Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2008-06-03 15:29:18    
Diplomat Tiongkok Puji Tim Pertolongan Negeri Asing

Harian Renminribao

Menurut Harian Renmin Ribao edisi luar negeri, setelah terjadinya gempa bumi Wenchuan Provinsi Sichuan, pemerintah Jepang, Rusia, Korea Selatan dan Singapura mengirim personel pertolongan profesional ke daerah bencana gempa Sichuan membantu pertolongan. Pekerjaan mereka mendapat pujian diplomat Tiongkok.

Diplomat Li Wenliang mengatakan, bahwa untuk memelihara dengan baik jenazah seorang ibu sama anak perempuannya, anggota tim pertolongan Jepang dengan tangan membersihkan batu kerikil yang menimbun jenazah. Ia secara khusus menyinggung bahwa ketika membungkus jenazah, mengingat korban adalah wanita, anggota tim Jepang secara khusus memilih kantung yang bermotif bunga kecil.

Diplamat Li Wenxin mengatakan, bahwa pada tanggal 17 Mei lalu, seorang wanita berumur 61 tahun yang terperosok selama 127 jam berhasil diselamatkan dari celah dua lantai oleh anggota tim pertolongan Rusia. Ketika korban berhasil diselamatkan, massa di lapangan berduyun-duyun berjabat tangan dengan para anggota tim pertolongan Rusia.

Diplamat Sun Xiangyang mengatakan, anggota tim pertolongan Singapura dengan inisiatif memikul tugas pengangkutan dan pengukuran jenazah yang bukan tanggung jawab mereka, para anggota tim pertolongan Singapura bermandikan keringat dan sangat letih, menghadapi anggota keluarga yang menangis terus, mereka menghibur dan menunggu secara sabar.

Diplamat Zhang Haoyuan mengatakan, bahwa anggota tim pertolongan Korea Selatan tak peduli bahaya dan berupaya membantu seorang pemuda yang berdinas militer di Tibet mencari jenazah orang tuanya yang tertimbun reruntuhan. Zhang Haoyuan mengatakan bahwa sebelum keberangkatan, tim pertolongan Korea Selatan tidak hanya menghadiahkan lagi alat pertolongan senilai ratusan ribu dolar Amerika kepada pemerintah setempat, dan mengadakan penataran yang singkat, dan membantu massa setempat mendirikan tenda.

Seperti kesimpulan yang ditulis para diplomat, tim pertolongan negeri asing dengan teknologi pertolongan professional dan perhatian prikemanusiaan menjalin jembatan saling paham amtar massa rakyat berbagai negara.