Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2008-08-14 16:15:36    
Rival di Lapangan, Sahabat di Luar Kompetisi

cri

Tim bola voli puteri Tiongkok dalam pertandingan dengan tim Kuba sebagai rival lama kemarin malam (13/8) dikalahkan oleh tim Kuba dengan 3:2 dalam keadaan menang dua set awal. Meskipun demikian, pelatih kepala tim bola voli Tiongkok berpendapat bahwa itulah sekali pertandingan di mana tim puteri Tiongkok menunjukkan penampilan yang terbaik, sementara juga telah memperdalam persahabatan antara tim Tiongkok dan tim Kuba. Berikut laporan wartawan kami.

Meskipun adalah penyesalan bagi tim Tiongkok yang kalah dalam pertandingan, di lapangan tetap kedengaran sorak sorai penonton untuk memberi semangat. Para anggota tim Tiongkok turun dari lapangan dengan rasa sesal, dan Zhao Ruirui, anggota tim Tiongkok yang selalu tersenyum juga menjadi serius dan ia dengan sabar menganalisa pertandingan itu.

"Pada permulaan, pukulan servis kami relatif baik untuk merusak irama rival. Sedangkan servis rival tidak begitu galak dan tidak dapat mengancam serangan kami. Kehilafan tim Kuba juga relatif banyak. Tapi mulai dari set ketiga, kedua pihak mulai bertanding servisnya. Begitu servis tim kuba yang begitu seru menjadi tekanan besar bagi kami."

Pelatih kepala tim Tiongkok Chen Zhonghe menyatakan puas. Meskipun kalah pertandingan, ia menganggap itulah sekali pertandingan yang paling baik penampilan tim Tiongkok sejauh ini.

"Menurut hemat saya, pertandingan ini boleh dikatakan adalah terbaik penampilan tim Tiongkok. Meskipun kalah pertandingan, tapi dibandingkan dengan pertandingan dengan Polandia dan Venezuela, penampilan tim Tiongkok telah meningkat baik di bidang keseluruhan maupun irama serangan."

Mulai dari tahun 2005 hingga sekarang, tim Tiongkok seluruhnya 24 kali bertanding dengan tim Kuba. Tim Tiongkok hanya menang 7 pertandingan. Kedua tim juga sangat saling mengenal. Semangat berjuang ulat tim puteri Tiongkok memberikan kesan yang mendalam kepada kapten tim puteri Kuba, Ruiz Yumika yang berumur 30 tahun.

"Meskipun tim Tiongkok relatif muda umurnya, tapi ketrampilan mereka sangat menyeluruh dan selalu memelihara irama yang baik. Tim Tiongkok selama-lamanya sebuah tim yang sulit dihadapi."

Kebetulan, dalam Olimpiade Athena 4 tahun yang lalu, tim puteri Tiongkok juga dikalahkan oleh tim Kuba dalam pertandingan ketiga di regunya, tapi tim Tiongkok pada akhirnya meraih gelar juara. Menyinggung masalah apakah tim Tiongkok akan mengulangi kemenangan 4 tahun yang lalu dalam Olimpiade Beijing kali ini, Chen Zhonghe mengatakan, sekarang yang penting bukanlah menciptakan keajaiban sekali lagi, melainkan menenangkan hati.

"Pertandingan selanjutnya sangat berat, kami akan dengan sungguh-sungguh mengadakan kesimpulan agar para anggota tim menenangkan hati. Jangan terlalu banyak memikirkan hasil pertandingan dan peringkat terakhir, yang penting sekarang harus maju selangkah demi selangkah."

Pelatih kepala tim Kuba Antonio Perdomo yang baru memangku jabatannya bulan Maret tahun lalu menargetkan medali emas Olimpiade Beijing. Ia juga seorang yang mengindahkan persahabatan. Ia mengatakan, meskipun Kuba memang pertandingan, tapi penampilan tim Tiongkok lebih baik. Pada waktu kapan saja, persahabatan lebih penting daripada pertandingan.

"Kalau menganalisa dengan tenang hati, penampilan tim Tiongkok lebih baik dan angkanya lebih banyak. Tim Tiongkok sejak awal menunjukkan penampilan baik sehingga kami harus berupaya lebih keras. Kalau kedua tim bertanding lagi, entahlah tim mana yang akan menang. Saya berharap tim Tiongkok dapat masuk ke dalam final. Meskipun kami adalah rival di lapangan pertandingan, tapi persahabatan antara kedua tim adalah tulus hati."