Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2008-07-22 13:02:16    
Pertemuan Menlu ASEAN Tegaskan Pembentukan Masyarakat ASEAN

cri

  Pertemuan Menteri Luar Negeri Ke-41 ASEAN kemarin (21/7) digelar di Singapura. Pernyataan Bersama yang dikeluarkan usai pertemuan tersebut menegaskan kembali pembentukan Masyarakat ASEAN dan kesepakatan untuk meningkatkan pembangunan integrasi dalam rangka mewujudkan perdamaian, stabilitas, kemakmuran, dan kemajuan sosial ASEAN.

Pernyataan Bersama menyatakan puas atas pelaksanaan berbagai keputusan yang diambil dalam KTT ASEAN Ke-13 tahun lalu oleh negara-negara anggota ASEAN. Pernyataan menyatakan, negara-negara anggota ASEAN akan terus berupaya mengusahakan pembentukan Masyarakat ASEAN sebelum tahun 2015.

Pernyataan menegaskan kembali keharusan untuk mengusahakan kerja sama regional yang lebih luas demi mempercepat proses pembangunan Masyarakat ASEAN. Sementara itu ditandaskan pula keharusan untuk memelihara peranan dominan ASEAN dalam proses perkembangan regional.

Untuk membentuk Masyarakat ASEAN, Piagam ASEAN perlu dilaksanakan. Piagam ASEAN sebagai dokumen hukum akan menentukan posisi hukum ASEAN yang akan menandakan bahwa ASEAN akan menuju ke sebuah organisasi internasional yang relatif lebih matang daripada sebelumnya. Untuk itu, Pernyataan Bersama khusus meminta semua negara anggota ASEAN untuk mengesahkan Piagam ASEAN dan menjamin pelaksanaannya sebelum pembukaan KTT ASEAN Ke-14 di Bangkok pada akhir tahun nanti.

Myanmar kemarin menyerahkan surat ratifikasinya terhadap Piagam ASEAN. Di antara 10 negara anggota ASEAN, kini hanya tinggal Indonesia, Thailand, dan Filipina yang belum mengesahkan Piagam ASEAN.

Mengingat perbedaan perkembangan ekonomi berbagai negara anggota ASEAN, maka Pernyataan Bersama menyatakan bahwa negara-negara ASEAN akan meningkatkan saling kerja sama untuk memperkecil kesenjangan perkembangan dan berupaya mewujudkan integrasi ASEAN, karena hal ini sangat penting bagi pembentukan Masyarakat ASEAN. Selain itu, memperkecil kesenjangan perkembangan antar anggota juga akan menjamin keseimbangan perkembangan ekonomi regional, serta mendorong terwujudnya tujuan pembangunan milenium PBB.

Sementara itu, para menteri luar negeri dan wakil ASEAN sepakat untuk terus meningkatkan hubungan ASEAN dengan mitra-mitra luar, serta memperdalam dan memperluas kerja sama dengan negara-negara mitra di berbagai bidang, yakni bidang energi, ketahanan bahan pangan, antiteroris, pemberantasan kejahatan lintas negara, pengurangan tingkat kemiskinan, serta penanggulangan perubahan iklim dan wabah menular.

Pernyataan menyebutnya sebagai bagian tugas penting ASEAN untuk mengupayakan pembangunan integrasi. Pernyataan juga berharap dapat menyelesaikan penyusunan memorandum saling pengertian tentang pembentukan Pusat ASEAN-Tiongkok dalam rangka memperdalam kerja sama kedua pihak di berbagai bidang. Pernyataan menyatakan sambutannya atas bergabungnya Korea Utara dalam Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama Asia Tenggara. Negara-negara anggota ASEAN optimis bahwa penggabungan Korea Utara dalam perjanjian itu akan menguntungkan peningkatan perdamaian dan keamanan regional.

Pernyataan menghimbau pula negara-negara lain, khususnya negara-negara mitra dan dialog untuk ikut mempertimbangkan penggabungan diri ke dalam perjanjian tersebut.

Mengenai masalah nuklir Semenanjung Korea, para menteri luar negeri dan wakil ASEAN menegaskan kembali betapa pentingnya denuklirisasi Semenanjung Korea terhadap pemeliharaan perdamaian dan keamanan regional. Mereka menyatakan akan sekuat tenaga mendukung Pembicaraan Enam Pihak yang bertujuan menyelesaikan masalah nuklir Semenanjung Korea.

Pernyataan menyerukan pula penyelesaian konflik secara damai untuk mencapai tujuan peningkatan kerja sama. Pernyataan menandaskan pentingnya Deklarasi Tindakan Berbagai Pihak Laut Tiongkok Selatan yang ditandatangani ASEAN dengan Tiongkok pada tahun 2002 sebagai dokumen yang menjadi tonggak sejarah. Pernyataan menyatakan akan terus melaksanakan Deklarasi tersebut untuk mencapai patokan regional di Laut Tiongkok Selatan.

Para menteri luar negeri ASEAN menyatakan keprihatinan serius pada dampak kenaikan harga bahan pangan dan minyak terhadap ekonomi negara-negara ASEAN. Mereka menegaskan kembali keharusan meningkatkan upaya regional dan internasional untuk menyelesaikan masalah itu.