Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2008-10-17 15:34:53    
Tiongkok Dan Indonesia Tingkatkan Kerja Sama Bidang Informasi Dan Media Massa

cri

Saudara pendengar, Pertemuan Menteri Penerangan Tiongkok-ASEAN digelar di Nanning, ibukota Daerah Otonom Zhuang Guangxi, Tiongkok Baratdaya tanggal 16 Oktober tahun 2008. Untuk memperdalam kerja sama di bidang informasi dan media antara Tiongkok dan negara-negara ASEAN, pertemuan kali ini telah menandatangani MoU ASEAN Dan Tiongkok Tentang Kerja Sama Di Bidang Informasi Dan Media Massa. Dalam Ruangan Tiongkok-ASEAN kali ini, kami sempat mengundang Sekretaris Jenderal Departemen Telekomunikasi Dan Informatika Indonesia, Ashwin Sasongko untuk memberikan keterangan tentang kerja sama Tiongkok-Indonesia di bidang informasi dan media massa.

"Nama saya Ashwin Sasongko, saya Sekretaris Jenderal Departemen Telekomunikasi Dan Informatika Republik Indonesia."

Saudara pendengar, tahun lalu, Pertemuan Menteri Penerangan pertama yang diadakan di Jakarta menandakan dibentuknya mekanisme kerja sama penerangan antara Tiongkok dan ASEAN. Hal ini mempunyai arti penting untuk memperpadat isi kerja sama dan mendorong maju kemiteraan strategis antara kedua pihak. Penandatanganan MoU kali ini telah meningkatkan taraf kerja sama di bidang penerangan antara kedua pihak ke taraf lebih tinggi. Mengenai arti penandatanganan MoU tersebut, Menteri Sasongko mengatakan,

"Tahun lalu tahun 2007, di Jakarta diadakan pertemuan menteri ASEAN Yang membidangi informasi, dan di ataranya juga salah-satu topik pembicaraan utama adalah meningkatkan kerja sama dengan Tiongkok. Dan pada waktu itu di Jakarta kita bicarakan tentang masalah kooperasi antara Tiongkok dengan ASEAN, dan dibuatlah pada waktu itu draft MoU antara ASEAN dengan Tiongkok. Macam-macam disebutkan di situ, antara lain, kerja sama di bidang media dan informasi pada pertemuan ASEAN dan Tiongkok di Nanning, dan diharapkan dengan MoU ini, kerja sama yang selama ini telah dilaksanakan antara ASEAN dan Tiongkok bisa terus ditingkatkan lagi."

Sebagai tuan rumah pertemuan menteri yang lalu dan salah satu penyelenggara pertemuan kali ini, Indonesia telah memainkan peranan besar dalam mendorong kerja sama antara ASEAN dan Tiongkok di bidang informasi dan media massa. Menteri Sasongko menyatakan, Indonesia adalah negara yang berpenduduk banyak dan wilayahnya luas, kondisinya mirip dengan Tiongkok, maka Indonesia perlu berkaca dari pengalaman pembangunan Tiongkok di bidang informasi dan telekomunikasi, dan internet adalah sektor baru informasi dan media massa.

"Saya kira kalau kerja sama dengan Tiongkok, tidak hanya Indonesia anggap itu penting, tapi semua negara-negara ASEAN juga menganggap hal itu penting, tapi khususnya untuk informasi ini kan Indonesia kebetulan memang jadi ketua untuk senior officers ASEAN Ministers Responsible for Information (AMRI) tahun lalu, jadi kita mainkan peranan koordinasi. Dan keduanya, saya sangat memikirkan bahwa Indonesia adalah negara yang sangat besar, dan perkembangan media dan informatika di Indonesia sangat besar. Saya kira, secara khusus Indonesia dan Tiongkok bisa bekerja sama lebih erat lagi di bidang media dan informatika ini. Kita lihat hampir semua sektor. Kita sedang transformasi penyiaran televisi kita dengan analog digital. Ini bisa kita lihat bagaimana peranan Tiongkok untuk transformasi tersebut. Sebab Indonesia bisa melihat dengan Tiongkok, Tiongkok adalah negara besar sekali, saya harapkan kita bisa belajar pengalaman Tiongkok. Kemudian juga tentang bidang-bidang lain, internet dan telekomunikasi. Itu akan sangat terpengaruh perkembangan media, bisa sangat terpengaruh oleh teknologi yang ada. Tadi kita bicarakan tentang bagaimana transformasi dari analog digital, tetapi internet kan seperti media-media modern lainnya, sekarang sudah berkembang dengan sangat cepat. Nah kita harapkan pengalaman Tiongkok untuk pengembangan internet di Tiongkok untuk penduduk yang demikian besar ya. Itu juga bisa kita belajari pengembangan soalnya Indonesia juga penduduknya 240 juta orang, itu juga besar, dan kita punya masalah yang besar juga untuk internet sebab masih banyak daerah yang belum menerima telekomunikasi. Pengalaman Tiongkok untuk menyebarkan internet dan telekomunikasi ke desa-desa, dan saya kira bisa kita jadikan referensi buat kita. Kedua, jangan lupa bahwa Indonesia tidak hanya membangun internet saja dan telekomunikasinya, kita juga membangun industri peralatannya. Dan karena itu, pengalaman Tiongkok dan keberhasilan Tiongkok membangun tidak hanya oprater ICD dan telekomunikasi, tapi juga industri produk-produknya. Program kita pada kunjungan kali ini tidak hanya bertemu dengan menteri-menteri dan pemerintah, tapi juga melihat industri-industri di Tiongkok, jadi ini yang akan kita coba dikembangkan."

Pada tahun-tahun belakangan ini, Tiongkok dan Indonesia telah mengadakan banyak kerja sama di bidang informasi dan media massa, antara lain kerja sama antar media massa adalah suatu mata rantai dan dasar yang penting. Menteri Sasongko memberikan keterangan dengan mengambil contoh:

"Contohnya saja, kami telah menerbitkan sebuah perangko bersama antara Tiongkok dan Indonesia tahun 2007. Kedua, saya sudah bersama dengan kantor berita Antara, kita sudah membuka cabang kantor berita Antara di Tiongkok dan juga kantor berita Tiongkok telah dibuka di Jakarta juga. Dengan adanya kantor berita itu, kita harapkan pertukaran berita antara Indonesia dan Tiongkok bisa lebih baik. Kantor Berita Antara di Tiongkok kita harapkan dua hal, pertama dia mengambil berita-berita langsung dari Tiongkok, kemudian disebarkan di Indonesia. Sebab Kantor Berita Antara itu beritanya menjadi sumber berita bagi banyak sekali koran-koran, lembaga-lembaga berita yang lain. Dan dengan Antara di Beijing kita harapkan berita-berita Tiongkok itu bisa datang dari sumber pertama langsung ke Antara, langsung diterima di Indonesia. Selain itu Kantor Berita Antara juga bisa menyampaikan berita-berita di Indonesia ke Tiongkok, jadi ini harapan timbal-balik antara Indonesia dan Tiongkok."

Bulan Agustus tahun lalu, Seminar Kerja Sama Media 10 Plus 3 pertama diadakan di Kota Tianjin, Tiongkok Utara dengan tema "Meningkatkan Kerja Sama Media, Menyampaikan Suara Asia". Sekjen Sasongko sangat setuju akan hal itu. Ia mengatakan,

"Ya, betul, betul. Sekarang ini, salah satu hal yang dibicarakan di pertemuan antara ASEAN dan Tiongkok adalah bagaimana meningkatkan suara Asia di dunia. Saya kira hal ini menjadi lebih penting lagi bagi situasi sekarang ini yaitu terjadi krisis ekonomi global. Kita belum tahu perkembangan krisis berikut di Asia, tapi kira harapkan Asia ini bisa menjadi tempat tonggak baru perkembangan ekonomi dunia, dan tentu kita harapkan peranan Tiongkok juga sangat besar di Asia ini. Saya pribadi sangat terkesan sekali akan perkembangan Tiongkok terakhir ini, tidak hanya Olimpiade yang sudah kita lihat, tapi juga keberhasilan Tiongkok untuk astronautnya berjalan di luar angkasa, itu perlompatan teknologi yang sangat besar sekali. Karena itu kita harapkan Tiongkok beserta negara-negara ASEAN dan juga negara-negara Asia lainnya, kita kan bisa bersama-sama menjadi salah satu pusat ekonomi dunia, supaya itu terjadi tentunya banyak hal yang harus dikerjakan, tidak hanya ekonomi saj. Kita harus membicarakan hal itu dengan negara-negara di seluruh dunia, tidak bisa hanya Asia saja, kita harus berbicara bagaimana hubungan dengan Amerika, Eropa dan Rusia, dan tentunya ini perlu suara Asia ini menjadi lebih terdengar secara global. Saya menganggap hal ini harus dikerja bersama-sama, dan media saya kira penting sekali untuk menyampaikan hal ini, membangkitkan perasaan percaya diri seluruh bangsa Asia untuk memimpin ekonomi dunia, dan juga menunjukkan bagaimana peranan Asia terhadap negara-negara Amerika, Eropa dan lainnya, bahwa Asia bisa bersatu bersama-sama untuk menarik ekonomi dunia."

Seiring dengan ditandatanganinya MoU ASEAN Dan Tiongkok Tentang Kerja Sama Di Bidang Informasi Dan Media Massa, kerja sama antara Tiongkok dan ASEAN akan diperdalam lebih lanjut. Sekjen Sasongko berpendapat, prospek kerja sama antara Indonesia Tiongkok di bidang informasi dan media sangat luas. Dikatakannya,

"Saya kira dengan ditandatanganinya MoU ini, kita punya dasar yang kuat untuk membicarakan lebih lanjut kerja sama ASEAN dengan Tiongkok. Ada yang khusus dengan Indonesia, hal-hal yang harus kita laksanakan buat perkembangan berikutnya. Misalnya satu ditingkat perposan itu sudah jalan, kita akan lihat apa yang bisa kita laksanakan, untuk mengembangkan perposan telekomunikasi. Kita akan masuk lagi ke pers dan televisi. Satu lagi yang belum dan perlu dibicarakan dengan detail dengan Tiongkok adalah untuk produk-produk industrinya."