Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2009-01-02 14:30:51    
ASEAN-Organisasi Regional Yang Semakin Dinamis

CRI

Tahun 2008 yang baru saja lewat merupakan satu tahun yang penting di jalan pembangunan dan perkembangan ASEAN. Diberlakukannya Piagam ASEAN serta mekanismenya sendiri yang semakin sempurna akan mendorong ASEAN memasuki jalur cepat proses integrasi, sementara itu, mendatangkan pengaruh semakin besar di bidang-bidang politik, ekonomi dan keamanan di kawasannya bahkan seluruh dunia. Dalam acara hari ini, marilah kita meninjau kembali berbagai hasil penting dalam proses perkembangan ASEAN.

Pertama, Piagam ASEAN yang diberlakukan pada tanggal 15 Desember tahun 2008 dianggap sebagai salah satu tonggak penting dalam jalan pembangunan ASEAN, telah menyediakan jaminan hukum yang penting demi pembangunan Masyarakat ASEAN. Piagam ASEAN dengan tegas menetapkan arah perkembangan ASEAN, yaitu membangun "masyarakat yang mempunyai perspektif yang sama, identitas yang sama, perhatian yang sama dan berbagi segalanya", sedangkan "perspektif yang sama" merujuk pada "target integrasi ASEAN".

Mengenai hal itu, Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono menunjukkan, Piagam ASEAN akan menyediakan platform hukum kepada kerja sama berbagai anggotanya, dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan ASEAN, memperkuat dasar ASEAN, serta dengan lebih lanjut memperdalam pertukaran antar berbagai anggotanya di bidang-bidang politik, ekonomi dan kebudayaan.

Pembangunan Masyarakat ASEAN pertama-tama dimulai dari pengintegrasian ekonomi. Di depan Pertemuan Menteri Ekonomi pada bulan Mei tahun 2008, berbagai anggota ASEAN telah membahas konsep pelaksanaan gambar biru Masyarakat Ekonomi ASEAN. Sekretaris Jenderal ASEAN, Surin Pitsuwan di depan pertemuan itu menekankan, pengintegrasian perdagangan tetap merupakan kunci pertumbuhan ekonomi ASEAN, ini dapat memainkan peranan pendorong dan pemercepat dalam integrasi ekonomi, mendorong sedini mungkin mewujudkan target pembangunan Masyarakat Ekonomi ASEAN. ASEAN berupaya mewujudkan liberalisasi perdagangan jasa pada tahun 2015. ASEAN tahun ini juga secara bertahap-tahap menyelesaikan penyusunan rancangan gambar biru Masyarakat Politik Dan Keamanan, gambar biru Masyarakat Sosial Dan Kebudayaan serta gambar biru program aksi integrasi ASEAN kali kedua. Menurut rencana, naskah dokumen itu akan diterima dalam Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-14 yang diadakan pada Februari tahun ini sebagai bagian pernyataan KTT itu.

Sementara itu, ASEAN juga sedang aktif melakukan pembangunan organisasinya sendiri dalam rangka mengadabtasi pada lingkungan baru pasca diberlakukannya Piagam ASEAN. Berbagai anggota ASEAN telah menyadari struktur organisasinya dewasa ini sulit memberikan dukungan terhadap lebih banyak kegiatan ASEAN. Oleh karena itu, berbagai anggota tahun ini dengan bulat menyetujui untuk menginjeksi lebih banyak sumber daya, termasuk membentuk Dewan Koordinasi ASEAN yang terdiri dari para menteri luar negeri serta Dewan Politik-Keamanan, Ekonomi, Sosial-Kebudayaan, mendirikan badan HAM ASEAN, meningkatkan peranan Sekretariat, dan mengirim perwakilan tetap tingkat duta besar untuk Sekretariat ASEAN di Jakarta mulai dari awal tahun ini.

Berbagai anggota ASEAN menyetujui pula untuk menambah dua wakil sekretaris jenderal yang direkrut secara terbuka, yang masing-masing membidangi pembangunan Masyarakat Ekonomi ASEAN dan urusan Masyarakat serta Lembaga. Berbagai anggota membahas pula usul tentang penggunaan surat pas ASEAN sebagai sertifikat berlaku para staf Sekretariat ASEAN yang mengadakan perjalanan di kawasannya.

Serangkaian langkah pembangunan integrasi ASEAN tersebut tidak saja berhasil meningkatkan daya pengaruh keseluruhan negara-negara ASEAN, dan juga memungkinkan negara dan organisasi lainnya di dunia menyadari pentingnya ASEAN di kawasan Asia Tenggara. Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru dan Jepang berturut-turut menyatakan harapan dapat mengirim perwakilan tingkat duta besar untuk Sekretariat ASEAN. Tahun 2008, ASEAN dengan aktif mengembangkan diplomasi multi dimensi dan berhasil memperluas kerja samanya dengan negara dan organisasi di luar kawasannya, serta memainkan peranan lebih penting dalam urusan regional dan internasional. Dalam aksi pertolongan terhadap Myanmar yang dilanda badai tropis Nargis, ASEAN bekerja sama erat dengan organisasi internasional dan telah memperoleh pujian yang luas.

Di bidang kerja sama dengan negara-negara Asia-Pasifik, ASEAN melalui serangkaian pertemuan tingkat menteri "10 Plus 3" telah memperluas kerja sama dengan berbagai pihak terkait. ASEAN dengan Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan menandatangani persetujuan kerja sama yang meliputi perdagangan komoditas, perdagangan jasa, investasi, kerja sama ekonomi, moneter, pertukaran media dan transportasi. Bulan Juni tahun 2008, ASEAN meloloskan dan menghidupkan rencana kerja sama ASEAN-Australia tahap kedua. Menurut rencana itu, Australia akan menyediakan dana senilai 57 juta dolar AS kepada ASEAN untuk mendukung ASEAN memperluas integrasi ekonomi regional dalam 7 tahun ke depan.

Selain itu, negara-negara maju di Amerika Utara dan Eropa, PBB dan Bank Dunia juga menyediakan dana dalam jumlah besar untuk membantu ASEAN mempercepat proses pengintegrasiannya, mendukung anggota ASEAN memukul ulah penjual-belian manusia, penjualan narkoba, pencucian uang dan tindakan kriminal trans-nasional lainnya, memukul terorisme serta meningkatkan kemampuan ASEAN untuk mengadakan bantuan kemanusiaan di kawasannya yang terjadi bencana alam.

Asistan Khusus Sekretaris Jenderal ASEAN, Termsak Chalermpalanupap menyatakan, "ASEAN sedang beralih ke model baru yang lebih memusatkan perhatian kepada pembangunan Masyarakat". Selama itu, para pengamat berpendapat, seiring dengan proses integrasi ASEAN terus diperdalam serta ASEAN terus meningkatkan hubungan dan kerja sama yang bersahabat dengan negara dan organisasi lain di luar kawasan, maka, organisasi tersebut akan memainkan daya pengaruh yang semakin besar dalam kawasannya dan seluruh dunia.