|
Hari ini tanggal 12 Juni tahun 2008. Tepat pada satu bulan yang lalu, di Wenchuan, Provinsi Sichuan Tiongkok telah terjadi gempa bumi yang berkekuatan 8.0 pada skala Richter. Gempa bumi telah mengakibatkan kerugian berat bagi jiwa dan harta benda rakyat di daerah bencana. Terhitung sampai kemarin ( 11/6 ) siang pukul 12, gempa Wenchuan sudah mengakibatkan 69,146 orang tewas, 370 ribu orang luka-luka dan 17 ribu orang hilang.
Setelah terjadinya gempa Wenchuan, kantor berita Rusia dalam sebuah artikelnya mengatakan, Tiongkok banyak mengalami kesengsaraan, namun tak pernah tunduk dalam kesengsaraan itu. Hari ini, rakyat Tiongkok dapat dengan bangga mengatakan, Tiongkok sudah mencapai kemenangan awal dalam menanggulangi bencana gempa. Kini, tata tertib di daerah bencana stabil, para korban ditempatkan secara layak. Kenyataan membuktikan, Tiongkok tetap tidak tunduk di depan bencana. Segela sesuatu yang terjadi di Tiongkok akan tercantum dalam sejarah.
" Saya yakin sepenuhnya, kesulitan apa pun tak akan menaklukkan rakyat Tiongkok yang herorik. "
Ini adalah pidato Presiden Tiongkok Hu Jintao selama menyatakan rasa simpati kepada massa korban bencana dan anggota tentara di Shifang, Provinsi Sichuan. Setelah terjadinya gempa, pemerintah Tiongkok mengambil tanggapan cepat. Baik pemimpin negara maupun kader basis di daerah bencana, semuanya ambil bagian dalam pertolongan bencana, berbagai pihak baik tentara maupun masyarakat berkoordinasi, dalam rangka menurunkan semaksimal kerugian akibat gempa. Upaya keras yang dilakukan pemerintah Tiongkok juga akan tercantum dalam sejarah.
Ini adalah para anggota pasukan payong sedang menyelamatkan para korban hidup di Shifang, Provinsi Sichuan. Setelah terjadinya gempa, Tiongkok telah mengerahkan tentara, polisi bersenjata dan milisi sejumlah 100 ribu orang dalam aksi pertolongan bencana. Penampilan mereka yang gagah berani telah mengharukan setiap orang. Sumbangan menonjol tentara Tiongkok akan tercantum pula dalam sejarah.
" Saya pernah melakukan pertolongan selama saya berdinas di tentara, saya pikir, tentara memiliki perlengkapan prefesional, saya berpengalaman, maka kami akan menyelematkan lebih banyak jiwa korban. "
Ini adalah Chen Yan, salah seorang sukarelawan dari Provinsi Guangdong. Setelah terjadinya gempa, berbagai sektor seperti jalan kereta api, jalan raya, penerbangan sipil dan telekomunikasi mengerahkan kekuatannya untuk membantu daerah bencana. Para relawan, tenaga medis dan personel lainnya yang datang dari berbagai daereah, serta Hong Kong, Makau dan Taiwan menuju daerah bencana untuk mengobati para korban, memulihkan jalan raya, mengangkut barang pertolongan. Sumbangan mereka tanpa pamrih akan tercantum dalam sejarah.
" Kami sadar bahwa bencana alam gempa bumi tak dihindarkan oleh negara dan rakyat mana pun, kita akan meminimalkan risiko bencana asalkan kita bersatu padu, kami selalu berdiri bersama dengan rakyat Tiongkok. "
Ini dikatakan oleh Wakil Kepala Tim Medis Rusia Ivanius Alexander sebelum meninggalkan Tiongkok. Setelah terjadinya gempa dahsyat, masyarakat internasional berturut-turut mengulurkan tangan bantuan. Rusia, Jepang, Korea Selatan dan Singapura telah mengirim tim pertolongan, sedangkan Indonesia, Jerman, Perancis, Italia, Kuba, Rusia dan Jepang telah mengirim tim medis internasional. Mereka membantu para korban di daereah bencana tanpa menghiraukan bahaya gempa susulan. Bantuan tanpa pamrih dari masyarakat internasional kepada Tiongkok akan tercantum pula dalam sejarah.
Tiongkok yakin sepenuhnya, Tiongkok pasti mencapai kemenangan terakhir dalam menanggulangi bencana gempa dengan upaya keras pemerintah dan rakyat Tiongkok dan dengan mendapat dukungan masyarakat internasional. Kerjasama antara Tiongkok dengan masyarakat internasional yang efektif akan tercantum dalam sejarah.
|