Pemilu di Afganistan Lancar
  2014-04-07 11:50:06  CRI
Pemilihan Presiden dan anggota parlemen di Afganistan pada hari Sabtu (5/4) berjalan lancar. Pemilihan kali ini diikuti oleh lebih dari 7 juta pemilih, dengan tingkat pemberian suara mencapai 58 persen dan 35 persen di antaranya adalah pemilih perempuan. Masyarakat internasional dan warga Afganistan sendiri memberi sambutan atas pengadaan pemilu kali ini dan menganggapnya sebagai sebuah penggelaran yang sukses.

Menurut data Panitia Pemilihan Independen Afganistan, sebanyak 6.218 pos pemberian suara dibuka pada hari pemilihan di seluruh negeri. Pemilih yang terdaftar melampaui 12 juta orang dan pemilih yang ikut serta dalam pemberian suara sekitar 7 juta orang. Pengadaan pemilu ini diperkirakan memakan biaya $120 juta Dolar AS.

Berhubung adanya ancaman dari Taliban yang akan melakukan pemboikotan dan penyerangan terhadap lembaga pemilihan, maka pada hari pemilihan dikerahkan sekitar 400 ribu tentara dan polisi di seluruh negeri untuk memelihara keamanan dan ketertiban. Skala penjagaan ini merupakan aksi militer terbesar sejak rezim Taliban ditumbangkan pada tahun 2001. Meksi ancaman keamanan cukup serius, namun sejumlah pemilih sudah mengantri di lokasi pemilihan satu jam sebelum pemilihan dimulai. Suasana tempat pengambilan suara ramai bagaikan karnaval.

Seusai pemberian suara, Panitia Pemilihan Independen Afganistan mengucapkan terima kasih atas partisipasi tinggi para pemilih. Pejabat pemilihan Afganistan memberi pujian atas kondisi pemilu yang relatif damai dan tenteram dengan penjaminan keamanan selama pemilu berlangsung. Meski demikian, Kementerian Urusan Sipil Afganistan menyatakan, korban yang tewas pada hari pemilihan akibat serangan terdapat 7 tentara, 9 anggota kepolisian dan 4 warga sipil. Dengan pertimbangan keamanan, sekitar 10 persen pos pemberian suara di seluruh negeri Afganistan tidak dibuka. 8 calon presiden dalam pemilu, antara lain Presiden Petahana, Hamid Harzai, pemimpin partai oposisi Abdullah Abdullah, mantan Menteri Keuangan Ashaf Ghani Ahmadzai dan mantan Menteri Luar Negeri Zalmai Rassoul secara terpisah memberikan suara masing-masing di pos pemberian suara di lokasi yang berbeda.

Berdasarkan Undang-Undang, Presiden petahana, Hamid Karzai yang telah terpilih dua kali tidak boleh lagi ikut serta dalam pemilihan. Oleh karena itu, dalam pemilihan presiden kali ini akan dipilih seorang presiden baru. Ini menandakan dimulainya serah-terima kekuasaan pertama kali di Afganistan sejak pembangunan kembali negeri tersebut pada tahun 2001.

Mengenai pemilu Afganistan yang diadakan dengan lancar dan sesuai dengan jadwal, masyarakat internasional menyatakan pujian. Presiden AS Barack Obama dalam pernyataan tertulisnya memberi pujian pada para pemilih, pasukan keamanan dan pejabat pemilihan Afganistan, sekaligus menekankan pentingnya menjamin Afganistan menuju demokrasi dan terus memperoleh dukungan masyarakat internasional. Sekjen NATO, Anders Fogh Rasmussen menggambarkan pemilu Afganistan sebagai momen historik di Afganistan dan memberikan ucapan selamat kepada semua pemilih yang ikut serta dalam pemilu.

Sejauh ini, penghitungan suara masih berlangsung. Menurut jadwal terbaru yang diumumkan Panitia Pemilihan Independen Afganistan, penghitungan suara akan berlangsung hingga 20 April 2014 dan hasilnya akan diumumkan paling lambat tanggal 14 Mei 2014. Apabila tidak ada capres yang memenuhi persentase suara yang ditentukan, maka akan diadakan pemberian suara putaran kedua di antara dua calon yang perolehan suaranya paling tinggi. Waktu pemilihan putaran kedua direncanakan tanggal 28 Mei 2014.