|
Setelah terjadinya gempa bumi berkekuatan 8,0 pada skala Richter di Wenchuan, Provinsi Sichuan, Tiongkok seluruhnya mengerahkan kurang lebih 130 ribu tentara dan pasukan polisi bersenjata untuk ambil bagian dalam penaggulangan bencana gempa bumi. Penanggung jawab terkait tentara dan pasukan polisi bersenjata Tiongkok kemarin (11/6) di Beijing menyatakan, tentara dan pasukan polisi akan terus ambil bagian dalam penampungan massa dan pembangunan kembali daerah bencana. Berikut laporan wartawan kami.
Di depan jumpa pers yang diadakan Kantor Penerangan Dewan Negara Tiongkok kemarin, Kolonel Yang Qingtang dari Departemen Politik Umum Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok ( TPRT) mengatakan, sejak terjadinya gempa dashyat di Provinsi Sichuan, tentara dan pasukan polisi bersenjata dengan aktif ikut serta dalam penyelamatan jiwa dan penampungan rakyat serta pelaksanaan proyek pemulihan jalan raya.
" Pada tahap paling mendesak dan paling bahaya setelah terjadinya gempa bumi, para anggota militer berhasil menyelamatkan 3,336 orang dari reruntuhan. Sementara itu, tentara dengan aktif menyumbangkan dana sebanyak 427 juta yuan RMB serta baju dan selimut sebanyak 21 ribu helai kepada daerah bencana. Selain itu, tentara mengirim 30 lebih detasemen untuk melakukan bantuan psikologi kepada para korban gempa. Di samping itu, tentara ambil bagian pula dalam pembangunan kembali daerah gempa. Terhitung sampai tanggal 10 Juni, tentara seluruhnya membersihkan dan mengangkut 10 juta meter kubik reruntuhan, memulihkan jalan sepanjang 10 ribu kilometer, membangun 267 ribu tenda dan mengangkut barang penanggulangan bencana sebanyak 800 ribu ton lebih. "
Tentara dan pasukan polisi bersenjata memikul pula misi untuk mengatasi bahaya terjebolnya 20 danau gempa. Menurut keterangan, tentara dan pasukan polisi bersenjata bekerja sama erat dengan Kementerian Irigasi dan pemerintah daerah setempat untuk menyusun konsep tanggap darurat berdasarkan kondisi setiap danau gempa. Sementara itu, tentara menyusun pula konsep penarikan diri apabila terjadi keadaan darurat dalam proses mengatasi bahaya terjebolnya danau gempa. Hingga saat ini, upaya mengatasi bahaya terjebolnya danau gempa berjalan dengan lancar.
Di depan jumpa pers kemarin, juru bicara Kementerian Pertahanan Tiongkok, Kolonel Hu Changming menyatakan, dengan partisipasi tentara dan pasukan polisi besenjata, penanggulangan bencana gempa telah mencapai hasil penting bersifat tahapan. Ke depan, tentara dan pasukan polisi bersenjata akan terus ambil bagian dalam penampungan massa dan pembangunan kembali daerah bencana.
" Dewasa ini, tentara dan pasukan polisi bersenjata terutama bertugas memindahkan dan menampung massa, menyelamatkan jiwa korban dan mengobati korban cedera, mencegah terjadinya bencana sekunder akibat gempa bumi, mengawasi dan mengatasi bahaya meluapnya danau gempa, melakukan karantina, menyediakan bantuan psikologi, serta membantu rakyat memulihkan produksi, membantu pembukaan kembali sekolah dan membantu pemerintah daerah menjaga keamanan sosial. "
Di depan jumpa pers tersebut, Kolonel Hu Changming juga mengucapkan terima kasih kepada badan pertahanan dan tentara negara lainnya yang telah menyediakan bantuan kepada Tiongkok. Ia mengatakan:
" Terhitung sampai tanggal 10 Juni, badan pertahanan dan tentara dari 14 negara telah menyediakan barang bantuan berupa tenda, bahan makanan, obat-obatan dan mesin generator pembangkit listrik kepada daerah bencana Sichuan. Sejumlah badan pertahanan dan tentara asing juga menyediakan bantuan uang tunai. Selain itu, para pemimpin badan pertahanan dan tentara dari 27 negara mengirim kawat ucapan simpati kepada Tiongkok. Untuk itu, kami dengan tulus mengucapkan terima kasih! Gempa bumi dan bencana alam lainnya adalah musuh bersama bagi manusia. Rakyat, pemerintah, termasuk tentara berbagai negara hendaknya bersatu padu dan bekerja sama untuk menanggapinya, agar terbentuk kekuatan perkasa untuk menjamin keselamatan umat manusia, sementara menjamin sepenuhnya perdamaian dan stabilitas dunia. "
|