Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2008-11-13 14:56:56    
Maestro Film Tiongkok Xie Jin Meninggal Dunia

CRI

Belum lama berselang, maestro film Tiongkok Xie Jin meninggal dunia dalam usia 85 tahun. Tanggal 26 Oktober lalu, upacara belasungkawa untuk Almarhum Xie Jin diadakan di Shanghai. Berikut kami sampaikan wawancara dengan tokoh-tokoh berbagai kalangan tentang riwayat hidup Xie Jin.

Xie Jin dilahirkan di satu keluarga sarjana di Provinsi Zhejiang Tiongkok Timur pada tahun 1923. Tahun 1941, ia lolos ujian untuk menjadi seorang siswa di Sekolah Opera Tradisional Jiang'an Provinsi Sichuan bagian barat daya Tiongkok. Tahun 1948, Xie Jin meniti karirnya sebagai sutradara film. Tahun 1957, film Pemain Nomor 5 Tim Bola Basket Putri yang disutradarainya mendapat penghargaan luas setelah ditayangkan di seluruh negeri. Film itu berkali-kali memperoleh hadiah di festival film internasional, sampai sekarang film itu tetap dinilai sebagai salah satu film terbaik Tiongkok yang mengangkat tema olahraga. Qin Jian, aktris yang memerankan pemain nomor 2 dalam film itu masih memelihara foto bersama Xie Jin. Ia mengatakan:

"Sebelum film Pemain Nomor 5 Tim Bola Basket Putri mulai disyuting, Xie Jin sebagai sutradara dalam suratnya kepada saya mengatakan, bahwa semua aktris dan aktor sudah siap kecuali peran untuk pemain nomor 2. Beliau bilang, asal saya mau, datanglah ke kru syuting. Dengan senang hati dan tanpa ragu-ragu saya menerima undangan Xie Jin."

Selama 50 tahun sejak itulah, Xie Jin berturut-turut mensutradarai 20 lebih judul film yang kemudian terbukti sangat berpengaruh dalam sejarah perfilman Tiongkok. Xie Jin juga adalah sutradara film Tiongkok yang memperoleh paling banyak hadiah di dalam dan luar negeri. Pada tahun 1980-an dan 1990-an, Perancis, AS dan India berturut-turut mengadakan Pekan Film Xie Jin. Komentator luar negeri sering memujinya sebagai "insan film Tiongkok yang paling terkemuka di dunia". Komentator film Tiongkok menilai film-film yang digarap Xie Jin sebagai penuh semangat kemanusiaan, dan sangat karateristik. Rao Shuguang dari Museum Perfilman Tiongkok mengatakan:

"Xie Jin menduduki posisi penting dalam sejarah perfilman Tiongkok. Ia boleh dikatakan adalah maestro kesenian film Tiongkok. Dengan wahana film, Xie Jin mencatat sejarah Tiongkok selama puluhan tahun. Film-film yang digarap Xie Jin sangat populer di antara para penonton."

Dalam menciptakan suatu film, Xie Jin selalu berpegang teguh pada prinsip realistisme. Banyak filmnya mengusung tema asmara di tahun-tahun ketika Tiongkok dilanda gerakan politik yang tidak tenteram. Dan itulah sebabnya mengapa film-film yang disutradarai Xie Jin disukai penonton yang hidup di periode yang berbeda. Sebelum wafat Xie Jin pernah mengatakan:

"Kesenian dan kehidupan bersatu padu. Sebelum mengambil keputusan untuk mensutradarai satu film, saya terlebih dulu mempertimbangkan apakah di skenarionya terdapat unsur yang bisa mengharukan saya. Kalau ada, saya tahu filmnya nanti juga bisa mengharukan para penonton. Baiknya atau tidak satu film, tidak ditentukan seseorang komentator, melainkan perasaan para penonton."

Xie Jin tidak hanya pandai membuat film, juga pandai menemukan orang muda yang berbakat. Ia pernah memupuk banyak sutradara muda dan pemain film yang ulung. Misalnya Zhu Shimao, Liu Xiaoqing, Jiang Wen serta Zhu Xijuan, Panhong dan Joan Chen, semuanya mengibarkan namanya setelah berperan di film-film karya Xie Jin.

Tahun 2000, Xie Jin yang berusia 77 tahun mensutradarai film Pemain Nomor 9 Sepak Bola Putri. Ini merupakan film terakhir yang disutradarai Xie Jin. Setelah terjadinya gempa bumi di Wenchuan Provinsi Sichuan pada tanggal 12 Mei lalu, Xie Jin mensutradarai sebuah film dokumenter dengan durasi selama tiga menit untuk ditayangkan di televisi. Film yang berjudul "Tiongkok, Berdiri Seperti Pohon" merupakan karya terakhir Xie Jin. Tanggal 23 Oktober, di depan upacara penyerahan penghargaan film-film berdurasi pendek layanan masyarakat, panitia penyelenggara mengambil keputusan untuk mendonorkan hak cipta film Tiongkok, Beridiri Seperti Pohon agar film itu dapat ditayangkan secara gratis. Di depan uapcara itu, Almarhum Xie Jin dianugerahkan gelar "tokoh yang paling berpengaruh". Sutradara Wang Guangli di depan upacara penyerahan penghargaan menyebut Almarhum Xie Jin sebagai "Bapak Film Tiongkok Baru". Dikatakannya: "Pada setiap masa dan periode yang penting, Xie Jin tak pernah gagal menyajikan karya representatifnya. Karyanya ibarat label menyimpulkan perkembangan zaman.."

Di Shanghai, bekas tempat hidupnya, kini tengah diadakan pekan mengenang kembali karya Xie Jin. Untuk menyemarakkan kegiatan itu, lebih 20 sinema di Shanghai, serta sinema-sinema lainnya di seluruh negeri secara serentak memutarkan film-film karya Xie Jin. Di Beijing, seorang penonton yang baru saja selesai menonton film Xie Jin mengatakan kepada wartawan:

"Hari ini saya menonton film Peternak Kuda karya Xie Jin pada 20 tahun yang lalu. Biarpun sudah berselang begitu banyak tahun, saya tetap merasa segar menonton film itu. Ia adalah seniman yang sejati."

Jiang Wen aktor dan sutradara yang pernah berperan utama dalam film Furongzhen karya Xie Jin mengatakan: "Generasi tua gemar menonton filmnya, generasi muda juga gemar menonton filmnya, generasi kami juga gemar menonton filmnya. Untunglah, saya pernah berperan dalam filmnya. Pengalaman itu tak terlupakan seumur hidup!"

Dikabarkan, pihak terkait sedang membuat sebuah film tentang riwayat Xie Jin. Dalam film dokumenter itu, Xie Jin dengan jujur mengenang kembali karir seumur hidupnya. Film dokumenter itulah ibarat tanda titik bagi seumur hidupnya.