|
Setelah barang bantuan Indonesia diserahkan ke Pemerintah Sichuan pada tanggal 24 Mei yang lalu, tim medis Indonesia juga tiba di Lanzhou, Propinsi Gansu Tiongkok pada tanggal 28 Mei 2008. Tim pertolongan medis dari Pemerintah Indonesia ini berjumlah 20 orang. Mereka adalah dua dokter umum, tiga dokter bedah umum, empat spesialis anestesi, lima dokter bedah tulang, satu dokter bedah pencernaan, satu spesialis anak, satu spesialis penyakit dalam, satu fisioterapis, dan dua perawat bedah. Mereka dikirim ke Kecamatan Wudu, Kabupaten Wenxian, Propinsi Gansu.
Tim medis Indonesia diberangkatkan bersama dengan tim medis dari Pakistan pada pagi pukul 9.00 waktu setempat. Yang hadir pada upacara pemberangkatan ini ialah staf Kementrian Luar Negeri Tiongkok, Wakil Gubernur Urusan Kesehatan Propinsi Gansu, Pimpinan Kantor Urusan Luar Negeri Propinsi Gansu, dan staf dari Departemen Kesehatan dan Pusat Penanggulangan Bencana Propinsi Gansu. Pemerintah Indonesia diwakili oleh Wakil Kepala Perwakilan RI untuk Beijing, 2 orang staf KBRI, Direktur Kesiapan Pemerintah dan Masyarakat BNPB, dan seorang pejabat Deplu turut melepas tim medis Indonesia pagi tadi.
Didampingi dengan empat orang dokter lokal yang berbahasa Inggris, tim medis Indonesia ini menempuh perjalanan mobil selama 8 ? 10 jam untuk menuju ke lokasi bencana. Mereka akan ditugaskan di sana selama maksimal satu bulan, sesuai dengan kebutuhan.
Bencana gempa bumi Sichuan yang berkekuatan 8 pada Skala Richter terjadi pada tanggal 12 Mei 2008. Selain propinsi Sichuan, bencana juga menimbulkan korban di Propinsi Gansu, Propinsi Yunnan, Propinsi Shanxi, Propinsi Henan, Propinsi Guizhou, Propinsi Hubei, Propinsi Shaanxi, dan Kota setingkat Propinsi Chongqing. Kini korban tewas yang disebabkan oleh gempa ini tercatat 68.516 orang. Lebih dari 15,5 juta orang telah dievakuasi karena gempa, dan 365.399 orang dirawat di rumah sakit karena luka-luka.
|