Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2008-07-04 14:37:37    
Tersangka Terorisme Ditangkap di Indonesia

Kantor Berita Xinhua

JAKARTA, 3 Juli (Xinhua). Sembilan tersangka teroris ditangkap pada hari Rabu oleh polisi anti teror di Palembang, Propinsi Sumatra Selatan. Mereka kini telah dibawa ke Jakarta pada hari Kamis untuk investigasi lebih lanjut. Demikian dikatakan oleh juru bicara pihak kepolisian.

"Mereka telah dibawa dari Palembang ke Jakarta hari ini untuk ditahan di pusat penahanan Brigade Bergerak Polisi di Kelapa Dua, Depok," demikian kata Kepala Humas Kepolisian Jendral Abubakar Nataprawira pada hari Kamis.

Polisi juga menyita bukti-bukti seperti 19 bom rakitan dan potasium klorat.

"Kami masih tidak tahu siapa mereka dan mereka termasuk jaringan mana karena mereka baru ditangkap kemarin," katanya.

Peran tersangka juga belum diketahui karena investigasi ini belum selesai, tambahnya.

Dalam penggerebekan di Jalan Papera Palembang, polisi menemukan dan menyita delapan bom yang dirakit sebagian dan 13 bom yang telah dirakit sepenuhnya, beserta 50 kg bahan peledak.

Laporan sebelumnya mengatakan bahwa di antara mereka yang ditangkap, salah satunya adalah seorang warga Singapura yang telah bertemu beberapa kali dengan Osama bin Laden.

Para pria ini dicurigai merencanakan serangan atas turis asing di Sumatra, tetapi memutuskan untuk menarget Jakarta setelah menyadari terlalu banyak nyawa orang Indonesia bisa ikut melayang. Demikian dilaporkan oleh TV One yang mengutip polisi anti teror.

Sembilan tersangka ini akan dikenai pelanggaran UU anti-terorisme bila dinyatakan bersalah. Mereka bisa mendapatkan hukuman mati.

Para tersangka diduga punya hubungan dengan pria paling dicari di Asia Tenggara, Noordin Top, seorang pelarian Malaysia yang dipercayai memimpin sebuah faksi pecahan Jemaah Islamiyan yang juga menganut paham kekerasan.

http://news.xinhuanet.com/english/2008-07/03/content_8485196.htm