Web  indonesian.cri.cn  
Kemenlu: "Deklarasi Kairo" Berbeda Dengan "Pernyataan Bersama Tiongkok-Inggris"
  2017-07-14 09:30:10  Kantor Berita Xinhua
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang dalam jumpa pers kemarin (13/7) di Beijing menyatakan, Deklarasi Kairo telah menyediakan dasar hukum internasional bagi Tiongkok untuk merebut kembali Taiwan beserta pulau-pulau yang berafiliasi, maka mempunyai arti sejarah dan realitas yang mendalam, sifatnya berbeda sama sekali dengan Pernyataan Bersama Tiongkok-Inggris.

Diberitakan, pihak penguasa Taiwan akan mencoret isi yang berkaitan dengan Deklarasi Kairo dalam naskah mata pelajaran ilmu sosial SMA yang akan diterapkan pada tahun 2019, mata pelajaran sejarah yang baru tidak akan menguraikan status Taiwan dengan berdasarkan Deklarasi Kairo.

Mengenai hal tersebut, Geng Shuang menyatakan, Taiwan adalah bagian yang tak terpisahkan dari wilayah Tiongkok, kedaulatan dan keutuhan wilayah Tiongkok tidak boleh dipisahkan. Deklarasi Kairo telah menyediakan dasar hukum internasional bagi Tiongkok untuk merebut kembali Taiwan beserta pulau-pulau berafiliasi yang dirampas oleh militerisme Jepang, Deklarasi Kairo adalah dokumen hukum internasional yang diakui umum dan juga merupakan hasil penting yang dicapai dalam perang dunia anti Fasis, menyediakan dasar penting bagi masyarakat internasional untuk menegakkan tata tertib internasional pasca Perang Dunia Kedua, mempunyai arti sejarah dan realitas mendalam.

Stop Play
Terpopuler
• Konferensi Bangkok BFA Fokuskan Kerjasama Regional Asia
• Konferensi Bangkok BFA Dibuka
• Jubir Kemenlu Tiongkok: "Pertanggungjawaban Tiongkok" dalam Masalah Nuklir Semenanjung Korea dapat Berhenti
• Menlu AS dan Arab Saudi Akan Bahas Krisis Diplomatik Qatar
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan Dengan Kanselir Jerman
• Warga Hong Kong Puas Terhadap Pembangunan Hong Kong Selama 20 Tahun Terakhir
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040