Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2008-05-21 11:23:44    
Tim Pertolongan Internasional Singapura Di Sichuan

cri

Pada pukul 14:28 tanggal 19 Mei, waktu Beijing, di kabupaten Hongbai, kota Shifang, Propinsi Sichuan, salah satu daerah korban bencana yang parah dalam gempa bumi dahsyat kali ini, seiring dengan suara peluit polisi yang memekakkan telinga dan aba-aba yang rapi, 55 anggota dari tim pertolongan internasional Singapura mengangkat topi keamanan mereka dan bersalut selama 3 menit untuk menyatakan cuka cita kepada para korban tewas dalam gempa bumi kali ini.

Tim tersebut yang anggotanya mengenakan lencana sertifikat dari UN ISARAG atau Grup Pencarian Dan Pertolongan Internasional PBB adalah sedikit tim pertolongan yang lulus dari evaluasi pertolongan UN INSARAG di Asia, mewakili taraf tertinggi pertolongan di Asia. Pada dini hari tanggal 17 Mei lalu, tim pertolongan internasional Singapura yang dilengkapi sebuah truk, 2 jeep serta beberapa ekor anjing pencari tiba di kabupaten Hongbai, kota Shifang, salah satu daerah korban bencana yang parah. Kabupaten tersebut terletak di pedalaman pegunungan, di sekitarnya terdapat beberapa perusahaan pertambangan, keadaan yang tertimpa bencana sangat parah. Kepala tim tersebut Prancis Ng memperkenalkan:

"Kami tiba di kabupaten Hongbai tiga hari yang lalu, sampai di sini kami menemukan keadaan sangat parah, karena sekitar 80% rumah telah roboh total. Pada hari pertama kami segera mulai mengadakan pekerjaan pertolongan, sejauh ini, kami menemukan lima jenazah, namun tidak temukan siapa yang selamat."

Meksipun demikian, namun kepala tim tersebut Prancis NG akan meneruskan pertolongan walaupun semakin tipisnya harapan yang ada orang masih selamat seiring dengan berlalunya waktu. Karena di bidang lain, tidak bisa mengesampingkan kemungkinan yang terjadinya keajaiban. Apalagi, menemukan jenazah dan mengembalikan kepada sanak keluarga pun merupakan suatu prihatin. Dikatakannya:

"Kami membantu sanak keluarga korban tewas memakam jasad, meskipun terbaiknya menemukan mereka yang masih selamat, tapi di pihak lain, penemuan jasad pun adalah suatu cara baik untuk sanak keluarga korban, merupakan prihatian kepada mereka."

Dalam proses pertolongan, kerjasama antara tim pertolongan Singapura dan tim pertolongan dari Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok atau PLA pun cukup erat. Dalam pandangan anggota mereka, prajurit PLA sangat berani, reaksinya pun pesat. Mereka berpendapat, dilihat dari pengamatan beberapa hari di daerah korban bencana, pekerjaan pertolongan Tiongkok sangat pesat dan efektif. Kerjasama dengan tim pertolongan lokal secara efektif meningkatkan efisiensi pekerjaan pertolongan. Francis Ng menilai:

"Kerjasama kami dan PLA cukuk ideal, dan baik, kami menggali bersama mereka, jasad ketiga yang kami gali dicari bersama PLA."

Selain kerjasama dengan PLA, kerjasama antara pemerintah setempat serta pusat pimpinan pertolongan di Kabupaten Hongbai pun efektif. Ketrampilan profesi dan semangan mereka pun dipastikan berbagai kalangan termasuk massa rakyat. Sebagai orang yang bekerja di bidang tersebut, Yang Xinhong yang mendampingi tim pertolongan Singapura adalah anggota tim pertolongan internasional Tiongkok. Dia mengatakan:

"Mereka adalah tim yang sangat profesional, pada Januari lalu mereka meluluskan dari evaluasi UN INSARAG, dapat mengadakan pekerjaan pencarian dan pertolongan di kota yang mengalami bencana alam besar. Mereka sangat baik dan bertanggung jawab."

Sebagai tim pertolongan profeisional yang mempunya mutu tinggi, sebelum datang ke Tiongkok, mereka telah berpartisipasi dalam beberapa pertolongan. Francis Ng memperkenalkan:

"Kami pernah datang ke banyak negara dan daerah, misalnya Taiwan, Pakistan, Indonesia, kalau Indonesia kami pernah pergi beberapa kali, misalnya waktu gempa bumi dan tsunami. Akasi pertolongan tsunami Thailand dan bencana tanah longsor di Filipina pun kami berpartisipasi."

Kini, tim pertolongan Singapura masih meneruskan pekerjaan mereka. Setelah aksi pertolongan berakhir, terdapat pula tim medis dari berbagai negara untuk melanjutkan pekerjaan berikutnya di daerah korban bencana.