Ilmuwan Rusia: Mongolia Dalam Adalah Lambang Keberhasilan Kebijakan Etnis Minoritas Tiongkok
  2017-08-08 12:38:22  Kantor Berita Xinhua

Mongolia Dalam Tiongkok bersebelahan dengan Rusia, merupakan pintu bagi Tiongkok menuju utara, juga adalah daerah otonom etnis minoritas yang pertama di Tiongkok. Bertepatan dengan peringatan 70 tahun dibentuknya Daerah Otonomi Mongolia Dalam, seorang ilmuwan Rusia mengatakan kepada pers bahwa jalan perkembangan yang ditempuh Mongolia Dalam selama 70 tahun terakhir sangat mengundang perhatian, merupakan contoh keberhasilan kebijakan terhadap etnis minoritas Tiongkok. Pembanguan One Belt One Road akan memberikan tenaga pendorong baru kepada perkembangan daerah otonom tersebut.

Menurut statistik, PDB Mongolia Dalam telah mencapai 1863,3 milyar Yuan pada 2016, dari yang sebelumnya hanya sebesar 537 juta Yuan pada masa awal terbentuknya daerah otonomi tersebut, atau meningkat 642 kali lipat dalam waktu 70 tahun. Setelah memasuki abad yang baru, pertumbuhan ekonomi Mongolia Dalam pernah selama 8 tahun berturut-turut menjadi yang tercepat di seluruh negeri Tiongkok.

Wakil Kepala Institut Studi Timur Jauh di Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, Yury Tavrosky mengatakan, perkembangan Mongolia Dalam merupakan sebuah keberhasilan, terutama setelah reformasi dan keterbukaan, perkembangannya sangat pesat. Setelah diterapkannya kebijakan pengembangan besar-besaran di bagian barat, Mongolia Dalam menggenggam erat kesempatan, menyerap banyak modal, dan mengeksploitasi sumber daya alam secara rasional, sehingga perkembangan ekonomi dan sosial di daerah tersebut barulah dapat mencapai prestasi yang begitu besar.

Tavrosky berpendapat, prestasi yang dicapai Mongolia Dalam berkaitan erat dengan kebijakan etnis minoritas Tiongkok.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Sampaikan Laporan di Depan Kongres Nasional ke-19 PKT
• Kongres Nasional ke-19 PKT Dibuka, Xi Jinping Minta PKT Memulai Perjuangan Membangun Negara Sosialis Modern
• Tiongkok Masuki Era Baru
• Bahasa Mandarin Jadi Bahasa Asing Kelima Prancis
• Korsel dan AS Akan Revisi Persetujuan Perdagangan Bebas Antara Kedua Negara
• Industri Mebel Tiongkok Tampil di Indonesia
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040