Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2008-05-16 09:53:15    
Diperkirakan Lebih 50.000 Orang Tewas Dalam Gempa Bumi Sichuan

Kantor Berita Xinhua

Menurut Kantor Berita Xinhua, Perdana Menteri Tiongkok Wen Jiabao yang sedang memimpin upaya penanggulangan bencana di Provinsi Sichuan mengatakan, terhitung sampai pukul 14:00 kemarin (15/5), jumlah korban tewas di daerah bencana gempa bumi Sichuan yang telah dikonfirmasi tercatat 19.509 orang, dan diprakirakan jumlah korban tewas akan melebihi 50.000 orang, karena dewasa ini masih terdapat lebih 20.000 orang terjebak di bawah reruntuhan, dan sejumlah besar lainnya hilang.

Dalam sidang komando penanggulangan bencana gempa bumi Dewan Negara yang diadakan di gerbong kereta api kemarin malam, Wen Jibao mengatakan, luas daerah yang mengalami bencana hebat kali ini sudah melebihi 100.000 kilometer, kekuatan dan intensitas gempa bumi Wenchuan melampaui gempa bumi dahsyat di Tangshan tahun 1976. Dilihat dari situasi bencana, gempa bumi kali ini telah menimbulkan kerusakan yang paling hebat dan daerah yang dilanda paling luas sejak berdirinya Republik Rakyat Tiongkok.

Dinyatakan pula oleh Wen Jiabao perlunya mengerahkan kekuatan seluruh negeri untuk melakukan dengan baik upaya penanggulangan bencana. Ditekankannya bahwa tugas terpenting dewasa ini tetap adalah melakukan segala daya upaya untuk menyelamatkan jiwa para korban.

Terhitung sampai kemarin, lebih 60.000 korban luka di daerah gempa telah diselamatkan. Pemerintah pusat telah mengalokasi dana pertolongan bencana 2,25 miliar yuan atau sekitar 321 juta dolar AS, dan telah diterima dana dan barang sumbangan berbagai kalangan masyarakat senilai 1,34 miliar yuan atau sekitar 192 juta dolar AS.