|
Selama beberapa tahun ini, bencana alam termasuk tsunami, gema bumi dan topan telah mengakibatkan kerugian besar terhadap keselamatan jiwa dan harta benda umat manusia, dan bagaimana menanggulanginya telah menjadi problema penting yang sangat dipentingkan pemerintah berbagai negara. Baru-baru ini, wartawan kami sempat mewawancarai Wakil Direktur Pusat Peringatan Dini Bencana Nasional Thailand, Chitipat Bejraburnin. Berikut kami sampaikan hasil liputan itu.
Thailand terletak di pusat kawasan Asia Tenggara dan pernah beberapa kali dilanda bencana alam. Mengenai hal itu, Chitipat menjelaskan, " Thailand pada masa yang lalu pernah mengalami berbagai jenis bencana alam, di antaranya kebanyakan adalah topan, misalnya bencana topan pada tahun 1989 yang melanda Thailand telah mengakibatkan banyak kerugian terhadap jiwa dan harta benda rakyat serta lembaga pemerintah. Tapi yang mengakibatkan kerugian maha besar terhadap Thailand ialah tsunami yang ditimbulkan gempa di Samudera Hindia akhir tahun 2004. Bencana alam itu telah mengakibatkan ribuan orang tewas dan hilang, sedangkan kerugian harta benda mencapai miliaran Bath."
Chitipat mengatakan bahwa Thailand menyerap banyak pelajaran pahit dari bencana alam yang terjadi pada beberapa tahun yang lalu, dan harus membangun sistem peringatan dini bencana alam yang berefisiensi tinggi. Dikatakannya, " Thailand menimba pengalaman dari kerugian yang diakibatkan bencana alam pada masa yang lalu. Pertama, membentuk sistem peringatan dini bencana alam. Kedua, membentuk sistem bantuan kepada korban bencana di daerah rawan bencana alam dalam rangka mengadakan persiapan untuk mengantisipasi berbagai jenis bencana alam ke depan. Dewasa ini, sistem terkait yang dibentuk Thailand telah mencapai taraf maju di dunia, dapat menegakkan kepercayaan terhadap rakyat Thailand dan wisatawan asing yang menuju Thailand."
Chitipat menekankan, untuk mengantisipasi bencana tsunami yang mungkin akan terjadi lagi ke depan, Thailand selain memperjuangkan pelaporan tepat waktu mengenai bencana melalui pembentukan menara peringatan bencana yang maju di tempat terkait, mendirikan sistem pengukuran gelombang laut serta sistem penghubung telekomunikasi pasca bencana, dewasa ini, lembaga pendidikan Thailand telah mencantumkan pengetahuan mengenai bencana alam termasuk tsunami dalam buku pelajaran. Ketika menyimpulkan pengalaman Thailand di bidang donasi dana dan materiil untuk daerah dan korban bencana, Chitipat dengan khusus menekankan peranan kekuatan non pemerintah. Dikatakannya, " Peranan kekuatan non pemerintah di bidang rehabilitasi daerah bencana sangat besar, bahkan dapat dalam waktu pendek mengubah wajah daerah bencana yang mengalami kerugian hebat. Lingkungan dan sarana bangunan daerah Thailand yang mengalami bencana umumnya dapat dipulihkan dalam waktu tidak sampai 6 bulan, di antaranya kebanyakan pekerjaan dirampungkan oleh kekuatan non pemerintah."
Chitipat mengatakan pula, " Setiap kali setelah terjadi bencana alam, pemerintah Thailand acap kali mengumumkan untuk menerima bantuan dalam dan luar negeri tanpa syarat, bersamaan juga mengucurkan anggaran bantuan darurat untuk menyediakan bantuan kepada korban bencana di bidang pengobatan dan pemulihan kehidupan normal."
|