Menurut Kantor Berita Xinhua, dalam waktu tidak sampai 5 bulan menjelang pemilihan umum Irak, partai-partai politik faksi Syiah yang utama di Irak kemarin (24/8) membentuk koalisi baru untuk kampanye pemilu, namun Partai Dawa yang dipimpin Perdana Menteri Nouri al-Maliki tidak ikut bergabung.
Tokoh faksi Syiah, Ibrahim al-Jaafari yang pernah menjabat perdana menteri Irak kemarin mengumumkan, "Koalisi Nasional Irak" yang baru sudah dibentuk untuk menggantikan "koalisi persatuan Irak" faksi Syiah, yang sebelumnya merupakan koalisi partai terbesar di Irak.
Jaafari menyatakan, pintu koalisi baru terbuka terhadap partai-partai yang membutuhkan lebih banyak waktu untuk mempertimbangkan apakah akan bergabung atau tidak. Perkataan itu secara implisit merujuk Partai Dawa pimpinan Maliki.
Menanggapi terbentuknya koalisi baru tersebut, Maliki yang senantiasa menekankan persatuan nasional menyatakan, bila "Koalisi Nasional Irak" tidak dapat menarik partai-partai utama faksi Sunni dan Kurdi untuk bergabung, tidak tertutup kemungkinan ia akan menggandeng partai-partai utama faksi Sunni untuk ambil bagian dalam pemilu awal tahun depan.

















