Kemenlu: Kontak Ekonomi Dengan Korut Tak Melanggar Resolusi DK
  2017-07-14 09:30:51  Kantor Berita Xinhua

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang dalam konferensi pers kemarin (13/7) di Beijing menyatakan, sanksi Dewan Keamanan PBB terhadap Korea Utara (Korut) yang berlaku sekarang bukan sanksi ekonomi sepenuhnya, kontak ekonomi dan perdagangan Tiongkok dengan Korut tidak melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

Menurut data yang diumumkan oleh Bea Cukai Tiongkok kemarin, pada paro pertama tahun ini, nilai total impor dan ekspor Tiongkok terhadap Korut mencapai US$ 2,5 miliar, naik 10,5% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.

Juru bicara tersebut mengatakan, sebagai negara tetangga, Tiongkok memelihara kontak ekonomi dan perdagangan normal dengan Korut. Resolusi Dewan Keamanan No.2321 menetapkan, yang tidak terpengaruh oleh sanksi termasuk besi dan tambang besi yang diekspor ke Korut untuk tujuan kehidupan rakyat dan tidak berkaitan dengan program rudal nuklir. Pendirian pihak Tiongkok yang berupaya mendorong denuklirisasi Semenanjung Korea adalah jelas dan tegas. Pihak Tiongkok selalu dengan ketat melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB. Berbagai pihak diharapkan mengetahui bahwa sanksi yang diterapkan oleh Dewan Keamanan terhadap Korut bukanlah sanksi ekonomi keseluruhan, kontak ekonomi dan perdagangan antara Tiongkok dan Korut tidak melanggar resolusi Dewan Keamanan.

Stop Play
Terpopuler
• KTT ASEAN dan Pertemuan Pemimpin Asia Timur Ditutup
• PM Tiongkok Hadiri KTT Asia Timur ke-12
• Xi Jinping Sampaikan Laporan di Depan Kongres Nasional ke-19 PKT
• Kongres Nasional ke-19 PKT Dibuka, Xi Jinping Minta PKT Memulai Perjuangan Membangun Negara Sosialis Modern
• Tiongkok Masuki Era Baru
• Bahasa Mandarin Jadi Bahasa Asing Kelima Prancis
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040