Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2008-09-18 13:10:03    
Kejayaan dan Kemerosotan Gambar Puhui

cri

Ruangan Kebudayaan hari ini akan bercerita tentang sejarah kejayaan sekaligus kemerosotan pamor Gambar Puhui, dan kemudian bagaimana Gambar Puhui kembali bangkit dari tidurnya yang panjang. Nah, mau tahu bagaimana kisahnya? Anda jangan kemana-mana dan terus ikuti laporan menarik berikut ini.

Kesenian Gambar Tahun Baru Puhui yang berumur 500 tahun lebih terdapat di Kota Gaomi Provinsi Shandong Tiongkok Timur. Dalam sejarah Tiongkok, kesenian itu pernah mengalami kejayaan dan menjadi komoditi penting perniagaan. Namun seiring dengan kelahiran era modern, pamor Gambar Tahun Baru Puhui pun mengalami kemerosotan.

Beberapa tahun belakangan ini, berkat upaya tak kenal lelah dari para seniman setempat, kesenian Gambar Tahun Baru Puhui bangkit kembali dan menunjukkan daya hidup yang dinamis.

Dalam proses perkembangan selama 2.200 tahun, Kota Gaomi Provinsi Shandong terkenal kaya akan warisan budaya tradisional. Kesenian patung tanah, guntingan kertas, dan gambar tahun baru Puhui setempat dijuluki sebagai "tiga kesenian unik" Kota Gaomi. Dan pada tahun 2006, Gambar Tahun Baru Puhui dicantumkan dalam Daftar Warisan Budaya Non Material Tingkat Nasional kelompok pertama Tiongkok.

Gambar tahun baru adalah kesenian melukis yang terbilang unik di Tiongkok. Setiap perayaan tahun baru Imlek, rakyat Tiongkok memiliki tradisi membeli gambar tahun baru yang melambangkan kekayaan dan kemakmuran dan kemudian memasangnya di atas ambang pintu atau di ruang tamu.

Dalam proses perkembangannya kemudian, kesenian gambar tahun baru membentuk beragam aliran dengan teknik melukis dan kekhasannya masing-masing. Gambar Tahun Baru Gaomi merupakan salah satu yang cukup terkenal.

Banyak versi cerita tentang asal usul Gambar Tahun Baru Puhui yang beredar di Gaomi. Pemandu Museum Gaomi, Liang Hui berpendapat bahwa kesenian Gambar Tahun Baru Puhui berasal dari kesenian gambar "Zuying" setempat yang muncul pada abad ke-13.

"Menurut penuturan seniman tua, pada masa Dinasti Yuan (1206-1368 Masehi) bahkan pada masa lebih awal, kesenian Gambar Zuying (bayangan nenek moyang) telah muncul. Gambar Zuying mencatat silsilah nenek moyang dalam satu marga besar dan merupakan semacam lukisan yang pembuatannya paling rumit dan ongkos pembuatannya paling mahal, serta berukuran paling besar di antara gambar-gambar tahun baru setempat. Dari sejarah itu dapat diketahui bahwa Gambar Tahun Baru Puhui yang paling awal muncul adalah pada masa Dinasti Yuan, bahkan mungkin pada masa lebih awal."

Kurator Museum Gaomi, Wang Dong yang melakukan penelitian di lapangan berpendapat bahwa masa kejayaan Gambar Puhui adalah pada masa Dinasti Qing abad ke-17.

"Berdasarkan penuturan orang tua, gambar ini dibuat pada akhir masa Dinasti Ming (1368-1644 Masehi). Catatan Sejarah Kabupaten Gaomi pada tahun 1710 mencatat bahwa Gambar Gaomi pada waktu itu sudah menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan rakyat."

Tak peduli versi mana yang tepat, tapi yang pasti ialah Gambar Puhui sudah bersejarah lama dan menempati kedudukan penting dalam kehidupan rakyat. Para peneliti benda seni berpendapat bahwa Gambar Puhui sama dengan gambar-gambar tahun baru lainnya, yakni memiliki obyek gambar yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Dalam sejarahnya, ada banyak toko gambar berukuran cukup besar di Gaomi. Pada musim gugur dan musim dingin, saat cuaca di bagian utara tidak lagi mendukung kegiatan bercocok tanam, Gambar Puhui juga memasuki musim perdagangan yang ramai. Zaman itu, Gambar Puhui bahkan diangkut untuk dijual sampai ke wilayah bagian selatan dan bagian timur laut Tiongkok.

Berbeda dengan gambar-gambar lainnya, sketsa Gambar Puhui memakai arang dari ranting pohon willow yang dibakar. Sebenarnya untuk membuat satu Gambar Puhui dibutuhkan 20 lebih cara. Wakil Ketua Persatuan Ahli Seni Rupa Shandong, Shan Yinggui mengatakan:

"Beda cara pembuatan, beda pula gaya keseniannya, yang membuat gambar ini sangat unik di antara sekian gambar tahun baru. Gambar Puhui sebenarnya adalah gambar yang dilukis tangan dengan gaya sedikit abstrak."

Pada masa kejayaannya, Gambar Puhui terbagi dalam dua aliran besar. Satu aliran mengutamakan gaya lukis yang halus, dan satunya lagi penuh dengan warna-warna terang setelah mengadaptasi cara lukis daerah lain.

Pada tahun 1930-an, pamor Gambar Puhui mengalami kemerosotan karena pada waktu itu mesin offset banyak digunakan dalam pembuatan gambar tahun baru, sehingga harga gambar menjadi lebih murah karena laju percetakannya yang lebih cepat. Di samping itu, perang yang berkecamuk pada saat itu menyebabkan daya beli rakyat anjlok dan akibatnya sektor pembuatan Gambar Puhui pun ikut terkena imbasnya. 30 tahun terakhir ini, seiring dengan perkembangan ekonomi, kebiasaan hidup rakyat jelata Tiongkok juga mengalami perubahan, sehingga tradisi memasang gambar tahun baru tidak lagi populer seperti dulu. Gambar tahun baru kini lebih banyak dianggap sebagai barang kesenian atau barang koleksi.

Dan saat ini, pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat Kota Gaomi mulai meningkatkan intensitas perlindungannya kepada warisan Gambar Puhui.

Pada tahun-tahun belakangan ini, Kota Gaomi aktif mengadakan aneka pameran dan seminar yang mengangkat tema Gambar Puhui untuk memasyarakatkan kembali kesenian tersebut. Di sejumlah sekolah dasar dan menengah setempat juga diadakan mata pelajaran terkait agar anak-anak muda zaman sekarang juga mengetahui sejarah kesenian kuno itu.

Biasanya ahli waris kesenian tradisional sudah berusia lanjut dan sangat sedikit jumlahnya. Tapi beda ceritanya dengan ahli waris kesenian Gambar Puhui yang justru kebanyakan adalah masih cukup muda dan jumlahnya cukup banyak. Sebagian besar ahli waris Gambar Puhui berusia antara 40 sampai 60 tahun.

Profesor Bo Songnian dari Akademi Seni Rupa Pusat berpendapat, warisan budaya non material berkaitan erat dengan kegiatan manusia. Apabila suatu warisan hanya disimpan di museum tanpa ada ahli waris, itu berarti tragedi. Untunglah kesenian Gambar Puhui tetap penuh daya hidup.

"Gambar Puhui adalah kesenian tradisional dan merupakan kesenian yang hidup, tetap ada, dan tetap sesuai dengan situasi sekarang. Banyak gambar tahun baru di daerah lainnya telah berubah menjadi benda purbakala, namun Gambar Puhui masih tetap bertahan hidup. Gambar ini sesuai dengan kehidupan rakyat zaman modern, karena itu kesenian ini mempunyai prospek yang cerah."