NU: Persahabatan Tiongkok-Indonesia Hendaknya Terus Diwarisi
  2017-03-16 13:10:11  CRI

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Indonesia, Said Aqil Siradj kemarin (15/3) mendampingi Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xie Feng menghadiri kegiatan Pondok Pesantren KHAS Kempek dan Universitas Nahdatul Ulama Indonesia di Cirebon. Said Aqil Siradj menyatakan, Tiongkok adalah tetangga dan sabahat baik Indonesia, Indonesia hendaknya mengembangkan hubungan baik dengan Tiongkok sebagai negara tetangga terbesar, agar persahabatan antara kedua negara dapat diwariskan dari generasi ke generasi.

Said Aqil Siradj dalam sambutannya di Ponpes KHAS Kempek meninjau kembali sejarah pertukaran bersahabat antara Tiongkok dan Indonesia. Dikatakannya, persahabatan Tiongkok-Indonesia sudah bersejarah lama, Tiongkok pernah memainkan peranan penting dalam sejarah penyebaran agama Islam di Indonesia, pertukaran yang bersahabat antara kedua negara di berbagai bidang juga bersejarah lama. Dikatakannya pula, rakyat Indonesia hendaknya merasa senang atas prestasi pembangunan yang sudah dicapai oleh Tiongkok sebagai negara tetangga Indonesia. NU Indonesia mendukung serangkaian proyek infrastruktur yang dibangun atas kerja sama Tiongkok dan Indonesia, termasuk proyek Kereta Api Berkecepatan Tinggi Jakarta-Bandung.

Said Aqil Siradj mengatakan pula, Tiongkok tidak hanya membawa investasi dan teknologi mutakhir ke Indonesia, juga telah menciptakan banyak lapangan kerja sehingga telah membawa kesejahteraan kepada rakyat Indonesia.

Stop Play
Terpopuler
• Hari Berkabung Nasional, Tiongkok Peringati Korban Pembantaian Massal Nanjing
• Tiongkok Usulkan Pelucutan dan Non-Proliferasi Senjata Kimia secara Seimbang
• Li Keqiang Hadiri Peringatan Genap 5 Tahun Kerja Sama 16+1
• Pertemuan Tingkat Tinggi Ketiga Hubungan Antarmasyarakat Tiongkok-Indonesia Digelar
• KTT ASEAN dan Pertemuan Pemimpin Asia Timur Ditutup
• PM Tiongkok Hadiri KTT Asia Timur ke-12
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040