Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2009-01-06 18:46:57    
Opera Modern Kamboja"Tempat Gajah Menangis" Dianggap Lecehkan Agama Budha

CRI

Opera Modern Kamboja berjudul "Tempat Gajah Menangis" yang berbau keagamaan baru-baru ini menjadi perdebatan hangat di Kamboja. Penganut Agama Budha berpendapat bahwa isi opera tersebut telah melecehkan Agama Budha dan meminta pertunjukan tersebut segera dihentikan. Sebaliknya, kalangan kesenian Kamboja malah memuji pertunjukan opera tersebut.

Opera "Tempat Gajah Menangis" yang disiarkan di Kamboja sejak tanggal 25 Desember tahun lalu telah memancing reaksi keras dari tokoh-tokoh Agama Budha. Salah seorang biksu terkenal Kamboja dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa Dewan Biksu Tertinggi telah meminta pemerintah melarang pertunjukan opera tersebut.

Menteri Urusan Agama Kamboja dalam pernyataannya pada tanggal 31 Desember lalu meminta pengarang, sutradara, dan para pemeran biksu dalam opera tersebut untuk menyampaikan permintaan maaf kepada semua penganut agama Budha. Sementara itu, badan terkait juga diminta untuk mencegah pertunjukan opera tersebut.

Pernyataan tersebut merinci sejumlah adegan yang melecehkan Agama Budha. Misalnya, dalam opera tersebut ada dialog yang mengungkapkan kerinduan seorang biksu pada sosok wanita. Lalu ada pula adegan si pemeran utama pria yang adalah biksu tidur bersama wanita. Pernyataan tersebut mengatakan pula bahwa pertunjukan opera "Tempat Gajah Menangis" telah menodai citra 50.000 lebih biksu di Kamboja.

Di lain pihak, tokoh kesenian Kamboja yang menyaksikan opera tersebut justru memuji pertunjukan tersebut. Bahkan ada komentar yang berpendapat bahwa opera tersebut adalah sebuah kesuksesan dalam sejarah kebudayaan Kamboja. Menurut mereka, karya tersebut memperlihatkan perubahan Kamboja dan menggambarkan pembauran kebudayaan Barat dan kebudayaan Kamboja.

Opera "Tempat Gajah Menangis" bercerita tentang seorang pengungsi Kamboja bernama Sam yang pulang dari Amerika. Setelah memutuskan menjadi seorang biksu, Sam malah jatuh cinta pada seorang penyanyi wanita.

Opera tersebut diciptakan oleh Him Sophy dengan menggaet pengarang musik terkenal Kamboja yang berhasil memadukan musik tradisional Kamboja dengan musik klasik barat dan musik pop Amerika. Lagu-lagu tersebut dinyanyikan dalam Bahasa Inggris dan Kamboja.

Salah seorang anggota Dewan Undang-Undang Dasar Kamboja dalam sebuah wawancara menyatakan bahwa biksu memang patut dihormati, namun ia menegaskan pula bahwa opera tersebut tidak bisa dikatakan telah melecehkan agama.

Menurutnya, biksu yang bereputasi buruk pun juga telah melecehkan agama. Sebaliknya ia berpendapat, opera tersebut telah membawa pesan positif.