|
Ekspo Tiongkok-ASEAN ke-5 akan berlangsung di Nanning, ibukota Daerah Otonom Zhuang Guangxi, Tiongkok dari tanggal 22 sampai 25 Oktober mendatang. Pihak penyelenggara menyatakan akan menjadikan ekspo itu platform penting Tiongkok dan ASEAN untuk memperdalam pertukaran, memperluas kerjasama yang saling menguntungkan dan mencapai perkembangan bersama.
Bulan Januari lalu, pemerintah Tiongkok telah mengesahkan pelaksanaan Rencana Pembangunan Kawasan Ekonomi Teluk Beibu Guangxi. Kawasan ekonomi itu memposisikan diri sebagai basis logistik, basis perdagangan, basis pengolahan dan manufaktur serta pusat pertukaran informasi keterbukaan dan kerjasama Tiongkok-ASEAN, dan menjadi kawasan penting kerjasama ekonomi regional internasional. Dewan Negara Tiongkok bulan Mei lalu mengesahkan pendirian zona pelabuhan berikat Qinzhou sebagai zona pelabuhan berikat pertama di kawasan Tiongkok barat atau yang ke-6 di Tiongkok. Zona pelabuhan berikat itu akan dibangun menjadi pusat pelayaran internasional regional, pusat logistik dan basis pengolahan untuk ekspor dalam kerjasama Tiongkok-ASEAN dan berorientasi pada keterbukaan dan pengembangan internasional.
Ekspo tahun ini akan menjadi Ekspo Tiongkok-ASEAN pertama setelah disahkannya kawasan ekonomi Teluk Beibu dan diizinkannya pendirian zona pelabuhan berikat Qinzhou. Kawasan ekonomi Teluk Beibu akan menjadi salah satu fokus yang paling menarik perhatian dalam ekspo kali ini.
Wakil Sekretaris Jendral Komite Partai Daerah Otonom Zhuang Guangxi, Su Haitang mengatakan bahwa Ekspo Tiongkok-ASEAN kini telah menjadi saluran penting pertukaran multi bidang dan multi level antara Tiongkok dan ASEAN.
Ke depan, Ekspo Tiongkok-ASEAN akan dibangun menjadi platform penting Tiongkok-ASEAN untuk memperdalam pertukaran, memperluas kerjasama yang saling menguntungkan dan mencapai perkembangan bersama, agar ekspo tersebut berkembang menjadi pameran terbaik yang mengabdi kepada kerjasama ekonomi dan dagang antara Tiongkok dan ASEAN.
Untuk mecapai tujuan itu, Guangxi akan membangun dan menyempurnakan pusat data bisnis Tiongkok-ASEAN dan situs portal ekonomi dan dagang Tiongkok-ASEAN, memperkenalkan lebih banyak mekanisme kerjasama Tiongkok-ASEAN ke Guangxi dan berupaya agar badan kerja pusat Tiongkok-ASEAN diletakkan di Guangxi, dan mendorong lebih banyak negara mengadakan lembaga konsuler dan perwakilan perdagangan di Guangxi.
Menurut statistik, sejak tahun 2004, 4 kali ekspo yang telah diselenggarakan diikuti oleh lebih 82.000 pengusaha dengan stan sebanyak 12.000 dan lebih 400 perusahaan. Nilai perdagangan yang dicapai tercatat 4,9 miliar dolar AS, nilai investasi proyek kerjasama internasional yang ditandatangani mencapai 22 miliar dolar AS. Kedudukan ekspo sebagai wadah penting kerjasama ekonomi dan dagang antara Tiongkok dan ASEAN semakin menonjol.
Kini, basis pendidikan pemuda remaja Tiongkok-ASEAN, pusat pendidikan dan pelatihan wanita Tiongkok-ASEAN dan mekanisme kerjasama Tiongkok-ASEAN lainnya sudah didirikan di Guangxi. Vietnam, Kamboja dan Thailand telah mendirikan lembaga konsuler di Nanning, dan Filipina telah mendirikan perwakilan perdagangan di kota Nanning. Pusat Investasi dan Pariwisata Tiongkok-ASEAN berkedudukan di Guangxi.
|