|
Setelah terjadinya gempa bumi di Sichuan, Tiongkok, pasukan militer dan pasukan polisi bersenjata dengan cepat melakukan pertolongan. Sebagai kekuatan utama pertolongan, 110 ribu lebih anggota tentara dan polisi bersenjata dikerahkan ke daerah bencana. Pihak militer Tiongkok kemarin (18/05) menyatakan, pertolongan kini sudah memasuki saat krusial, para anggota tentara dan polisi bersenjata akan terus berupaya menyelamatkan massa yang terjebak, dengan aktif membantu rakyat daerah bencana membangun kembali kampung halaman dan memulihkan produksi.
Setelah terjadinya gempa bumi yang dahsyat di Provinsi Sichuan, pada tanggal 12 Mei yang lalu, perhubungan, tenaga listrik dan telekomunikasi di sebagian daerah bencana terputus, termasuk Kabupaten Wenchuan yang merupakan pusat gempa, sehingga kontak dengan dunia luar terputus pula. Sementara itu, gempa bumi mengakibatkan tanah longsor, cuaca yang buruk, gempa bumi susulan terjadi terus menerus, keadaan tersebut mempersulit pekerjaan pertolongan. Dalam keadaan seperti itu, pihak militer Tiongkok mengerahkan jumlah besar anggota tentara ke daerah bencana, berupaya menyelamatkan massa yang terjebak. Hanya 14 menit saja setelah terjadinya gempa bumi, tim pertolongan perdana pihak militer sudah menuju daerah bencana.
Dalam jumpa pers yang diadakan oleh Kantor Penerangan Dewan Negara Tiongkok kemarin, juru bicara Kementerian Pertahanan Tiongkok Hu Changming memperkenalkan keadaan rincian tentang pekerjaan pertolongan pihak militer. Dikatakannya:
" Kami menjadikan penyelamatan jiwa manusia dan harta benda massa sebagai patokan tertinggi, kami akan berupaya keras tak peduli betapa tipisnya harapan. Misalnya 200 polisi bersenjata bermars cepat sejauh 90 lebih kilometer selama 21 jam tanpa menghiraukan hujan, dan terlebih dahulu tiba di Kabupaten Wenchuan. Para pelopor Angkuatan Udara dengan sukses diterjunkan di daerah bencana tanpa bahan meterologi tepat dan pengarahan dari darat. Para anggota tentara dari sesuatu pasukan berjuang terus selama 40 lebih jam, dan akhirnya berhasil menyelamatkan seorang anak perempuan yang baru berumur 11 tahun. Kejadian serupa tampak di berbagai daerah bencana pada setiap hari."
Hu Changming mengatakan, terhitung sampai tanggal 18 Mei pukul 16 , jumlah anggota tentara dan polisi bersenjata yang dikerahkan dalam pertolongan telah melebihi 110 ribu orang. Pihak militer Tiongkok mengirim pula 1.000 lebih pesawat dengan memanfaatkan peralatan penolong sejumlah 110 buah. Untuk menyelamatkan dan mengobati korban luka-luka, pihak militer mengerahkan pula sejumlah tim media ke daerah bencana, sementara menyediakan sejumlah besar obat-obatan dan peralatan cadagangan strategis ke daerah bencana.
Untuk meningkatkan efisiensi pertolongan, pihak militer membentuk mekanisme komando gabungan berbagai tingkat, membagikan kawasan pertanggungan, sementara memanfaatkan satelit, mesin proyek ukuran besar untuk aksi pertolongan. Pejabat dari bagian perlengkapan Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok Ma Gaihe mengatakan:
"Dalam proses pertolongan, kami mengutamakan pertolongan ilmiah, mengembangkan peranan pertolongan tim profesional, selama pertolongan, kami menggunakan sejumlah alat canggih untuk meningkatkan efisiensi pertolongan bencana."
Walau " waktu pertolongan emas 72 jam " jauh sudah lewat, namun pasukan militer dan polisi bersenjata di daerah bencana tetap melakukan pencarian dan penyelematan keseluruhan. Hu Changming menyatakan, pertolongan kini sudah memasuki saat krusial, pihak militer akan mengatasi segala kesulitan, berupaya terus untuk menyelamatkan massa yang terjebak, aktif membantu massa untuk membangun kembali kampung halaman dan memulihkan produksi.
|