|
Saudara Pendengar, negara-negara ASEAN kini sedang mempercepat proses pengintegarasian antara satu sama lain, dan berupaya mengubah "gambar biru masyarakat ekonomi ASEAN" berangsur-angsur menjadi kenyataan. Kepala Kantor Riset Asia Tenggara Institut Hubungan Internasional Modern Tiongkok, Zhai Kun berpendapat, ASEAN yang semakin menuju integrasi sedang melangkah di jalan baru perdamaian, kestabilan dan kemakmuran, sementara itu juga akan membuka peluang baru bagi kerja sama antara Tiongkok dan ASEAN.
Menurut rencana, ASEAN akan mewujudkan target pembangunan masyarakat ekonomi ASEAN pada tahun 2015 dengan "Gambar Biru Masyarakat Ekonomi ASEAN" yang dirumuskan bersama oleh para anggota ASEAN sebagai pedoman. "Gambar Biru" itu telah mempertegas empat penopang yang membentuk masyarakat ekonomi ASEAN, yaitu sebuah pasar dan pangkalan produksi yang seragam, sabuah zona ekonomi yang memiliki daya saing sangat kuat, sebuah zona ekonomi yang ekonominya berkembang seimbang, serta sebuah zona yang berintegarasi dengan ekonomi global.
Proses ASEAN semakin berintegrasi dan semakin kuat juga merupakan proses kemajuan pesat hasil kerja sama Tiongkok-ASEAN. Sejak didirikan pada tahun 1967, ASEAN telah berkembang dari beranggota 5 negara menjadi 10 negara sekarang ini, dan menjadi sebuah kekuatan regional yang semakin kuat di arena internasional. Sejak tahun 1990-an, Tiongkok giat mengembangkan hubungan dengan negara-negara Asia Tenggara, kerja sama ekonomi antaran kedua pihak terus meningkat. Pada tahun 2001, pembangunan Zona Perdagangan Bebas Tiongkok-ASEAN (CAFTA) dihidupkan, hanya 6 tahun kemudian yaitu pada tahun 2007, nilai perdagangan bilateral telah menembus angka 200 miliar dolar AS, atau 3 tahun di muka rencana yang ditetapkan kedua pihak.
Kini, kerja sama Tiongkok-ASEAN masih tetap berada pada tahap perkembangan yang semakin cepat. Pada paro pertama tahun ini, nilai perdagangan total antara kedua pihak telah mencapai 115,79 miliar dolar AS, meningkat 25,8% dibanding masa sama tahun lalu, dan melampaui laju pertumbuhan perdagangan Tiongkok-Amerika yakni 13,3%, dan laju pertumbuhan perdagangan Tiongkok-Jepang yang mencatat 16,8%. Dari tahun 1991 sampai tahun lalu, nilai perdagangan Tiongkok-ASEAN telah meningkat dari 8,408 miliar dolar AS menjadi 202,55 miliar dolar AS, mengalami kenaikan 23 kali lipat. Tiongkok dan ASEAN telah saling menjadi mitra perdagangan terbesar keempat. Menurut laju pertumbuhan sekarang ini, pakar memperkirakan nilai perdagangan Tiongkok-ASEAN tahun depan akan melampaui perdagangan Tiongkok-Jepang, ASEAN akan menjadi mitra perdagangan terbesar ketiga bagi Tiongkok. Tahun 2010, Zona Perdagangan Bebas Tiongkok-ASEAN akan didirikan, ASEAN kemungkinan sebelum tahun 2015 akan melampaui Amerika menjadi mitra perdagangan terbesar kedua bagi Tiongkok menyusul Uni Eropa.
"10 plus 1 lebih besar dari 11", hubungan Tiongkok-ASEAN telah menjadi contoh pergaulan antar negara secara bersahabat, hidup berdampingan secara harmonis dan berkembang bersama. Perkembangan kerja sama Tiongkok-ASEAN begitu cepat, tak terpisahkan dari peningkatan kekuatan keseluruhan ASEAN. Peningkatan kemampuan ASEAN menyelesaikan kontardiksi intern menguntungkan perkembangan Zona Perdagangan Bebas Tiongkok-ASEAN (CAFTA), juga menguntungkan kerja sama yang lebih mendalam antara Tiongkok dan ASEAN di berbagai bidang.
Pembangunan CAFTA adalah isi yang penting kerja sama antara kedua pihak pada tahun-tahun terakhir ini. Pembangunan CAFTA terutama mecakup tiga bidang, antara lain perdagangan barang, perdagangan jasa dan investasi. Di antaranya, kedua pihak telah menandatangani persetujuan perdaganagn barang dan persetujuan perdagangan jasa masing-masing pada tahun 2004 dan 2007. Dalam Konferensi Menteri Ekonomi ASEAN ke-40 belum lama berselang, para anggota ASEAN menaruh perhatian yang amat besar pada Persetujuan Investasi CAFTA. Sekretaris Jenderal ASEAN, Surin Pistuwan mengharapkan persetujuan itu dapat ditandatangani secepatnya untuk mendorong peningkatan volume investasi antara kedua pihak. Menteri Luar Negeri Tiongkok, Yang Jiechi pernah menyatakan kesediaan Tiongkok untuk secara menyeluruh mendorong pembangunan CAFTA, berupaya mencapai persetujuan investasi itu sebelum KTT Tiongkok-ASEAN bulan Desember tahun ini, dan berharap dengan persetujuan itu mendorong perusahaan Tiongkok mengembangkan usahanya di Asia Tenggara.
Dalam Ekspo Tiongkok-ASEAN setiap tahun di kota Nanning, kata yang paling banyak diucapkan oleh pemimpin negara dan pengusaha ASEAN adalah "peluang". Banyak pemimpin negara ASEAN pernah menyatakan, bangkitnya Tiongkok membuka peluang besar bagi perkembangan ASEAN.
Seiring dengan pertumbuhan cepat ekonomi Tiongkok dan percepatan pembangunan CAFTA, tokoh politik terkemuka negara-negara dan pengusaha ASEAN tertarik oleh prospek kerja sama antara kedua pihak dan peluang bisnis yang besar.
Presiden Filipina, Gloria Macapagal Arroyo pernah mengatakan, Tiongkok adalah negara yang paling pesat pertumbuhan ekonominya di kawasan itu bahkan di seluruh dunia, pengalaman memberitahu kita bahwa Tiongkok sedang mengambil peran strategis yang penting dalam memelihara dan mendorong kestabilan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia-Pasifik. Dalam perkembangan hubungan ASEAN-Tiongkok, kedua pihak berpegang teguh pada prinsip saling menghormati, saling menguntungkan dan musyawarah sama derajat untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi bersama. Dikatakannya, Tiongkok dapat mengubah ketergantungan ASEAN sebelumnya pada pasar Eropa dan Amerika. Misalnya, beberapa tahun yang lalu, AS mengurangi impor produk elektronik dari Filipina, maka kami mengembangkan perdagangan di bidang ini dengan Tiongkok. Kini, Tiongkok telah menjadi pasar ekspor produk elektronik yang terbesar bagi Filipina.
Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Tan Dung pernah mengatakan, Tiongkok yang kuat dan stabil membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEAN, sementara menguntungkan pemeliharaan perdamaian dan kestabilan kawasan ini bahkan seluruh dunia.
Demikian tadi saudara pendengar laporan tentang perkembangan baru kerjasama Tiongkok-ASEAN. Penyiar anda Nining mengucapkan terimakasih atas perhatian anda, sampai jumpa dalam acara yang sama minggu depan.
|