Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2008-10-31 17:39:14    
Festival Kesenian Empat Negara

cri

Festival Kebudayaan dan Kesenian Daerah Perbatasan Tiongkok, Laos, Myanmar dan Thailand ke-14 diadakan di Jinghong, ibukota keresidenan Xishuangbanna, Propinsi Yunnan, Tiongkok barat daya dari tanggal 12 sampai 16 Oktober. Selama 5 hari itu, rombongan kesenian dari empat negara itu memperagakan pertunjukan kebudayaan dan kesenian tradisional kepada rakyat berbagai negara, dalam rangka mendorong pertukaran dan perpaduan kebudayaan dan kesenian tradisional antar empat negara.

Saudara pendengar, yang kita perdengarkan tadi adalah suasana upacara pawai rombongan kesenian Tiongkok, Laos, Myanmar dan Thailand dalam pertunjukan pertama festival kesenian kali ini.

Di atas panggung yang disoroti oleh cahaya lampu yang berwarna-warni, para seniman dari empat negara mengenakan busana khas yang indah menari dengan mengikuti irama musik tradisional, memperagakan kesenian tradisional yang kepribadianan masing-masing. Selama festival kesenian, Rombongan Kesenian Propinsi Luang Prabang Laos, Rombongan Kesenian Kota Chiang Rai Thailand, dan Rombongan Daerah Istimewa Keempat Bagian Timur Negara Bagian Shan Myanmar telah mementaskan pertunjukan original bangsanya masing-masing. Sedangkan pertunjukan rombongan-rombongan kesenian dari Chuxiong, Honghe, Yuxi, Pu'er dan daerah lainnya di bagian tengah dan selatan Propinsi Yunnan, Tiongkok juga mewarnai pertunjukan dengan unsur-unsur modern.

Pejabat Jawatan Kebudayaan dan Olahraga Keresidenan Xishuangbanna, Zou Jianhua mengatakan kepada wartawan, festival kesenian terutama memanifestasikan gaya seni berbagai negara dengan mementaskan acara-acara nyanyian, tarian, karya sastra yang pendek dan drama. Dibandingkan dengan festival sebelumnya, festival tahun ini lebih ramai. Dikatakannya,

"Rombongan berbagai negara telah mempersiapkan sepenuhnya. Pada tahun-tahun sebelumnya, setiap rombongan lebih banyak mementaskan 3 atau 4 acara, tapi tahun ini mereka masing-masing mempersiapkan lebih dari 10 acara. Kita saling bertukar pendapat, belajar cara pertunjukan negara lain. Melalui pertukaran di bidang kebudayaan dan kesenian seperti itu, rakyat di daerah perbatasan dapat bergaulan dengan lebih harmonis."

Festival Kebudayaan dan Kesenian Daerah Perbatasan Empat Negara disponsori oleh pemerintah Kota Chiang Rai, Thailand, dengan asas tujuan meningkatkan rasa persahabatan rakyat berbagai negara, meningkatkan saling pengertian dan berkembang bersama melalui pertunjukan kesenian, guna mendorong perkembangan kebudayaan dan ekonomi berbagai negara di aliran Sungai Lancang-Mekong.

Festival kesenian pertama diselenggarakan oleh pemerintah Chiang Rai Thailand pada tahun 1993. Pada tahun 1998, pemerintah Tiongkok dan Thailand memutuskan untuk secara bergilir mengadakan festival kebudayaan dan kesenian di kawasan perbatasan empat negara di Xishuangbanna Tiongkok dan Shiang Rai Thailand setiap tahun, dan sampai tahun ini telah diselenggarakan 14 kali.

Yang kita perdengarkan tadi adalah tarian " Hari Kegembiraan " yang dipentaskan oleh rombongan kesenian Myanmar di depan festival kesenian tahun ini. Untuk pertama kali Daerah Istimewa Keempat Bagian Timur Negara Bagian Shan membentuk rombongan untuk ambil bagian dalam pertunjukan dengan mewakili Myanamr. Ketua rombongan Wu Nwei Wu mengatakan,

" Daerah Istimewa Keempat Bagian Timur Negara Bagian Shan tidak mempunyai rombongan kebudayaan dan kesenian yang khusus, maka kita mengumpulkan seniman dalam waktu satu bulan, pada akhirnya telah mempersiapkan 12 acara nyanyian dan tarian. Kali ini kami dapat berkumpul dengan Tingkok, Laos dan Thailand, kita sangat menghargai kesempatan ini, dan akan berupaya memperagakan acara nyanyian dan tarian etnis minoritas tradisional Myanmar serta acara kami yang paling menarik."

Di depan festival kesenian tahun ini, rombongan berbagai negara berskala lebih besar dari pada tahun sebelumnya. Kepala Biro Kesenian Luang Prabang Laos, Ibu Khaelvenkam yang pertama kali memimpin rombongan ke festival itu mengatakan kepada wartawan, Rombongan Kesenian Luang Prabang telah mengirim 25 pemain dan lebih dari 10 pejabat. Dikatakannya,

"Festival ini mempunyai arti penting bagi Tiongkok, Laos, Myanmar dan Thailand. Rombongan Laos telah mempersiapkan 10 acara pertunjukan kalangan rakyat dari Luang Prabang, Laos, termasuk nyanyian dan tarian. Kebudayaan dan kesenian Laos hampir sama dengan Tiongkok, Thailand dan Myanmar, kami juga berharap supaya negara-negara di kawasan subregional Sungai Mekong mengenal kesenian Laos melalui festival kali ini, sementara itu, memberitahukan kepada rakyat berbagai negara bahwa Laos tetap mewarisi seni budaya unggul Luang Prabang."

Seniman Rombongan Kesenian Luang Prabang merasa sangat senang untuk ambil bagian dalam festival kesenian empat negara itu. Ibu Phonekam Singhalad adalah salah seorang seniman utama di rombongan itu, dia pertama kali ke Xishuangbanna, dan " jatuh cinta " pada kota ini dan rakyatnya. Dikatakannya,

" Saya merasa sangat bangga karena sempat berkunjung ke Kota Jinghong. Kami disambut hangat oleh rakyat di Xishuangbanna, sementara dapat mementaskan pertunjukan bersama dengan para seniman dari Tiongkok, Thailand dan Myanmar, saya akan kembali lagi ke kota ini."

Pak Sulinthone merasa bangga dapat mempertunjukkan acara kesenian bangsa Laos di festival yang begitu meriah. Dikatakannya,

"Kami mempersiapkan sejumlah acara tarian, sedangkan lagu dan tarian dari Keresidenan Otonom Etnis Dai di Xishuangbanna juga mencerminkan persatuan dan persahabatan antar berbagai bangsa. Itulah perpaduan budaya."

Saudara pendengar, Festival Kesenian di kawsan perbatasan empat negara sudah menjadi sebuah platform untuk meningkatkan pertukaran dan kerja sama di bidang eknomi, perdagangan, pariwisata dan budaya antara Xishuangbanna dengan berbagai negara di kawasan subregional Sungai Mekong Raya dan juga merupakan pesta untuk memperagakan kebudayaan dan kesenian di kawasan subregional Sungai Lancang-Mekong kepada dunia luar. Festival tersebut pasti akan memainkan peranan lebih penting dalam meningkatkan kerja sama ekonomi di kawasan subregional Sungai Lancang-Mekong.