|
Setelah terjadinya gempa bumi dahsyat di Wenchuan, Propinsi Sichuan, Tiongkok melakukan pertolongan dengan mengerahkan tenaga seluruh negeri, sementara mengimbau masyarakat internasional menyediakan bantuan kepada daerah bencana, dengan mengizinkan tim pertolongan, tim medis serta wartawan media dari luar negeri memasuki daerah bencana dalam waktu singkat. Tindakan tersebut mengundang kekaguman para tokoh dan media yang sebelumnya berprasangka terhadap Tiongkok. Dalam menanggapi bencana gempa, Tiongkok memperlihatkan keterbukaan, di belakang keterbukaan adalah keyakinan.
Setelah terjadinya gempa di Wenchuan, Kementerian Luar Negeri Tiongkok segera menyatakan bahwa Tiongkok menyatakan terima kasih dan sambutan kepada masyarakat internasional yang telah menyediakan bantuan dalam bentuk apa pun. Palang Merah Tiongkok mengeluarkan seruan darurat kepada masyarakat internasional melalui Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Tiongkok mengizinkan pula tim-tim pertolongan dari Jepang, Rusia, Korea Selatan dan Singapura memasuki daerah bencana. Untuk pertama kalinya Tiongkok menerima tim-tim pertolongan profesional luar negeri setelah terjadinya bencana alam sejak berdirinya Republik Rakyat Tiongkok pada tahun 1949. Selain itu, Tiongkok mengizinkan tim medis dari Rusia, Italia serta Taiwan ke daerah bencana. Wartawan asing memasuki daerah bencana tidak dibatasi, sejumlah wartawan asing memasuki lokasi kejadian gempa bumi yang parah, memberitakan keadaan bencana dan pertolongan kepada seluruh dunia.
Pembuatan Tiongkok mendapat pengakuan dan penilaian tinggi masyarakat internasional. " Los Angeles Times " AS mengatakan, penampilan Tiongkok dalam pertolongan bencana adalah " modern, luwes, dan terbuka ". Harian " Lianhe Zaobao " Singapura menunjukkan, Tiongkok kini sudah terbuka terhadap bantuan internasional, hal itu menunjukkan keyakinan Tiongkok untuk terbuka terhadap dunia luar dan berupaya berbaur dengan masyarakat internasional.
Pada tanggal 16 Mei lalu, wartawan AFP menyatakan bahwa " Tiongkok menolak bantuan dari luar negeri, dan menolak memberi visa kepada wartawan asing yang memohon meliput ke daerah bencana. Dalam jumpa pers yang diadakan di Kantor PBB di Jeneva, juru bicara Kantor PBB urusan prikemanusiaan, Elizabeth Byrs mengatakan, saya memastikan apa yang disebut itu adalah omong kosong, karena pada hari pertama terjadinya gempa bumi, pihak terkait Tiongkok tetap berkontak erat dengan PBB. Sedangkan Kepala Kantor Penerangan PBB untuk Jeneva, Marie Heuze mengatakan kepada wartawan AFP, pada kenyataannya, banyak wartawan asing sedang mengadakan peliputan di daerah bencana.
Tiongkok mengambil sikap terbuka dalam pertolongan bencana bertolak dari pertimbangan menghormati jiwa manusia. Untuk menyelamatkan jiwa manusia, untuk mengobati para korban luka-luka, untuk membantu para massa korban bencana, Tiongkok bersikap terbuka terhadap semua bantuan tak peduli dari mana pun.
Sikap keterbukaan Tiongkok berasal dari perubahaan ide pelaksanaan kekuasaan dan cara pelaksanaan pemerintahan Tiongkok. Selama 30 tahun sejak diterapkannya kebijakan reformasi dan keterbukaan, Tiongkok mengalami perubahaan besar. Perubahan tersebut tidak saja termanifestasi di diang ekonomi, tetapi juga tercermin dalam kemajuan ide pemerintah dan rakyat Tiongkok.
Sikap keterbukaan Tiongkok memperlihatkan keyakinan diri sendiri. Sedangkan keyakinan dan kemajuan ide itu berasal dari hasil reformasi dan keterbukaan selama 30 tahun ini, dan berasal dari pertukaran antara Tiongkok dengan dunia luar. Sikap keterbukaan memungkinkan rakyat Tiongkok dan rakyat seluruh dunia menyaksikan bahwa pemimpin Tiongkok lebih berkeyakinan atas diri sendiri.
|