Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2009-02-19 12:51:05    
Film-film Perayaan Tahun Baru Kobarkan Kembali Kepercayaan Pasar

CRI

Istilah "masa pemutaran film-film perayaan tahun baru", yang bertepatan dengan masa pergantian tahun baru serta masa perayaan Tahun Baru Imlek, sudah tidak asing lagi bagi para penggemar film Tiongkok. Untuk tahun 2009, terdapat lebih 30 judul film perayaan tahun baru ditayangkan. Statistik menunjukkan, film-film itu telah mengorbakan kembali kepercayaan pasar sementara mengantongi pendapatan amat besar melalui penjualan tiket. 

Yang Anda dengar tadi adalah penggalan rekaman film Red Cliff atau Tebing Merah Bagian II, film epik perang zaman kuno yang ditayangkan di seluruh negeri Tiongkok sejak tanggal 7 Januari lalu. Film Tebing Merah adalah arahan sutradara John Woo Hong Kong dengan dibintangi aktor-aktor dari Daratan, Hong Kong dan Taiwan. Dengan adegen-adegen yang menegangkan dan spektakuler, film Tebing Merah Bagian II, mendatangkan penghasilan yang mengagumkan sejak ditayangkan. Popularitasnya pun tidak kalah dibanding film kembarnya Tebing Merah Bagian I.

Selain Tebing Merah, film Mei Lan Fang adalah salah satu film lainnya yang meramaikan "pasar film perayaan Tahun Baru".

Film Mei Lan Fang diadaptasi berdasarkan riwayat maestro Opera Peking, Almarhum Mei Lanfang. Mei Lanfang dilahirkan pada akhir abad ke-19. Sebagai maestro kesenian pertunjukan Opera Peking, Mei Lanfang dengan teknik permainnya yang unik menciptakan apa yang disebut "teknik permainan Gaya Mei", yang kini dipuji sebagai "salah satu dari tiga kesenian pertunjukan di dunia". Film Mei Lan Fang disutradarai Chen Kaige, salah satu sutradara terkemuka Daratan Tiongkok. Film ini dibintangi Leon Lai Ming dari Hong Kong dan primadona Zhang Ziyi dari Daratan sebagai dua tokoh utama. Hanya dalam waktu dua pekan saja sejak ditayangkan, penghasilan yang diperoleh film Mei Lan Fang sudah melampaui seratus juta yuan renminbi, suatu rekor bagi film kesenian buatan daratan Tiongkok. Tidak hanya begitu, film itu juga mengundang perhatian masyarakat terhadap riwayat Almarhum Mei Lanfang khususnya, dan kesenian tradisional seperti Opera Peking pada umumnya. Weng Li, juru bicara Grup Film Tiongkok sebagai pihak presenter film itu mengatakan:

"Sebagai salah satu film perayaan tahun baru, Film Mei Lan Fang meningkatkan kegairahan masyarakat terhadap kesenian dan kebudayaan tradisional, bahkan ikut meningkatkan penjualan buku-buku dan piring hitam yang bersangkutan dengan kesenian Opera Peking. Tidak sedikit pemuda-pemudi yang dilahirkan pada tahun 1980-an dan 1990-an juga khusus datang ke toko buku untuk membeli buku-buku terkait Mei Lanfang."

Weng Li mengungkapkan pula, dari November tahun 2008 sampai akhir Januari tahun 2009, ditayangkan lebih dari 30 judul film perayaan tahun baru, yakni dua kali lipat jumlah film perayaan tahun baru pada masa pergantian tahun 2007 dan awal tahun 2008. Di antaranya, 20 lebih film diproduksi Tiongkok sendiri. Dibanding tahun-tahun sebelumnya, film-film perayaan tahun baru tahun ini terutama adalah film komedi, yang menghidangkan kepada para penonton suasana riang gembira dan santai saat merayakan hari raya. Selain itu, investasinya juga tidak sebesar film-film yang dibuat pada tahun-tahun yang lalu.

Sutradara terkenal Tiongkok, Feng Xiaogang dan aktor komedi Ge You adalah dua tokoh yang selalu dikaitkan dengan film-film perayaan tahun baru Tiongkok. Pada tahun-tahun sebelumnya, Feng Xiaogang menyutradarai sejumlah film perayaan tahun baru yang dibintangi Ge You. Ternyata film-film kerja sama kedua tokoh itu selalu disambut meriah para penonton Tiongkok. Film If You Are The One adalah film perayaan tahun baru yang diluncurkannya menjelang perayaan Tahun Baru Imlek. Film ini mengisahkan cerita yang terjadi pada sejumlah cowok cewek. Feng Xiaogang sebagai sutradara film itu mengatakan, tahun 2008, rakyat Tiongkok dilanda terlalu banyak bencana dan malapetaka seperti bencana suhu udara dingin, gempa bumi dahsyat dan krisis moneter. Dengan film komedi itu, ia berharap "rakyat bisa melupakan segala hal yang risau dan gundah" .

"Saya membuat film ini justru dengan harapan agar para penonton dapat merasa santai dan riang gembira, serta penuh harapan terhadap masa depan."

Feng Xiaogang sudah lama dianggap sebagai sutradara pertama yang mengopname film perayaan tahun baru di Daratan Tiongkok.

Istilah "film perayaan tahun baru" muncul pada tahun 1980-an di kalangan perfilman Hong Kong. Waktu itu, setiap saat pergantian tahun baru, adalah tradisi bagi bintang-bintang film Hong Kong untuk berkumpul dan bersama-sama menghidangkan sebuah film komedi bagi para penonton yang siap merayakan tahun baru. Di bagian akhir film, para bintang film tak terlupa mengucapkn kata-kata yang menyenangkan, seperti selamat tahun baru dan banyak rejezi. Selama perayaan Tahun Baru Imlek atau Festival Musim Semi tahun 1995, di sinema-sinema Daratan Tiongkok ditayangkan film Rumble In The Bronx yang dibintangi Jackie Chan, ini merupakan permulaan mulai ditayangkannya film perayaan tahun baru di daratan. Sebelumnya, setiap saat menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, sinema-sinema di Daratan biasanya ditutup karena petugasnya sudah libur. Di luar dugaan, penayangan film arahan Jackie Chan itu sangat disambut para penonton daratan, dan penghasilannya melalui penjualan tiket pun mencapai 80 juta yuan renminbi, suatu rekor yang nyaris tiada taranya dalam sejarah di daratan. Sejak itulah, film-film arahan Jackie Chan atau film yang dibintanginya selalu populer di daratan.

Tahun 1997, di Daratan lahirlah film pertama yang masuk kategori "film perayaan tahun baru", yaitu Dreams Come True yang disutradarai Feng Xiaogang dan dibintangi Ge You. Film komedi itu ditayangkan pada tanggal 24 Desember tahun 1997, dan tak lama setelah ditayangkan, film itu mendatangkan penghasilan setinggi 30 juta yuan renminbi melalui penjualan tiket, pada hal investasinya cuma 4 juta yuan.

Menyusul suksesnya film Dreams Come True, pada tahun berikutnya, semakin banyak film "perayaan tahun baru" dibuat dan ditayangkan, dan lahirlah istilah "film perayaan tahun baru". Pada beberapa tahun kemudian sejak itulah, film-film perayaan tahun baru yang diarahkan Feng Xiaogang dan dibintangi Ge You selalu merupakan film yang paling populer, sehingga Feng Xiaogang pun dijuluki sebagai "sutradara film perayaan tahun baru". Semakin makmurnya pasar "film perayaan tahun baru", semakin banyak pula film semacam itu, sehingga masa pemutarannya pun dimulai lebih awal, bahkan dimajukan dari akhir Desember semula ke akhir bulan November, dan baru berakhir pada Februari tahun berikutnya, yakni setelah berakhirnya liburan Tahun Baru Imlek. Diperkirakan, penghasilan film perayaan tahun baru tahun ini akan mencapai 1 miliar yuan renminbi, kurang lebih menempati 1/4 penghasilan total segala film yang ditayangkan pada satu tahun.

Saudara pendengar, demikian tadi telah kami sampaikan laporan tentang film perayaan tahun baru sebagai pengisi Ruangan Kebudayaan kali ini.