Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2008-05-30 15:54:36    
Para Orangtua Berdatangan Klaim "Anak-Anak Yatim Piatu" Gempa Sichuan

cri

Jumlah anak yatim piatu akibat bencana gempa dahsyat Wenchuan telah menurun tajam, sebagaimana semakin banyak anak-anak telah menemukan dan berkumpul dengan orangtuanya. Demikian yang dikatakan petugas terkait hari ini. (30/5)

"Pada hari Rabu lalu, jumlah anak-anak yatim piatu telah menurun hingga sekitar 1000 anak, dibandingkan dengan 8000 lebih anak-anak pada hari pertama atau hari kedua pasca bencana yang menewaskan setidaknya 68.000 jiwa," ujar Ye Lu selaku Direktur Kesejahteraan Sosial Departemen Urusan Sipil Propinsi Sichuan.

"Anak-anak tanpa orangtua telah dipelihara di tempat-tempat penampungan anak atau tinggal dengan kerabat mereka," tandas Ye.

Petugas urusan sipil merasa sangat gembira karena banyaknya telepon dari keluarga-keluarga yang ingin mengadopsi anak-anak yang menjadi yatim piatu akibat gempa terparah dalam kurun waktu tiga dekade ini."

Berdasarkan laporan media, orang Tionghoa di luar negeri juga ingin mengadopsi anak yatim piatu korban gempa.

Di sebuah tempat penampungan anak di Kabupaten Zhitong, 27 dari 31 anak-anak kecil sudah ditemukan oleh orangtua atau kerabatnya, dan hari ini sudah dikirim pulang ke tempat asalnya. Demikian informasi dari kepala tempat penampungan anak, Zhang Ping.

Zhang mengatakan bahwa ia menerima puluhan telepon dari orang-orang asal Beijing, Guangzhou, Shenzhen, dan kota-kota lainnya setiap hari yang menanyakan soal adopsi anak."

"Saya sangat menghargai kebaikan mereka. Namun, saya beritahu mereka bahwa kami masih mencari orangtua mereka, dan anak-anak ini belum dipastikan menjadi yatim piatu.".

Tang Junhao yang baru berusia enam tahun, adalah satu dari empat anak di tempat penampungan Zhitong. Ia mengatakan, setiap hari ia bisa mendapatkan susu, telur, dan daging. Ia memperagakan gaya tokoh kartun popular Jepang, Ultraman di depan para pengunjungnya.

Sichuan telah membangun sekolah sementara, yakni "Sekolah Kasih" di Universitas Keuangan dan Ekonomi di Chengdu, ibukota Propinsi Sichuan, supaya 1.000 lebih anak-anak di propinsi itu bisa melanjutkan studi mereka setelah bangunan sekolah mereka hancur dan rusak.

http://news.xinhuanet.com/english/2008-05/30/content_8282971.htm