"Saling Adu Keras"Tidak Akan Selesaikan Masalah Nuklir Semenanjung Korea
  2017-08-09 14:24:50  Kantor Berita Xinhua

Presiden AS dan Presiden Korsel dalam pembicaraan via telepon pada hari Senin (7/8) lalu menyatakan akan memberikan tekanan dan sanksi semaksimal mungkin terhadap Korut Utara agar negara tersebut menghentikan program senjata nuklir. Pemerintah Korut pada hari yang sama menentang resolusi terbaru yang dikeluarkan Dewan Keamanan PBB. Korut menyatakan tidak akan segan-segan mengambil "langkah terakhir", jika AS bertindak semena-mena.

Sikap "saling adu keras" yang ditunjukkan kedua pihak yang terlibat dalam konfrontasi di Semenanjung Korea tidak akan membantu penyelesaian masalah, malah hanya akan meningkatkan ketegangan situasi.

Resolusi baru yang diluluskan Dewan Keamanan PBB merupakan "tanggapan seperlunya" terhadap serangkaian percobaan rudal yang dilakukan Korut, sekaligus sanksi terketat yang dijatuhkan komunitas internasional terhadap Korut. Dari pihak Korut, penghentian rencana pengembangan rudal balistik adalah pilihan yang cerdas dan tepat; sedangkan bagi Korsel, begitu situasi hilang kendali, baik kontak senjata atau apapun itu, dirinya tetap akan mengalami kerugian serius.

Stop Play
Terpopuler
• Hari Berkabung Nasional, Tiongkok Peringati Korban Pembantaian Massal Nanjing
• Tiongkok Usulkan Pelucutan dan Non-Proliferasi Senjata Kimia secara Seimbang
• Li Keqiang Hadiri Peringatan Genap 5 Tahun Kerja Sama 16+1
• Pertemuan Tingkat Tinggi Ketiga Hubungan Antarmasyarakat Tiongkok-Indonesia Digelar
• KTT ASEAN dan Pertemuan Pemimpin Asia Timur Ditutup
• PM Tiongkok Hadiri KTT Asia Timur ke-12
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040