|
Setelah terjadinya gempa bumi hebat di Kabupaten Wenchuan, Provinsi Sichuan Tiongkok pada tanggal 12 lalu, masyarakat Tionghoa, mahasiswa Tiongkok di Indonesia, Jerman, Eslandia, Albania, Uni Emirat Arab dan Turki serta tim medis pemelihara perdamaian Tiongkok aktif menyumbangkan dana untuk daerah bencana.
Presiden Harian International Daily News Indonesia menyumbangkan 155 juta Rupiah ( sekitara 11 ribu dolar AS ). Pengusaha keturunan Tionghoa Indonesia Peng Yunpeng menyumbangkan 3 juta yuan RMB kepada daerah bencana. Kini, Harian International Daily News sudah menerima dana sumbangan sekitar 380 ribu dolar AS, Gereja Kristen Indonesia berencana menyumbangkan 1 juta yuan RMB.
Kemarin ( 18/5 ), 500 guru dan siswa di Sekolah Bahasa Tionghoa Berlin telah menyumbangkan 1,5 ribu euro. Sampai pada tanggal 16, Kedutaan Besar Tiongkok untuk Jerman sudah menerima dana sumbangan sejumlah 60 ribu euro.
Di Reykjavik, Asosiasi Masyarakat Tionghoa di Eslandia menggelar kegiatan penyumbangan uang untuk daerah bencana Sichuan, sampai kemarin (18/5) pagi waktu setempat, jumlah total dana sumbangan tercatat hampir 10 ribu dolar AS.
Pada tanggal 17, 10 lebih pengusaha Tionghoa di Albania menyumbangkan dana sejumlah 19 ribu dolar AS.
Ratusan perantau Tionghoa dan orang Tiongkok yang bekerja di Uni Emirat Arab mengadakan malam penggalangan dana untuk membantu para korban gempa. Dalam kegaitan tersebut, perusahaan-perusahaan yang menjadi anggota Kamar Dagang Tiongkok menyumbangkan dana sejumlah 2 juta 603 ribu yuan RMB.
Berbagai kalangan di Turki Sabtu lalu (17/5) mengadakan kegiatan amal di Kedutaan Besar Tiongkok untuk Turki, dengan menyumbangkan dana sekitar 17 ribu dolar AS. Istri Ketua Majelis Nasional Raya Turki menyumbangkan dana sebanyak 4 ribu dolar AS.
Selain itu, 43 anggota tim medis pasukan pemelihara perdamaian Tiongkok di Kongo ( Kinshasa ) menyumbangkan dana sejumlah 24.300 yuan RMB kepada bagian terkait.
|