Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2009-04-06 18:00:22    
Cerita Pencarian Nafkah Tani Imigran Lu Yongzhen di Kota

CRI

Di tengah krisis moneter global, masalah pekerjaan sekitar 200 juta tani imigran Tiongkok menjadi masalah fokus yang diperhatikan luas. Seorang tani imigran yang bernama Liu Yongzhen mencari nafkah di kota.

Liu Yongzhen mengatakan dia belum mendapatkan pekerjaan karena lowongan kerja kini tidak banyak. Kebanyakan lowongan kerja ialah pengantar rumah atau promosi asuransi, dan sama sekali tidak cocok bagi dia. Dia mengatakan, dia pernah pergi ke Shijiazhuang propinsi Hebei, Qingdao propinsi Shandong dan Taiyuan propinsi Shanxi. Tapi ternyata lowongan kerja lebih sedikit dibanding beberapa tahun yang lalu.

Dekat stasiun Barat Beijing terdapat pasar lowongan kerja untuk para tani imigran. Tak lama kemudian setelah Tahun Baru Imlek, banyak tani imigran dari berbagai sudut Tiongkok berkumpul di sana untuk menunggu majikan sambil berbincang-bincang. Topik tahun ini ialah sulitnya mendapatkan pekerjaan di tahun 2009.

Liu Yongzhen mengatakan, pada waktu yang sama tahun lalu, dia pasti sudah bekerja. Namun tahun ini, walaupun banyak teman dan kenalan membantu dia mencari pekerjaan, dia pun masih belum mendapatkan pekerjaan. Liu Yongzhen mengatakan, pendapatan keluarga di kampung bertambah tahun demi setahun, dan karena anaknya bersekolah di perguruan tinggi, biayanya pun semakin berat. Jadi dia harus mencari nafkah dan bekerja di kota, sedangkan semua pekerjaan di kampung dilakukan isterinya.

Liu Yongzhen mengatakan, tahun 2008 merupakan satu tahun yang baik, dia pulang ke kampung dengan 30 ribu yuan RMB. Tapi setelah tahun baru Imlek, dia masih belum mendapatkan pekerjaan yang memuaskan. Gajinya telah menurun sampai 100 yuan setiap hari dari 120 yuan setiap hari. Kini apabila setiap hari hanya dibayar 70 yuan RMB, dia pun akan bekerja.

Liu Yongzhen adalah seorang tukang kayu dan ketrampilannya cukup baik, maka dia selalu berharap mendapatkan pekerjaan resmi dalam jangka panjang. Namun karena krisis moneter, lebih banyak orang bercenderung mencari pekerja yang dibayar per hari.

Liu Yongzhen mengatakan, tani-tani imigran yang telah mempunyai ketrampilan tertentu, semua mempunyai kartu nama dan gaji mereka pun tidak tinggi.

Seminggu kemudian, Liu Yongzhen mengatakan, dia telah mencari pekerjaan di sebuah kebun ternak dengan gaji 2000 yuan RMB dan tempat tinggal pun disediakan. Dia mengatakan, meskipun gajinya tidak begitu tinggi, dia tetap senang karena mendapat pekerjaan yang tetap. Dia pun yakin kesulitan sekarang hanya sementara. Kalau nanti pasar property membaik, dia akan tetap bekerja di bidang ini.