|
Setelah terjadinya gempa bumi dasyat Wenchuan, Provinsi Sichuan pada tanggal 12 Mei yang lalu, masyarakat internasional berturut-turut mengulurkan tangan bantuan untuk menyediakan barang-barang pertolongan kepada daerah bencana gempa bumi. Terhitung sampai tanggal 26 yang lalu, 31 negara dan organisasi internasional, antara lain Program Pengungsi PBB (UNHCR), serta Hong Kong, Makau dan Taiwan telah menyumbangkan pertolongan seberat 2700 lebih ton yang terbagi dalam 81 gelombang. Kini, barang-barang itu sedang diangkut ke tempat yang paling dibutuhkan di dareah bencana.
Satu hari setelah terjadinya gempa bumi, material pertolongan gelombang pertama dari Rusia sudah tiba di Kota Chengdu, ibukota Provinsi Sichuan. Pada hari itu juga, pemerintah Propinsi Sichuan telah mendirikan tim koordinasi, untuk menerima tenaga dan barang pertolongan yang disediakan masyarakat internasional serta Hong Kong, Makau dan Taiwan. Berbagai badan terkait Tiongkok, seperti badan untuk urusan luar negeri, bea cukai, badan pemeriksaan dan karantina serta bandara bekerja secara bergabung selama 24 jam untuk menangani material pertolongan internasional, dengan menyederhanakan prosedur, membuka " jalur hijau ", menjamin sepenuhnya barang-barang tersebut dikerahkan ke daerah bencana dengan cepat dan tepat pada waktunya.
Di samping menjamin cepat mengalirnya material pertolongan, badan terkait pemerintah Sichuan juga menangani transfer dan pembagian material pertolongan berdasarkan keadaan bencana di berbagai tempat. Pada tanggal 18 yang lalu, 240 tenda dalam gelombang pertama yang disediakan pemerintah Italia tiba di Chengdu, pemerintah lokal segera mengangkut tenda-tenda itu ke kota-kota Mianyang dan Deyang yang mengalami bencana gempa relatif serius, guna membangun 20 lebih sekolah tenda di kedua kota tersebut.
SD Xiaode di Mianzhu adalah salah satu sekolah di daerah bencana yang menerima bantuan tenda Italia. Rektor sekolah itu, Qifang mengatakan, tenda-tenda itu sangat penting bagi siswa untuk kembali belajar di sekolah. Kini, tenda-tenda itu terutama digunakan sebagai ruang bantuan psikologis kepada para siswa, membantu mereka cepat keluar dari bayangan gelap gempa bumi.
Menurut jumpa pers yang diadakan pemerintah Propinsi Sichuan kemarin (27/5), titik berat penanggulangan bencana kini dialihkan ke bidang-bidang penempatan massa korban bencana, pengobatan korban luka-luka serta pencegahan dan pengontrolan penyakit menular. Daerah bencana gempa Sichuan tetap membutuhkan sejumlah besar tenda, obat-obatan serta barang pertolongan lainnya, pihaknya berharap mendapat dukungan masyarakat internasional. Propinsi Sichuan akan menjamin pelayanan terkait, agar kehidupan normal massa daerah bencana dipulihkan secepatnya.
|