Web  indonesian.cri.cn  
Li Keqiang: Kami Tidak Berharap Dan Tidak Ingin Melihat Munculnya Isu "Keberpihakan" di bawah Pemikiran Perang Dingin
  2017-03-16 13:12:05  CRI
PM Tiongkok Li Keqiang kemarin di Beijing menyatakan, Asia-Pasifik adalah rumah dan tempat tinggal bagi negara-negara di kawasan, Tiongkok tidak berharap dan tidak ingin melihat muncul isu "keberpihakan" di bawah pemikiran Perang Dingin.

Li Keqiang menyatakan hal tersebut ketika menjawab pertanyaan wartawan Harian Manager Thailand dalam jumpa pers usai Sidang Tahunan KRN kemarin. Wartawan Harian tersebut bertanya, selama Barack Obama menjabat sebagai Presiden AS, dia pernah mengajukan strategi "Penyeimbang Asia-Pasifik", dan kini pemerintah Donald Trump sedang menyusun kebijakan diplomatik terhadap Asia. Thailand dan negara-negara Asia Tenggara lainnya berharap menjaga perdamaian dan kestabilan di kawasan ini, bagaimana pandangan anda mengenai peranan Tiongkok di kawasan Asia-Pasifik?

Dalam jawabannya Li Keqiang mengatakan bahwa kawasan Asia-Pasifik adalah rumah dan tempat tinggal negara-negara di kawasan, Tiongkok tidak berharap dan tidak ingin melihat isu "keberpihakan" muncul di bawah pemikiran Perang Dingin. Semua isu harus dibedakan mana yang benar dan salah, intinya harus menjaga perdamaian dan kestabilan kawasan Asia-Pasifik. Li Keqiang menambahkan, di kawasan Asia-Pasifik, Tiongkok selalu memprioritaskan ASEAN sebagai arah diplomatik di sekitar Tiongkok, mendukung pembangunan Komunitas ASEAN, dan memainkan peranan sentral dalam kerja sama regional. Tiongkok berharap melihat kawasan Asia-Pasifik menjadi sebuah kawasan yang stabil dan tertib, sebuah kawasan yang dapat mencapai kesepakatan melalui perundingan, sebuah kawasan yang mampu mengontrol perselisihan, dan juga sebuah kawasan yang bijaksana dalam menyelesaikan persengketaan.

Stop Play
Terpopuler
• Li Yuanchao Temui Wakil Presiden Panama
• Tiongkok Keluarkan Pernyataan Bersama tentang Pengentasan Kemiskinan dan Pendorongan HAM
• Moon Jae-in Instruksikan penyelidikan THAAD
• BKPM: Indonesia Perlu Memanfaatkan "Sabuk dan Jalan"
• Yang Jiechi Temui Menlu Jepang
• Aung San Suu Kyi Akan Kunjungi Mabes UE
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040