|
JAKARTA, 3 Juli (Xinhua). Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono akan menghadiri KTT D-8 (Developing Eight) atau kelompok negara-negara berkembang pada tanggal 6-8 Juli ini. Dalam KTT ini, Yudhoyono akan menyerahkan kepemimpinan D-8 kepada Perdana Menteri Malaysia Abdullah Badawi. Demikian dikatakan oleh juru bicara kepresidenan.
"Presiden Yudhoyono di akhir minggu ini akan menuju Kuala Lumpur, Malaysia, dan Hokkaido, Jepang," tulis kantor berita Antara pada hari Kamis yang mengutip juru bicara kepresidenan Dino Patti Djalal.
"Kita baru saja menerima konfirmasi bahwa sebagian besar pemimpin dari negara-negara itu akan menghadiri KTT D-8," kata Dino pada hari Rabu.
D-8 didirikan pada bulan Juni 1997 oleh delapan negara anggota Konfrensi Organisasi Islam yang memiliki karakter perkembangan dan populasi yang serupa. Negara-negara itu ialah Bangladesh, Indonesia, Iran, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Mereka mendirikan organisasi ini untuk mempromosikan kerja sama ekonomi dan pembangunan, terutama di bidang pertanian, industri, energi, dan perdagangan.
Pemerintah Indonesia mengampu tampuk kepemimpinan D-8 sejak bulan Mei 2006 pada KTT ke-5 di Bali.
"Dalam kepemimpinan Indonesia, 31 aktivitas telah dilaksanakan, termasuk 15 oleh Indonesia, termasuk kerjasama dalam perdagangan, kredit mikro, energi, pariwisata, penerbangan sipil, dan kesehatan," katanya.
Dino juga mengatakan bahwa selama kepemimpinan Indonesia, persetujuan telah dicapai atas peraturan-peraturan tentang asal negara sebagai syarat perwujudan persetujuan dagang preferensial. Ini merupakan hasil dari KTT Bali.
"Diskusi juga akan mencakup sebuah peta jalan D-8 untuk 10 tahun mendatang, peta jalan kerja sama eknomi pada kerja sama sepuluh tahun kedua (2008 ? 2012)," katanya.
Selama rapat ini, Presiden Yudhoyono juga dijadwalkan akan mengadakan pembicaraan bilateral dengan PM Badawi dan komunitas bisnis Malaysia.
Setelah itu Presiden juga dijadwalkan menghadiri KTT negara-negara kerja sama G-8 di Hotel Windsor di Toyako, Hokkaido, Jepang. Demikian dikatakan oleh juru bicara.
http://news.xinhuanet.com/english/2008-07/03/content_8481594.htm
|