dibentuk markas komando penanggulangan bencana gempa dan pertolongan yang dikepalai oleh Perdana Menteri Wen Jiaobao. Wen Jiabao kini telah tiba di Kota Dujiangyan Provinsi Sichuan dan mulai mengkomando pekerjaan penanggulangan dan pertolongan bencana. Di atas pesawat yang terbang menuju daerah bencana, Wen Jiabao menuntut pemerintah berbagai tingkat menomor-satukan keselamatan jiwa dan keamanan harta benda rakyat, sekuat tenaga menyelamatkan dan mengobati para korban yang cedera. Dikatakannya,

"Komite Sentral Partai dan Dewan Negara menuntut kader pimpinan berbagai tingkat harus berada di garis front penanggulangan bencana dan memimpin massa rakyat yang luas melakukan dengan baik pekerjaan itu, mengembangkan langgam tidak takut berkorban, tak kenal lelah dan berjuang terus, mengupayakan semua pekerjaan untuk kepentingan rakyat."

Kabupaten Wenchuan, sumber gempa kali ini terletak di 31 derajat lintang utara dan 103,4 derajat bujur timur, sekitar 100 kilometer dari Kota Chengdu, ibukota Sichuan. Kabupaten itu berpopulasi sekitar 110 ribu orang. Setelah terjadinya gempa bumi, juru bicara Biro Gempa Bumi Tiongkok Zhang Hongwei melaporkan keadaan gempa bumi kali ini kepada kalangan pers. Dikatakannya,

"Gempa kali ini sangat dahsyat dan luas lingkupnya. Di banyak povinsi dan kota juga terasa gempa antara lain Ningxia, Gansu, Qinghai, Shanxi, Shaanxi, Shandong, Henan, Hubei, Hunan, Chongqing, Guizhou, Yunnan, Tibet dan Jiangsu."

Setelah tiba di Kota Dujiangyan, salah satu daerah bencana, Wen Jiabao memanggil rapat di lapangan dan menuntut perwira dan prajurit yang ikut serta dalam penanggulangan bencana mengatasi segala kesulitan dan segera menuju daerah yang mengalami bencana yang paling serius meskipun harus jalan kaki. Dikatakannya,

"Pertama harus meyelamatkan para korban, titik beratnya ialah pusat gempa. Harus dengan secepatnya mengetahui jumlah korban tewas dan cedera di berbagai daerah di seluruh negeri."

Seusai rapat, Wen Jiabao mendatangi Rumah Sakit Dujiangyan dan Sekolah Menengah Juyuan yang paling serius dilanda bencana untuk menengok para korban bencana dan mengetahui keadaan bencana.

Gedung Rumah Sakit Tradisional Kota Du Jiangyan roboh dalam gempa dan 100 orang terpendam. Wen Jiabao dengan memanjat ke atas tembok dan menyerukan propaganda kepada para korban yang terjebak. Dikatakannya,

"Semua orang bertahan terus, anggota tentara sedang berupaya menyelamatkan Anda kalian."

Di sejumlah tempat pemusatan korban bencana, Wen Jiabao memperkenalkan keadaan bencana dan kemajuan penanggulangan bencana. Dikatakannya,

" Anggota tentara sedang berupaya membuka jalan untuk menyelamatkan beberapa ribu orang yang terpendam di bawah reruntuhan. Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok akan mengerahkan segala kekuatannya dan kini masih terdapat tim profesional yang terdiri dari 140 orang akan tiba tak lama lagi."

Setelah itu, Wen Jiabao mendatangi lapangan bencana Sekolah Menengah Juyuan. Dikatakannya,

"Masih banyak orang yang dapat diselamatkan, asal ada secercah harapan, kami harus melakukan upaya semaksimal mungkin dan mutlak tidak akan kendur."

Setelah terjadinya gempa bumi, berbagai badan terkait Tiongkok segera mengambil aksi dan secara darurat melakukan pertolongan bencana. TPRT segera menghidupkan rancangan tanggal darurat dan mengirim perwira dan prajurit menuju daerah bencana gempa untuk ikut serta dalam pertolongan bencana. Jawatan Gempa Bumi Tiongkok juga segera menghidupkan rancangan tanggap darurat dan mengirim tim kerja tanggap darurat lapangan gempa nasional gelombang pertama yang terdiri atas 33 orang, bersama dengan 183 orang membentuk tim pertolongan darurat bencana gempa nasional dan kemarin telah menuju daerah bencana untuk melakukan pertolongan darurat di lapangan.

Tim pertolongan darurat bencana yang dibentuk Jawatan Gempa Bumi Tiongkok berangkat dari Beijing dan kemarin malam tiba di Chengdu dan siap memulai pekerjaan pencarian dan penyelamatan dan pengobatan para korban. Kementerian Kesehatan mengirim belasan tim tanggap darurat kesehatan menuju daerah bencana. Kementerian Urusan Sipil juga dengan segera mengirim 5 ribu buah tenda ke daerah bencana dan Kementerian Keuangan juga mengucurkan 200 juta yuan dana tanggap darurat subsidi kehidupan dalam rangka membantu para korban bencana menyelesaikan kesulitan kehidupan. Selain itu, Komite Penanggulangan Bencana Negara segera menghidupkan rancangan tanggap darurat tingkat dua nasional. Pejabat Kementerian Urusan Sipil Tiongkok Zheng Yuanchang mengatakan,

" Pihaknya di satu aspek menghidupkan tanggap darurat tingkat dua dan mengirim tim kerja pertolongan bencana, di aspek lain dari gudang cadangan bahan pertolongan pusat di Xi'an dikirim 5 ribu buah tenda ke Sichuan untuk mengantisipasi keadaan kebutuhan pertolongan bencana."

Setelah terjadinya gempa bumi, sejumlah pemimpin negara asing dan penanggung-jawab organisasi internasional termasuk Sekjen PBB Ban Ki-moon, Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda dan Presiden AS George W Bush menyatakan simpati kepada pihak Tiongkok. Selain itu, Uni Eropa, Jerman, Prancis, Slovenia dan Rusia juga menyatakan simpati kepada pihak Tiongkok.