Indonesia Dorong Pertumbuhan Ekonomi Dengan Investasi
  2017-04-20 10:19:41  CRI

Memainkan peranan penggerak investasi infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi merupakan langkah kebijakan penting pemerintah Joko Widodo pada tahun 2017. Presiden Joko Widodo seusai sidang kabinet baru-baru ini mengenai anggaran belanja tahun 2018 menyatakan kepada media, ia sudah menunjuk kabinet bahwa laju pertumbuhan ekonomi tahun 2018 harus mencapai 6,1%. "Ekonomi global mulai menghangat, rakyat Indonesia perlu berkeyakinan, berani menjajaki dan tidak berkukuh pada aturan lama."

Pada tahun 2016, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali mencapai 5%, reformasi ekonomi yang diterapkan oleh Joko Widodo mencapai hasil nyata. Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (ADB) masing-masing memprediksi bahwa laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2017 akan mencapai 5,2% dan 5,1%. Pemerintah Indonesia bersikap lebih optimis untuk menetapkan target pertumbuhan tahun ini sebagai 5,6%. Target tersebut ditetapkan oleh bank sentral Indonesia di atas dasar 5.1% sebelumnya, tugas utama pengembangan ekonomi pada tahun 2018 ialah laju pertumbuhan ekonomi kembali ke 6% ke atas, hal tersebut berarti bahwa laju pertumbuhan konsumsi, investasi dan ekspor masing-masing mencapai 5%, 10% dan 4%. Menurut penjelasan Joko Widodo mengenai perkembangan ekonomi, " adalah kunci untuk memainkan peranan penggerak investasi dari bagian publik dan bagian swasta di bidang infrastruktur."

Menurut pengamatan terkait, pemerintah Indonesia telah mengambil dua langkah untuk mendorong ekonomi dengan investasi, yang pertama memerintahkan aparat pemerintah untuk mengurangi biaya yang tak diperlukan dan menambah pengeluaran kapital. Joko Widodo berpendapat, 16% anggaran belanja pemerintah pada tahun 2016 digunakan untuk membayar utang luar negeri dan gaji pegawai negeri, proporsi tersebut perlu diturunkan lagi. Oleh karena itu, pada tahun 2017, pemerintah Indonesia berencana untuk mengadakan investasi langsung di bidang pembangunan infrastruktur dengan mencurahkan US$ 29,1 miliar dari anggaran belanja total senilai US$ 156 miliar, jadi meningkat 22% dibandingkan dengan tahun 2015. Presiden Widodo juga menuntut pemerintah berbagai tingkat untuk menggunakan biaya dalam program investasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang dan menengah, misalnya perhubungan, tenaga listrik, telekomunikasi dan irigasi.

Langkah kedua ialah mendorong reformasi moneter, guna membangkitkan vitalitas bagian swasta. Pada tahun 2016, tingkat sumbangan bagian swasta kepada ekonomi Indonesia melampaui 30%. Presiden bank sentral Indonesia Agus berpendapat, bagian swasta akan memainkan peranannya yang lebih besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi apabila memperoleh dukungan kebijakan dan jaminan investasi. Ini merupakan tantangan terbesar yang dihadapi dalam menambah vitalitas ekonomi Indonesia, pemerintah seharusnya mengambil langkah kombinasi antara pengontrolan makro dan pengelolaan mikro, secara titik berat mendorong reformasi dan pengendalian moneter, khususnya di bidang kredit, mengendalikan risiko pasar di bawah prasyarat menjamin sepenuhnya peredaran. Sementara itu, bank sentral menetapkan target pertumbuhan volume kredit tahun ini sebagai 13,1%, laju pertumbuhan meningkat satu kalilipat dibandingkan dengan tahun lalu.

Perancangan kebijakan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan investasi telah mendapat dukungan lembaga ekonomi internasional utama. Bank Dunia berpendapat, nilai Rupiah selama beberapa bulan ini cenderung stabil, hal tersebut bermanfaat bagi peningkatan keyakinan pasar akan investasi.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Sampaikan Laporan di Depan Kongres Nasional ke-19 PKT
• Kongres Nasional ke-19 PKT Dibuka, Xi Jinping Minta PKT Memulai Perjuangan Membangun Negara Sosialis Modern
• Tiongkok Masuki Era Baru
• Bahasa Mandarin Jadi Bahasa Asing Kelima Prancis
• Korsel dan AS Akan Revisi Persetujuan Perdagangan Bebas Antara Kedua Negara
• Industri Mebel Tiongkok Tampil di Indonesia
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040