Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2009-01-09 16:37:57    
Kitab Sejarah

CRI

Kitab Sejarah adalah karya besar ilmu sejarah Tiongkok, sekaligus kitab sastra biografi yang besar dan berpengaruh mendalam terhadap ilmu sejarah dan kesusastraan Tiongkok pada masa kemudian. Kitab Sejarah dilahirkan pada Zaman Dinasti Han Barat, yaitu antara kira-kira tahun 104 dan tahun 91 Sebelum Masehi. Kitab Sejarah mencatat sejarah sepanjang 3.000 tahun sejak masa Xuanyuan Hunagdi pada 2.500 tahun yang lalu sampai masa berkuasanya Kaisar Hanwudi pada tahun 91 Sebelum Masehi, menyangkut bidang-bidang ekonomi, kebudayaan dan sejarah. Kitab Sejarah adalah buku sejarah kronologis pertama Tiongkok yang mengutamakan catatan tentang riwayat hidup tokoh. Buku itu sekaligus merintis sastra biografi Tiongkok. Boleh dikatakan, Kitab Sejarah adalah sebuah ensiklopedia.

Sebelum memperkenalkan sumbangan Kitab Sejarah terhadap ilmu sejarah dan kesusastraan Tiongkok, marilah kita berkenalan dengan pengarangnya yang bernama Sima Qian. Sima Qian adalah sejarawan dan sastrawan yang hidup antara tahun 145 sampai tahun 90 Sebelum Masehi, yakini masa berkuasa Dinasti Han Barat. Ia dilahirkan di keluarga sejarawan. Ayahnya adalah pejabat sejarah pemerintah Dinasti Han Barat. Sima Qian waktu masih kecil pandai sekali dan suka berpikir. Ia mempunyai pandangannya sendiri terhadap tokoh sejarah dan peristiwa dalam sejarah. Waktu ia masih muda, Sima Qian berkelana ke mana-mana untuk menyaksikan adat istiadat, keadaan ekonomi dan jenis produk berbagai daerah. Ia mengunjungi banyak obyek wisata dan tempat peninggalan sejarah untuk mengumpulkan riwayat dan bahan tentang tokoh sejarah terkenal suatu tempat. Pada kemudian hari, Sima Qian mewarisi profesi ayahnya dan menjadi pejabat urusan sejarah pemerintah Dinasti Han Barat. Pada waktu itu, catatan tentang zaman dahulu kala semuanya diselesaikan pada masa peperangan antara negara-negara kepangeranan dan ditulis menurut pandangan pengarang yang berbeda, lagi pula pikirannya sangat sempit. Sima Qian yang berpangkat pejabat urusan sejarah berencana menyunting suatu buku sejarah yang lengkap. Namun malang sekali, Sima Qian waktu itu kebetulan dijatuhi hukuman berat karena soal politik pemerintah, sehingga badan dan rohaninya terpukul berat. Walaupun pemerintah melantiknya kembali, tapi perasaan hatinya berubah sama sekali. Menyunting Kitab Sejarah pada waktu itu menjadi satu-satunya tujuan hidupnya. Akhirnya Sima Qian menyelesaikan Kitab Sejarah dalam 13 tahun. Kitab Sejarah terbagi atas 103 lembaran dengan 500 ribu huruf mandarin.

Kitab Sejarah dipuji orang sebagai buku yang mencatat sejarah seperti apa adanya. Memang Sima Qian tidak berpandangan sama seperti pejabat-pejabat sejarah yang lalu, yang menganggap pencatatan sejarah sebagai tugas untuk menyenandungkan prestasi dan hasil raja dan menteri yang bijaksana. Lingkup catatan Kitab Sejarah jauh lebih luas daripada catatan sejarah yang lain yang terdapat pada masyarakat feodal. Bidang yang disentuhnya dalam Kitab Sejarah tidak hanya terbatas pada politik, melainkan juga ekonomi, militer, kebudayaan serta astronomi, geografi dan adat istiadat, sehingga menyatukannya menjadi satu substansi tunggal, dalam rangka memperlihatkan satu dunia sejarah yang beraneka ragam. Setelah mengalami perlakuan tidak adil atas dirinya, Sima Qian lebih-lebih memperhatikan nilai perseorangan. Salah satu perbedaan antara Kitab Sejarah dan catatan sejarah yang lalu ialah, Kitab Sejarah memanifestasikan kecintaan dan kebencian yang tegas. Kitab itu disamping membelejeti dan menyindir kelas penguasa feodal, khususnya kelompok penguasa Dinasti Han, juga mencerminkan perlawanan rakyat yang luas terhadap kekuasaan feodal dengan memuji sejumlah tokoh lapisan bawah dan melukiskan serentetan pahlawan patriotik.

Kitab Sejarah mempunyai nilai kesusastraan yang tinggi. Mutu seninya terutama termanifestasi pada keberhasilan menciptakan citra banyak tokoh dengan wataknya masing-masing yang jelas berdasarkan bahan sejarah yang benar. Misalnya dalam Kitab Sejarah tercatat pemberontak gagah berani, pahlawan yang berambisi tapi kelihatannya tak becus, tokoh berbudi dan berani tapi tidak berjabatan, jenderal yang menang selalu, pelajar yang kelihatannya lemah tapi sangat bijakasana, janda yang memiliki kekayaan tak terbilang banyaknya, dan gadis cantik yang berani melakukan "kawin lari", kesemua tokoh itu membentuk bagian paling menarik dan paling penting dalam Kitab Sejarah.

Kitab Sejarah sangat sederhana bahasanya, tapi ekspresinya jelas dan bahasanya hidup, khususnya banyak menampilkan penceritaan seperti lakon opera sehingga menambah daya tarik buku tersebut. Dalam menulis biografi, Sima Qian menaruh perhatian pada latar belakang keluarga, pendidikan dan pengalaman sosial sosok figur terkait, sehingga memudahkan para pembaca mengenal karakter tokoh secara menyeluruh. Itulah sebab penting mengapa begitu menariknya riwayat tokoh-tokoh yang tercatat dalam Kitab Sejarah.