|
Hari ini ( 19/5 ) pukul 14 lewat 28 menit, yaitu saat terjadinya gempa bumi dahsyat Wenchuan, Provinsi Sichuan pada tujuh hari yang lalu, rakyat Tiongkok mulai mengheningkan cipta selama tiga menit untuk para korban tewas gempa bumi. Kendaraan, kereta api dan kapal di seluruh negeri membunyikan peluit dan alarm peringatan serangan udara. Pemimpin-pemimpin Tiongkok Hu Jintao, Wu Bangguo, Wen Jiabao bersama dengan rakyat seluruh negeri mengheningkan cipta untuk para korban tewas gempa dahsyat Sichuan.
Gempa hebat yang terjadi di Wenchuan, Provinsi Sichuan pada tanggal 12 yang lalu telah mengakibatkan 34 orang lebih meninggal dan lebih dari 240 ribu orang lainnya luka-luka. Untuk menyatakan duka cita mendalam rakyat seluruh negeri kepada para korban tewas gempa, pemerintah Tiongkok memutuskan, tanggal 19 hingga 21 Mei tahun 2008 ditetapkan sebagai hari berkabung nasional. Selama tiga hari itu, seluruh negeri dan lembaga untuk luar negeri mengibarkan bendera kebangsaan setengah tiang, menghentikan kegiatan rekreasi publik, Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Tiongkok untuk luar negeri menyediakan buku catatan duka cita.
Hari ini pukul 14 lewat 28 menit, wartawan CRI Gong Wanpeng di lokasi bencana Mianyang, Provinsi Sichuan bersama dengan rakyat setempat mengheningkan cipta selama tiga menit untuk para korban tewas akibat gempa. Dari Mianyang, Gong Wanpeng melaporkan,
" Kami mendatangi Stadion Jiuzhou yang menampung ribuan korban bencana, pada sore pukul 14 lewat 28 menit, bunyi alrm peringatan berkumandang di atas stadion, segenap korban gempa mengheningkan cipta dengan mengarah ke Beichuan, kampung halamannya. Kami menyaksikan banyak korban gempa mengalirkan air mata dengan menahan kesedihan, sementara terdengar pula suara menangis. Sebelumnya kami telah mewawancarai beberapa korban bencana, mereka menyatakan akan mengingatkan malapetaka tersebut dan membangun kembali kampung halamannya, menghiburkan roh anggota keluarga yang meninggal dalam gempa bumi. "
Pagi hari ini, di berbagai tempat Tiongkok diadakan pula upacara pengibaran bendera kebangsaan setengah tiang untuk para korban tewas gempa.
Hari ini pukul 4 lewat 58 menit, di lapangan Tian'anmen, Beijing, Bendera Kebangsaan Nasional dikibarkan setengah tiang untuk menyatakan duka cita kepada para korban tewas gempa dahsyat di Wenchuan, Provinsi Sichuan.
Para warga berdiri tegak di lapangan dan menyaksikan bendera kebangsaan. Setelah upacara selesai, wartawan telah mewawancari seorang ayah beserta anak perempuannnya. Ayahnya bernama Tian Guanghui dan anak perempuannya bernama Tian Sangshan. Tian Sangshan mengatakan,
" Di antara korban tewas, ada yang sama umurnya dengan saya. Banyak anak terjebak di bawah reruntuhan, saya merasa sangat sedih. "
" Saya juga merasa sangat sedih, tapi saya mengganggap negara telah memperlihatkan semangat persatuan dan kesatuan di hadapan malapetaka. "
Joe Bircher, seorang mahasiswa AS yang belajar di Tiongkok ambil bagian pula dalam upacara pengibaran bendera kebangsaan setengah tiang di lapangan Tian'anmen. Dia mengatakan,
" Saya kira itu musibah yang hebat, banyak orang kehilangan jiwanya. Kita tidak akan mencegah terjadinya gempa bumi, namun Tiongkok berbuat dengan sangat baik, berupaya keras, baik sekali. "
Pagi hari ini, Kementerian Luar Negeri Tiongkok serta kedutaan besar Tiongkok untuk luar negeri telah mengibarkan bendera kebangsaan setengah tiang untuk menyatakan duka cita dan mengadakan buku catatan duka cita. Duta Besar India untuk Tiongkok Nirupama Rao mengatakan,
" Saya merasa sangat sedih. Sebagai negara tetangga yang bersahabat, pada saat seperti sekarang ini, kami ingin berdiri bersama dengan rakyat Tiongkok. Kami mengetahui apa yang sedang dialami Tiongkok, karena kami pun pernah mengalami malapetaka serupa. India sudah mulai menyediakan bantuan kepada Tiongkok, saya baru saja pulang dari Kota Chengdu. Kami percaya Tiongkok akan mengatasi kesulitan, Tiongkok adalah negara yang kuat. "
Yang datang melayat ke Kementerian Luar Negeri Tiongkok, antara lain duta besar AS, Rusia, Spanyol dan Kanada. Mereka menyatakan akan menambah bantuan pertolongan bila diperlukan. Duta besar Afrika Selatan dan Korea Selatan menyatakan keyakinan bahwa Tiongkok akan mensukseskan Olimpiade Beijing walau menderita gempa yang dahsyat.
Hari berkabung nasional akan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 19 hingga tanggal 21. Selama ketiga hari itu, pawai obor akan dihentikan untuk sementara.
|