Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2008-11-20 18:39:59    
Imajinasi Penyair Tao Yuanming Dalam Catatan Taohuayuan

CRI

Sejarah kuno Tiongkok mencatat ada banyak penyair dan sastrawan yang menempuh kehidupan suluk atau hidup menyepi demi mencapai kesempurnaan batin. Mereka biasanya disebut sebagai pengagum keindahan alam dan penganut kehidupan tenang.

Salah seorang yang mewakili kelompok ini adalah Tao Yuanming, penyair yang hidup di masa akhir Dinasti Jin Timur yang berkuasa dari abad ke-4 sampai abad ke-5. Melalui karyanya yang berbentuk syair dan prosa, ia melukiskan kehidupan indah sekaligus mengkritik kebobrokan sosial masa itu.

Tao Yuanming dilahirkan di sebuah keluarga pejabat yang jatuh bangkrut pada masa akhir Dinasti Jin Timur (tahun 365 sampai 427 Masehi). Sewaktu masih muda, Tao Yuanming berambisi memberikan sumbangsih besar bagi perkembangan negara dan kemajuan sosial. Akan tetapi, oleh karena kebobrokan politik pada masa itu, selama sepuluh tahun ia meniti karir sebagai pejabat, Tao Yuanming tidak bisa berbuat banyak.

Seiring dengan semakin redupnya impiannya untuk mewujudkan gagasan politiknya, Tao Yuanming memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya dan memilih kehidupan menyepi. Menempuh kehidupan suluk dengan sendirinya menunjukkan sikap konfrontasinya terhadap kegelapan dan kebobrokan sosial. Tentunya hal itu secara gamblang mencerminkan ketidaksenangan Tao Yuanming terhadap kenyataan sosial.

Selama dua puluh tahun lebih hidup sebagai seorang petani, Tao Yuanming sangat menikmati pekerjaan menggarap sawah dan kehidupan bercocok tanam yang tenteram. Dalam menjalani kehidupan menyepi ini, Tao Yuanming menikmati kebahagiaan yang terasa abadi.

Sebagian besar waktunya dihabiskannya dengan menulis banyak syair dan prosa yang memuja keindahan alam dan kehidupan bercocok tanam. Tao Yuanming dapat dikatakan sebagai pionir dari kelompok penyair yang mengagumi keindahan alam. Genre penulisan syair dan prosa yang diciptakan Tao Yuanming menjadi pantulan cermin bagi generasi kemudian.

Karya Tao Yuanming memiliki karateristik tersendiri. Melalui syair dan prosanya, pembaca dapat merasakan dengan kuat ekspresi kejujuran sekaligus kenaifan sang penulis. Tao Yuanming dengan gaya penulisannya yang unik, mengedepankan realita dari riwayat hidupnya sendiri. Sebagai contoh, ia menuliskan tentang kemiskinan yang dialaminya saat ia memilih hidup sederhana sebagai petani, dan di saat yang sama, ia juga mengekspresikan kegembiraannya bercocok tanam.

Melalui pemaparan kehidupannya itu, Tao Yuanming dengan lugas menguraikan pikirannya yang luas. Dalam puisinya, Tao Yuanming dengan bijak memadukan fakta kehidupan dengan ekspresi perasaannya. Selain menginspirasi, kreatifitasnya itu memancing pembaca untuk merenungkan karyanya dengan seksama. Bahasa puisinya yang sederhana dan susunannya yang halus membuat puisinya mudah dimengerti, bahkan oleh orang awam tanpa pendidikan sekalipun.

Banyak puisi dan prosa karya Tao Yuanming yang masih populer di kalangan pecinta sastra. Catatan Taohuayuanji adalah salah satu prosa representatifnya yang sampai sekarang masih cukup populer. Dalam Catatan Taohuayuanji, Tao Yuanming melukiskan sebuah kampung yang hanya ada dalam cerita fiksi yang diberi nama "Taohuayuan" yang bila diterjemahkan secara harafiah berarti Kampung Bunga Persik.

Di kampung Taohuayuan, rakyat hidup dengan tenteram dan santai, serta bebas dari kekuasaan absolut raja, perpajakan, dan peperangan. Masyarakat yang tenteram dan damai di kampung imajinasinya itu sangat kontras dengan masyarakat di kehidupan nyata yang terus dirongrong oleh perang dan kehidupan pahit. Prosa itu menceritakan impian Tao Yuanming yang mendambakan kehidupan sejahtera dan kebahagiaan di dunia.

Dalam Catatan Taohuayuanji, Tao Yuanming juga menceritakan kepada para pembaca sebuah kampung yang disebut "alam dewata" di kalangan rakyat. Catatan tersebut melukiskan keindahan alam serta kehidupan santai dan bahagia di Kampung Taohuayuan. Diceritakan pula, bagi mereka yang keluar dari kampung itu tidak akan dapat menemukan lagi jalan untuk kembali. Kampung fiksi Taohuayuan yang indah permai dan tenteram itu sebenarnya adalah "dunia impian" yang tersembunyi di lubuk hati si penyair.