|
Saudara pendengar, dalam mengembangkan industri jasa, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi Tiongkok dan Singapura sangat bersifat saling melengkapi, dan sangat luas prospek kerja sama antara kedua pihak. Singapura dan Guangxi berharap mencapai saling menguntungkan dan dan menang bersama melalui pertukaran dan kerja sama.
Saudara pendengar, Singapura adalah sebuah negara yang sangat maju industri jasanya, dan industri jasa memainkan peranan penting dalam ekonomi nasional dan merupakan salah satu sokoguru ekonomi yang penting, keunggulannya nyata dan sangat potensial.
Industri jasa Singapura terutama meliputi 6 sektor, yaitu penjualan grosir dan eceran, pelayanan komersial,transportasi dan telekomunikasi, pelayanan moneter, makanan dan akomodasi. Di antaranya, moneter, transportasi, perdagangan dan boga Singapura berkembang pesat sehinggaSingapura dianggap sebagai pusat moneter, pusat transportasi dan pusat perdagangan internasinal di kawasan Asia Tenggara.
Industri jasa Singapura selalu berkembang subur. Proporsi transportasi dan telekomunikasi, pelayanan komersial serta pelayanan moneter Singaprua meningkat tajam sejak akhir tahun 1970-an, dan proporsi ketiga sektor usaha tersebut dalam Produk Domestik Bruto (PDB) merupakan hampir 40%. Tahun 2001 merupakan puncak proporsi industri jasa dalam PDB dengan mencapai 67%. Tahun 2006, nilai produksi industri jasa Singapura mencapai 132,664 miliar Dolar Singapura atau 63,5% dalam PDBnya.
Pemerintah Singapura mempertahankan kebijakan mengindahkan bersama industri manufaktur dan industri jasa, dan dengan syarat pertumbuhan ekonomi dan sosial yang kondusif serta lingkungan indah menarik para investor asing aktif menanam modal di bidang jasa.
Industri jasa Singapura sangat maju dan memainkan peranan penopang dalam penyelesaian masalah penempatan tenaga kerja Singapura. Pada tahun 2004, industri jasa menampatkan 50% tenaga kerja di Singapura; tahun 2005 jumlah tenaga kerja di bidang industri jasa tercatat 350,6 ribu orang; tahun 2006, lowongan kerja di Singapura bertambah 176 ribu buah, 112,7 buah di antaranya berasal dari industri jasa.
Saudara pendengar, berikut ini kami perkenalkan keadaan industri jasa Guangxi. Pelaksanaan reformasi dan kebijakan keterbukaan terutama penyelenggaraan Ekspo Tiongkok-ASEAN di Nanning, ibukota Guangxi telah menyediakan syarat dan platform yang baik bagi perkembangan industri jasa dan keterbukaan Guangxi. Perdagangan jasa Guangxi kini menjadi bagian penting ekonomi dan perdagangan Guangxi. lingkungan Industri jasa Guangxi berkembang secara kontinu dan mantap. Menurut statistik badan terkait, pada paro pertama tahun lalu, nilai tambahan industri jasa tercatat 102,7 miliar yuan RMB atau meningkat 13,2% dibandingkan masa sama tahun 2006.
Dalam mengembangkan industri jasa, Guangxi mempunyai keunggulan geografi, keunggulan sumber daya, keunggulan kebijakan dan lainnya, dan momentum perkembangannya sangat pesat. Keunggulan geografinya sangat nyata, Guangxi berbatasan dengan ASEAN di darat dan laut, dan merupakan jalur internasional yang menyambungkan Tiongkok dengan ASEAN serta platform penting untuk mendorong kerja sama dan pembangunan Tiongkok-ASEAN. Guangxi sangat kaya akan sumber daya mineral, sumber daya tenaga air, sumber daya pertanian dan kehutanan, sumber daya ramuan, sumber daya maritim, sumber daya pariwisata dan sumber daya pelabuhan. Sementara itu, Guangxi menikmati kebijakan otonomi etnis minoritas, kebijakan Pembangunan Besar Tiongkok Bagian Barat, kebijakan keterbukaan daerah pantai dan daerah perbatasan. Selain itu, Nanning, ibukota Guangxi adalah tuan rumah permanen Ekspo Tiongkok-ASEAN sehingga pengaruh Guangxi di dalam dan luar negeri semakin meningkat.
Industri jasa Guangxi baru mulai berkembang dan pasti akan menemui sejumlah kesulitan. Untuk mengembangkan industri jasa, Guangxi aktif mengambil kebijakan yang relevan. Misalnya, mengubah pandangan lama, mementingkan perkembangan industri jasa; menitik-beratkan penyelesaian masalah penambahan pendapatan kaum tani; merealisasi dipisahkannya industri manufaktur dan industri jasa, meningkatkan proporsi pelayanan; dengan sekuat tenaga mengembangkan pertanian dan industri Guangxi, menyediakan platform pengembangan yang baik kepada industri jasa.
Saudara pendengar, dibandingkan dengan Singapura, Guangxi masih terpaut jauh di bidang industri jasa. Ini juga merupakan sebuah titik tolak pertukaran dan kerja sama antara Singapura dan Guangxi. Kini, kerja sama antara kedua pihak di bidang industri jasa sedang berkembang menuju arah yang positif.
Pada tanggal 1 Juli tahun lalu, Persetujuan Perdagangan Jasa Tiongkok-ASEAN diberlakukan secara resmi. Forum Pembangunan dan Kerja Sama Pelabuhan Tiongkok-ASEAN justru diadakan di latar belakang itu. Singapura dan Guangxi dengan memanfaatkan platform itu mengadakan pertukaran dan kerja sama yang lebih baik di bidang industri jasa. Seiring dengan dipercepatnya pembangunan Zona Perdagangan Bebas Tiongkok-ASEAN (CAFTA), pengusaha Singapura aktif menginvestasi di bidang industri logistik dan pariwisata Guangxi. Singapura merupakan negara sumber utama bagi Guangxi mengembangkan industri jasa dengan memanfaatkan modal asing. Menurut statistik yang belum lengkap, terhitung sampai bulan Februari tahun lalu, pengusaha Singapura seluruhnya menginvestasi dan mendirikan 30 perusahaan di Nanning, volume total investasi tercatat 271 juta dolar AS, dengan modal terdaftar 124 juta dolar AS, dan nilai investasi yang dikontrak 114 dolar AS, dan banyak investasi mencakup boga dan hiburan.
|