|
BANGKOK, 24 Juli (Xinhua). Thailand dan tetangganya Kamboja telah setuju untuk mengadakan rapat antar menteri hari Senin mendatang tentang daerah perbatasan yang disengketakan di dekat Kuil Preah. Kamboja akan menarik petisi yang ia serahkan ke Dewan Keamanan PBB untuk meminta mediasi. Demikian dikatakan oleh Perdana Menteri Thailand Samak Sundaravej pada hari Kamis.
Samak dan PM Kamboja Hun Sen mengadakan pembicaraan telepon pada hari Kamis siang. Pada saat itu PM Kamboja mengatakan kepada Samak bahwa Kamboja akan menarik permintaannya kepada Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan rapat istimewa untuk mendiskusikan sengketa Thailand-Kamboja.
Samak mengatakan bahwa kedua pihak telah setuju bahwa menteri-menteri luar negeri kedua negara akan bertemu di Siam Reap, Kamboja pada hari Senin tanggal 28 Juli.
Pada konfrensi pers hari Kamis, juru bicara Kementrian Luar Negeri Thailand, Tharit Charungvat mengatakan bahwa Samak dan Kepala Tentara Anupong Phaochinda telah menegaskan kembali bahwa tidak ada "penempatan militer" oleh tentara Thailand di daerah-daerah yang berhubungan dengan kuil itu.
Kedua pihak juga menyatakan kembali instruksi mereka bahwa semua personel militer di daerah tersebut menahan diri dengan ketat dan mencegah terjadinya kekerasan untuk mengikuti apa yang telah disetujui selama Komite Perbatasan Umum (GBC) pada hari Senin.
Pertemuan yang diadakan di propinsi perbatasan Thailand Sa Kaeo tidak menghasilkan terobosan apapun, kecuali janji kedua belah pihak untuk tidak menggunakan kekuatan sebagai resolusi.
Mantan Menteri Luar Negeri Thailand, Noppadon Pattama telah mengundurkan diri dari posisinya awal bulan ini, setelah keputusan pengadilan menetapkan bahwa tindakan Noppadon untuk menandatangani Komunike Bersama Thai-Kamboja tidak konstitusional pada bulan Juni. Komunike ini memberikan dukungan Thailand atas permohonan Kaboja ke UNESCO untuk mendaftarkan Kuil Preah di perbatasan yang disengketakan sebagai Situs Peninggalan Dunia.
Samak mengatakan bahwa pemerintah akan harus memilih Menteri Luar Negeri baru untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Noppadon sebelum tanggal 28 Juli untuk mewakili Thailand di pertemuan perbatasan itu, tetapi ia menolak untuk menjelaskan siapa yang akan menjadi kandidat.
Kabinet Samak diperkirakan akan mengalami perombakan besar sejak memulai jabatan di awal bulan Februari sejak ketiga menterinya, termasuk kepala kementrian luar negeri telah dipaksa untuk turun jabatan setelah serangkaian perlawanan hukum dan pemerintah menghadapi kritik keras karena penampilan mereka tentang isu-isu termasuk Kuil Preah.
UNESCO menyetujui permohonan Kamboja awal bulan ini meskipun ditariknya dukungan Thailand 46 tahun setelah Pengadilan Internasional memutuskan kepemilikan Kamboja atas kuil Hindu dari abad ke-11 tersebut, yang telah diklaim oleh Kamboja dan Thailand.
Kedua tetangga juga terlibat dalam sebuah konflik tentang daerah perbatasan sebesar 4,6 kilometer persegi yang diklaim oleh kedua pihak, yang bersambungan ke kuil itu. Isu ini disulut lagi di tengah kericuhan politik domestik Thailand baru-baru ini. Penentang Pemerintah Samak mengatakan bahwa dukungan Thailand akan permohonan Kamboja untuk masuk ke Warisan Budaya Dunia akan merugikan Thailand dalam penarikan garis batas.
Atmosfer di perbatasan menjadi semakin panas setelah kedua negara mengirimkan lebih banyak tentara ke wilayah yang disengketakan.
Kamboja telah mengajukan sebuah complain dengan Dewan Keamanan untuk meminta PBB membantu menyelesaikan sengketa perbatasan.
Meskipun demikian, ASEAN dan Sekretaris Negara AS Condoleezza Rice telah mengungkapkan pandangan bahwa hal ini seharusnya diselesaikan di tingkat bilateral, daripada merepotkan PBB. Mereka mengungkapkan hal ini di sela-sela pertemuan antar menteri ASEAN di Singapura.
Pada hari Kamis DK PBB mengadakan pertemuan khusus satu jam tentang perbatasan Thai-Kamboja atas permintaan Kamboja untuk memutuskan apakah akan ikut campur. Tetapi DK PBB mengundur keputusan ini, menurut Duta Besar Thailand untuk PBB Don Pramudwinai.
http://news.xinhuanet.com/english/2008-07/25/content_8764549.htm
|